Waspada Beras Murah Dikemas Jadi Premium, Ini Cara Bedakannya

514
Tanjungpinang

 

Beras Premium-tampak putih dan bersih.
Beras Premium-tampak putih dan bersih.

Beras dipasaran banyak macam, hingga mencapai 70-an jenis. Oleh pemerintah, diklasifikasikan menjad dua jenis, yakni BERAS MEDIUM dan BERAS PREMIUM. Pengelompokan ini berdasarkan kualitas. Medium adalah beras murah dan premium beras bagus yang harganya lebih mahal.

Kategori beras juga diatur dalam
Permendag Nomor 57 Tahun 2017. Namun, menurut SNI mutu beras, klasifikasi beras terdiri atas premium, medium I, medium II, dan medium III. Banyaknya macam beras, tentu sulit membedakan mana medium dan premium.

Ibu-ibu pun sering dibuat bingung saat beli beras, karena kurang paham secara detail mana beras yang bagus dan tidak, akhirnya terjebak harga. Akibat ketidaktauan ini ada anggapan beras mahal pasti bagus, padahal belum tentu. Setelah dimasak dan dimakan baru tau rasa, apa itu beras bagus atau tidak.

Beras medium tampak agak buram berwarna semu
Beras medium tampak agak buram berwarna semu

Tak sedikit pula yang tertipu oleh kemasan kantong yang bagus, padahal isinya belum tentu bermutu bagus, bisa saja beras murah bahkan oplosan. Namun, karena tipuan kemasan, medium disulap premium.

Kasus dugaan oplos beras yang digrebek polisi di gudang swalayan terkenal di Tanjungpinang, dapat menjadi pelajaran. Beras oplosan dimasukkan dalam kantong kemasan beras premium, dan dijual seharga premium.

Nah, agar tidak tertipu atau setidaknya tau mana beras medium dan premium, begini cara membedakannya.

BEDA MEDIUM DAN PREMIUM

Secara umum beras berkualitas itu, adalah beras yang bebas dari bahan kimia, hama, kotoran seperti batu dan dedak. Jadi. tidak bisa hanya dilihat dari fisiknya saja.

Disperindag Pemprov Kepri saat sidak ke gudang swalayan terkenal di Tanjungpinang, yang digrebek polisi karena diduga mengoplos beras
Disperindag Pemprov Kepri saat sidak ke gudang swalayan terkenal di Tanjungpinang, yang digrebek polisi karena diduga mengoplos beras

Menurut Permendagri Nomor 57 Tahun 2017, yang dimaksud Beras Medium itu jenis beras yang memiliki spesifikasi derajat sosoh minimal 95%, kadar air maksimal 14% dan butir patah maksimal 25%. Sedangkan Beras Premium adalah jenis beras dengan spesifikasi derajat sosoh minimal 95%, kadar air maksimal 14% dan butir patah maksimal 15%.

Harga (HET)  pasar, beras medium dikisaran Rp 9.000-9.500, sementara premium Rp 12.800-14.000 (tergantung wilayah).

Maka ketika ke pasar beli beras, pertama lihat WARNA beras, premium terlihat putih bersih sedangkan medium agak buram.

Kemudian periksa KOTORAN beras, yang premium bebas dari kotoran, medium kerab bercampur kotoran seperti dedak dan bekatul, baunya pun tak enak di hidung.

Lebih gampang lagi dari RASA, beras premiun setelah dimasak menjadi nasi, jauh lebih enak, lebih pulen, pokoknya lebih nikmat dari medium.

Terakhir, dari KEPATAHAN butir beras, seperti dijelaskan Permendag Nomor 57 Tahun 2017, kepatahan butir medium maksimal 25%, dan premium maksimal 15%. Artinya, butir beras medium tampak lebih kecil (agak rusak), karena butirnya lebih banyak yang patah dari premium.

Beras siap oplos di gudang swalayan terkenal di Tanjungpinang
Beras siap oplos di gudang swalayan terkenal di Tanjungpinang

Semoga penjelasan diatas, bermanfaat bagi pembaca, setidaknya tau mana beras medium dan premium, sehingga tidak termakan tipuan lagi.

Dan, laporkan segera ke pihak berwajib (polisi dan Disperindag setempat) bila menemukan dipasaran: kemasan beras premium berisi medium, yang dijual mahal setara premium. ***

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here