Dokter Lalai, Selang Cuci Darah Tertinggal di Tubuh Pasien RSUD Provinsi

Tanjungpinang
Alfonso Peter Situmeang, hanya bisa terbaring usai operasi
Alfonso Peter Situmeang, hanya bisa terbaring usai operasi

Tanjungpinang, Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib (RAT), milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri itu, jadi perbincangan masyarakat.

Alfonso Peter Situmeang, pasien di rumah sakit pelat merah itu, mengalami kritis, kondisi kesehatannya memburuk, badan lemah, bahkan jadi susah ngomong saat diajak bicara. Sebab, ia menjalani operasi di Batam, untuk mengeluarkan sebuah selang (alat) pencuci darah yang tertinggal di dalam tubuh Alfonso.

Dari keterangan kelurga korban, peristiwa terjadi pada 18 Oktober 2017 lalu. Saat itu, Alfonso yang ditemani istri Br. Sinaga ke RSUD RAT, untuk chek up rutin penyakit ginjalnya. Alfonso diketahui menderita penyakit ginjal.

Setelah pemeriksaan, dr. Fitri Ashadi yang menangani Alfonso saat itu, memutuskan agar dilakukan cuci darah, pada hari itu. Karena keputusan dokter, pihak keluarga pun pasrah.

Tindakan cuci darah pun dilakukan oleh dr. Fitri di RSUD RAT. Lalu, sebuah selang (Keteter/CDL-istilah medis) dimasukkan kedalam tubuh Alfonso. Selang ini untuk saluran keluar-masuknya darah saat pencucian darah berlangsung.

Nah, usai cuci darah, sebuah insiden terjadi. Selang pencuci darah tersebut tertinggal dalam tubuh Alfonso, saat menarik selang dari tubuh Alfonso. Mau tak harus dilakukan operasi, untuk mengeluarkan selang tersebut.

Namun karena keterbatasan fasilitas dan dokter sepesialis di rumah sakit pelat merah itu, akhirnya Alfonso dirujuk ke Rumah Sakit Budi Kemulian, di Batam.

Anehnya, menurut keluarga, pihak Rs RAT, dan dokter tidak langsung memberi tahu kejadian yang dialami pasien, baik kepada pasien sendiri maupun keluarganya. Sehingga Alfonso dan istrinya tak merasa ada sesuatu terjadi usai cuci darah.

“Habis cuci darah, tidak ada pemberitahuan dari dokter, apa yang terjadi terhadap suami saya (selang tertinggal dalam tubuh Alfonso, red). Saya dan suami biasa saja, usai cuci darah,” ungkap Br Sinaga istri Alfonso, yang disampaikan salah seorang anggota keluarganya, Rabu (1/11), di Tanjungpinang.

Beberapa waktu kemudian, sambungnya, tiba-tiba dokter menyampaikan kepada Alfonso dan istrinya, agar dirawat ke rumah sakit di Batam. “Karena arahan dokter, saya dan suami ikut saja,” ujarnya.

Akhirnya, Alfonso diseberangkan ke Batam. Ia diinapkan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Tiba di rumah sakit tersebut, pihak keluarga juga belum diberitahu, kenapa Alfonso harus dirawat di RS Budi Kemulian.

Namun setelah adanya pemberitahuan dokter RS Budi Kemulian, bahwa Alfonso akan dioperasi, barulah istrinya mulai bertanya. “Kenapa Pak Dokter (dr. Viktor Nababan) dengan suami saya, hingga dioperasi. Apa penyakitnya lagi,” tanya istri Alfonso, seperti disampaikan salah seorang keluarganya tadi.

Dokter Viktor Nababan adalah dokter yang menangani operasi Alfonso di RS Budi Kemuliaan. Lalu, dr. Viktor menjelaskan bahwa ada alat pencuci darah yang tertinggal dalam tubuh Alfonso, sehingga harus dilakukan operasi.

Br. Sinaga istri Alfonso yang kini harus menginap di RSUD RAT, untuk menjaga suaminya.
Br. Sinaga istri Alfonso yang kini harus menginap di RSUD RAT, untuk menjaga suaminya.

Tim medis Rs Budi Kemuliaan, pada 22 Oktober 2017, mengoperasi Alfonso untuk mengeluarkan selang yang tertinggal dalam tubuhnya. Operasi berhasil dengan membedah tubuh Alfonso untuk mengeluarkan selang dari dalam tubuhnya, yang panjangnya sekitar 30 cm.

Setelah operasi, Alfonso dibawa ke Tanjungpinang dan kembali dirawat di RSUD RAT. Namun, kesehatan Alfonso drastis menurun. Ia hanya bisa terbaring dengan tubuh yang lemah dan tampak pucat.

“Ia (Alfonso) bahkan ketika diajak bicara agak susah ngomong, dan seperti orang linglung,” katanya.

Rasa khawatir, pihak keluarga akhirnya menanyakan kepada pihak rumah sakit, apa yang terjadi dengan Alfonso hingga kondisi kesehatan terus memburuk.

Menurut keluarga, pihak RSUD Raja Ahmad Tabib, yang diwakili dr. Sunarto selaku Sekretaris Akreditas mengakui bahwa terhadap pasien Alfonso telah terjadi sebuah insiden medik saat pasien cuci darah (selang pencuci darah tertinggal dalam tubuh pasien Alfonso,red).

Sunarto menyebut pihak rumah sakit akan bertanggungjawab terhadap biaya perobatan pasien Alfonso. Sedangkan pengakuan keluaraga, Alfonso memiliki kartu BPJS Kesehatan, yang selama ini digunakan saat berobat ke rumah sakit.

Lantas, pertanggungjawaban seperti apa dari pihak rumah sakit, kalau perobatannya sudah ditanggung pihak BPJS. Sementara Alfonso yang merupakan warga biasa dengan penghasilan secukupnya, terpaksa cuti panjang karena harus menjalani perawatan setelah pembedahan tubuhnya.

Hingga berita ini dimuat, SULUH KEPRI belum bisa mengkonfirmasi pihak RSUD Raja Ahmad Tabib, yang berada di KM 8 Atas Tanjungpinang itu. (Tigor)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here