Dua Pekan, RSUP Kepri Belum Beberkan Hasil Audit Insiden Alfonso

Tanjungpinang
Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib, di Tanjungpinang (ft. hukrim)
Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib, di Tanjungpinang (ft. hukrim)

Tanjungpinang-Peristiwa yang menimpa Alfonso Peter Situmeang, pasien RUSP Kepri (kini bernama rumah sakit umum daerah raja ahmad tabib) itu sudah berjalan 16 hari atau dua pekan lebih, namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari rumah sakit pelat merah itu.

Begitu juga hasil audit Komite Medik RS (rumah sakit) terhadap tindakan tenaga medis saat penanganan pencucian darah bagi pasien Alfonso, yang menyebabkan ia harus dioperasi untuk mengeluarkan sebuah alat medis yang disebut berbentuk kawat sepanjang 30 cm itu.

Sebab, Audit ini sangat penting untuk mengetahui ada-tidaknya kelalaian dokter atau pelanggaran SOP (standar operasional prosedur), saat melakukan tindakan medis terhadap pasien Alfonso.

Ketua Komite Akreditasi RSUP Kepri Sunarto mengakui kalau soal sanksi terhadap tenaga medis harus lewat audit dari Komite Medik. “Ketua Komite Medik-nya Pk dr. Azwar,” kata Sunarto, Jumat (3/11) sore.

Ditanya, kenapa belum juga dilakukan konfrensi press terkait masalah itu, Sunarto menyebut sejauh ini belum ada arahan pimpinan (Direktur RSUP Kepri), untuk penyampaian keterangan resmi dari pihak RS milik Pemprov Kepri itu.

Seperti diketahui, Alfonso Peter Situmeang, pasien RSUP Kepri, harus menjalani operasi di RS Budi Kemuliaan Batam, untuk menegeluarkan sebuah alat medis yang tertinggal di dalam tubuhnya, saat cuci darah, yang ditangani oleh dr. Fitri Ashadi.

Operasi dilakukan dr. Viktor Nababan, di RS Budi Kemuliaan, pada 22 Oktober lalu, dan berhasil mengeluarkan sebuah alat medis dari dalam tubuh Alfonso.

Namun, karena belum adanya keterangan resmi dari pihak RSUP Kepri, peristiwa naas yang dialami Alfonso ini belum jelas duduk soalnya. Sehingga tidak diketahui pasti kronologi dan alat medis apa yang dimaksud tertinggal atau lepas dalam tubuh pasien saat cuci darah berlangsung.

Sementara pemberitaan terkait kejadian, yang disebut dr. Sunarto sebagai insiden ini, semakin ramai diberbagai media, dan terus dipantau publik. Sebab, masyarakat juga ingin tau, seperti apa insiden yang menimpa Alfonso di rumah sakit yang dibangun dari uang rakyat itu, termasuk kondisi kesehatannya setelah operasi. (Tigor)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here