Hadapi Tantangan, Sejumlah Media Sepakat Bentuk Forum Komunikasi Antar-Pemred

381
Tanjungpinang
Muslim Matondang, Pemimpin Redaksi Majalah Berita Kepri Pos
Muslim Matondang, Pemimpin Redaksi Majalah Berita Kepri Pos

Tanjungpinang-Di era digital dengan kemajuan teknologi memudahkan penyampaian dan penerimaan informasi dari dalam negeri hingga berbagai belahan dunia. Sehingga “Dunia pun seraya digenggaman kita”

Bagaimana tidak, dengan hanya memiliki sebuah handphon pintar, jenis android atau smartphone yang dihubungkan jaringan inteternet, cukup mudahnya mendapatkan informasi.

Perkembangan teknologi ini turut memacu pertumbuhan media online. Namun para media online ini dihadang tantangan berat, yakni keberadaan media sosial (medsos) yang masih mendominasi di dunia maya.

Keberadaan medsos ini juga berpengaruh besar dalam membentuk opini publik, meski di dalamnya banyak informasi bohong (hoax). Akibatnya informasi fakta dalam bentuk berita yang dipublikasikan media-media online, justru terabaikan.

Disisi lain, profesionalisme wartawan masih perlu ditingkatkan, agar berita yang disajikan ke publik lebih berkualitas. Problem lain, persoalan hukum dan kesejahteraan insan pers ditengah ketatnya persaingan bisnis media. Sementara dana pembinaan pers yang dialokasikan pemerintah daerah dalam anggaran APBD, masih terkesan diskriminasi sehingga hanya dinikmati segelintir media.

Fenomen ini menjadi perhatian sejumlah media khususnya media lokal terbitan Tanjungpinang. Lalu beberapa Pemimpin Redaksi media baik cetak maupun online menggelar pertemuan, pada Jumat (27/10).

(Ft. Slideshare)
(Ft. Slideshare)

Akhirnya muncul ide untuk membentuk Forum Komunikasi Antar-Pemimpin Redaksi (Pemred). Muslim Matondang, Pemred Majalah Berita Kepri Pos, merupakan inisiator pembentukan forum itu.

Menurut Muslim sebelumnya telah dilaksanakan pertemuan kecil dengan beberapa Pemred media, dan ternyata mendapat respon positif.
“Ada kesamaan pendapat di antara rekan-rekan (Pemred), bahwa perlu penguatan kelembagaan organisasi profesi dalam mengantisipasi begitu cepatnya perubahan informasi di era digital ini,” ungkap Muslim Matondang, Sabtu (28/10), di kantor medianya.

Ia menambahkan, perkembangan dahsyat di bidang teknologi informasi merupakan tantangan bagi para awak media terutama dalam mengantisipasi setiap perubahan informasi yang begitu cepat. “Jika tidak, kita akan tertinggal jauh, dan siap-siap dilindas perubahan itu sendiri,” ujarnya.

Sementara Pemred Media Online Sidak News Kuncus, menyoroti soal profesionalisme wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya. Ia melihat ditengah menjamurnya media-media online yang terus muncul dan makin marak di dunia maya, harus diimbangi dengan kualitas berita.

“Pers perlu memperkuat jati diri, ya itu tadi melalui kualitas beritanya. Karena penulisan berita harus memegang prinsip merupakan fakta dan berimbang (cover both side), informasi dari dua sisi. Marwah pers itu sejatinya adalah berita yang berpedoman pada “cover both side” Ini harus ditanamkan kepada para wartawan saat meliput atau wawancara dilapangan,” papar Kuncus.

Ia berharap dengan dibentuknya Forum ini maka berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi oleh awak media di lapangan mampu diantisipasi.

Pemred Koran Komunitas Gindo Pakpahan, menyinggung dana pembinaan pers yang setiap tahun dialokasikan oleh pemerintah daerah. Memang dana yang seharusnya dinikmati para kalangan media ini, dalam realisasinya hanya mengucur ke alamat media tertentu, sebagai akibat dari perlakuan diskriminai para pejabat dibagian humas sekretariat pemerintah daerah.

Tigor Rajagukguk, Pemimpin Redaksi Media Online SULUH KEPRI
Tigor Rajagukguk, Pemimpin Redaksi Media Online SULUH KEPRI

Ia melihat ada kesenjangan yang dialami insan pers, karena disaat media berjibaku dalam penyampaian berita pembangunan dan promosi daerah, pemerintah daerah justru memandang sebelah mata.

Gindo menegaskan seharusnya pemerintah daeraj berkewajiban untuk membina pers yang berada dilingkungannya. “Itu sebabnya dalam APBD Kepri ada anggaran pembinaan pers,” ungkap Gindo, yang meninginkan dana pembinaan pers dianggarkan dalam APBD Kepri dikucurkan kepada semua media-media yang terbit di Kepri.

“Pemprov Kepri harus merubah paradigma lama tersebut. Media-media yang terbit di Kepri berhak menikmati kucuran anggaran pembinaan dari APBD,” tegas Gindo.

Sedangkan Pemred Media Online Suluh Kepri Tigor Rajagukguk, berharap dengan terbentuknya Forum Komunikasi Antar-Pemimpin Redaksi ini, bisa menjadi sarana perjuangan hak dan kewajiban para insan pers.

Untuk itu, Tigor mengusulkan dibentuknya Divisi Ombudsman atau Divisi Hukum, dalam upaya pembelaan rekan-rekan pers, yang tersangkut masalah hukum ketika menjalankan tugas jurnalistik.

“Perjuangan ini harus kita lakukan bersama-sama. Ini salah satu dari sekian banyak forum yang memperjuangkan kepentingan insan pers. Kita harus bergerak dan berbuat sesuatu yang positif untuk sesama rekan-rekan wartawan,” kata Tigor. (Red)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here