Soal Selang Cuci Darah Dalam Tubuh Pasien, RSUD Provinsi Terkesan Penggiringan Opini

Tanjungpinang
Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib, di Tanjungpinang (ft. hukrim)
Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib, di Tanjungpinang (ft. hukrim)

Tanjungpinang-Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib ( RSUD RAT), yang juga disebut Rumah Sakit Provinsi itu, enggan memberi keterangan soal kelalaian medis yang menimpa pasien Alfonso Peter Situmeang.

Saat SULUH KEPRI meminta keterangan kepada dr. Sunarto, Ketua Tim Akreditasi (sebelumnya dimuat sekretaris akreditasi), RSUD RAT, enggan menjawab terkait kelalaian pihak medis hingga Alfonso dioperasi untuk mengeluarkan sebuah alat medis berupa selang dengan panjang sekitar 30 cm, yang tinggal didalam tubuhnya saat cuci darah berlangsung.

Ia berdalih bahwa dirinya tidak punya wewenang untuk memberi keterangan soal peristiwa yang disebutnya sebagai insiden medis itu. “Saya tidak berwewenang memberi keterangan, karena ini wewenang Pak Direktur Rumah Sakit (RAT), nanti saya fasilitasi untuk konfirmasi ke Pak Direktur,” kata Sunarto, Kamis (2/11), lewat ponselnya kepada SULUH KEPRI.

Saat didesak beberapa pertanyaan terkait kejadian yang dialami pasien Alfonso, Anggota Badan Pengawas RSUD Provinsi Kepri itu, sempat menjawab, namun tiba-tiba mengelak, bahwa apa yang disampaikannya itu bukan keterangan resmi.

“Tolong, ya, apa yang saya sampaikan tadi dipending dulu dan jangan dimuat dalam berita karena saya masih menunggu arahan pimpinan untuk konfrensi perss soal insiden medis yang dialami pasien Alfonso,” ungkap Sunarto diakhir pembicaraan.

Sebelum Sunarto mengontak SULUH KEPRI, awalnya mengatakan ia baru saja selesai konfrensi perss dengan sejumlah media terkait masalah itu.

“Ya, sebentar yaaa…saya baru saja konpress (konfrensi perss) dengan beberapa teman media,” jawab Sunarto lewat pesan wa saat permintaan konfirmasi. Tak lama kemudian, ia mengirim pesan wa, yang isinya “Bang bisa telp??” Lantas mengontak SULUH KEPRI.

Anehnya, Sunarto justru memberi keterangan kepada beberapa media, yang patut dipertanyakan. Karena penjelasan yang disampikan Sunarto terkesan penggiringan opini, yang menggelikan publik.

Di satu sisi, ia tidak mengakui ada alat medis yang tinggal dalam tubuh pasien Alfonso saat cuci darah, namun disisi lain, ia mengakui pasien Alfonso terpaksa dirujuk ke Rs Budi Kemuliaan di Batam, untuk tindakan operasi dalam mengeluarkan sebuah alat medis yang terlepas ke dalam tubuh Alfonso saat cuci darah berlangsung.

Pasien Alfonso usai operasi dan kembali dirawat di RSUD RAT
Pasien Alfonso usai operasi dan kembali dirawat di RSUD RAT

Siang tadi, Jumat (3/11), SULUH KEPRI kembali meminta konfirmasi ke Sunarto dengan mengajukan 6 pertanyaan, namun enggan menjawabnya.

“Iya bang…,nanti yaaa saya lagi DPRD. Bang, enaknya memang ketemu direktur (RSUD RAT),” jawab Sunarto, Jumat (3/10), lewat pesan wa. Didesak kapan waktu untuk wawancara dengan Sang Direktur, ia tak menjawab lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasien RSUD Provinsi, bernama Alfonso Peter Situmeang terpaksa menjalani operasi untuk mengeluarkan sebuah alat medis dari dalam tubuhnya, yang tinggal saat cuci darah.

Dari keterangan pihak keluarga, saat itu, 18 Oktober 2017, Alfonso yang ditemani istrinya, boru Sagala (bukan boru Sinaga, yang dimuat sebelumnya, red) datang ke RSUD RAT, milik Pemprov Kepri, yang beralamat di Jl. WR Supratman Km 8, Tanjungpinang itu.

Ia menggunakan kartu BPJS Kesehatan saat berobat ke RSUD RAT, yang juga diakui oleh Sunarto sendiri, bahwa pasien Alfonso berobat memakai kartu BPJS Kesehatan.

Alfonso adalah pasien rumah sakit pelat merah itu, yang selama ini rutin memeriksakan penyakit ginjal yang dideritanya. Setelah diperiksa, dr. Fitri memutuskan Alfonso harus cuci darah, hari itu juga.

Namun, saat cuci darah terjadi peristiwa, sebuah alat medis, yang disebut pihak keluarga berupa selang berbentuk kawat untuk keluar masuknya darah, tinggal di dalam tubuh Alfonso hingga akhirnya dioperasi oleh dr. Viktor Nababan di Rs Budi Kemuliaan, Batam, pada 22 Oktober 2017.

Pihak keluarga sangat kecewa dengan pihak RSUD RAT, karena terkesan menutup-nutupi peristiwa yang menimpa Alfonso. Karena pihak rumah sakit dan dokternya tidak memberi tau, apa yang terjadi terhadap Alfonso saat cuci darah berlangsung.

Mereka hanya diberitahu, bahwa Alfonso akan dirujuk ke Rs Budi Kemuliaan di Batam. “Habis cuci darah, tidak ada pemberitahuan dari dokter, apa yang terjadi terhadap suami saya Saya dan suami biasa saja, usai cuci darah,” ungkap Br Sagala istri Alfonso, melalui salah seorang anggota keluarganya, Rabu (1/11) lalu, di Tanjungpinang.

Gubernur Kepri dan DPRD Kepri diminta turun tangan terkait masalah yang menimpa pasien Alfonso, untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya, hingga Alfonso harus dioperasi ke Batam.

Campur tangan pimpinan daerah dan lembaga legislatif di Kepri ini untuk menjamin mutu pelayanan rumah sakit pelat merah itu. Sekaligus, untuk memastikan tanggungjawab terhadap pasien Alfonso yang menjadi korban kelalaian dokter.

Sementara Alfonso adalah warga biasa dengan penghasilan secukupnya, yang telah lama menderita penyakit ginjal, kini hanya bisa terbaring diatas kasur, untuk menjalani perawatan setelah operasi. Istrinya sendiri ikut direpotkan karena harus menjaga Alfonso selama pemulihan. (Tigor).

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here