Panen Perdana dari Budidaya Laut Penaga, Target 24,4 Juta Ton Tercapai

Tanjungpinang
Panen perdana ikan dari budidaya laut Penaga-Bintan
Panen perdana ikan dari budidaya laut Penaga-Bintan

Bintan-Budidaya ikan laut terus mendapat perhatian pemerintah pusat maupun daerah. Banyak kelompok budidaya binaan yang menuai hasil diluar dugaan.

Satu contoh, kelompok budidaya ikan laut, di Desa Penaga Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan. Pada Rabu (22/17) kemarin, kelompok warga yang tergabung dalam Maju Jaya itu, telah melaksanakan panen perdananya dengan hasil yang memuaskan.

Dalam panen perdana itu, disaksikan langsung oleh Sesditjen Perikanan Budidaya KKP, yang didampingi Sekda Bintan Adi Prihantara dan kepala Budidaya Laut Batam Toha Tusihadi.

Mereka tampak sumringah saat memanen ikan Bawal Bintang dari hasil budidaya laut tersebut. Menurut laporan Toha Tusihadi, panen perdana itu merupakan program tahun 2017.

Saat ini, sebut Toha, tercatat 29 kelompok budidaya ikan yang tersebar di provinsi Kepri. Ini sesuai target Kementrian KKP tahun 2017, dengan pemberian bantuan Keramba Jala Ampung  (KJA) kepada 300 lobang keramba.

“Yang kemudian dibagi ke beberapa wilayah, yaitu 100 lobang KJA di Batam, 80 KJA di Natuna dan 120 KJA di Bintan,” kata Toha, dikutip dari MCH Bintan.

Sedangkan untuk bantuan benih ikan ditargetkan sebanyak 250 ribu bibit ikan di tahun 2017, yang langsung diterima masyarakat kelompok budidaya ikan laut.

Akan tetapi, sambung Toha, ternyata kebutuhan masyarakat melebihi dari target yang telah ditentukan. Yakni hingga mencapai 403 ribu bibit ikan, yang diantaranya 178 ribu benih kakap, 185 ribu benih bawal bintang dan 40.000 kerapu.

“Kenaikan mencapai 187% dari total target pencapaian 100%,” ungkapnya.

Untuk memaksimalkan target pencapaian, selain memberikan bantuan sarana dan bibit ikan, juga diberikan pendampingan kepada para pelaku budidaya ikan, dengan maksud hasil yang dicapai sesuai target yang ditentukan.

Sementara Sesditjen Budidaya KKP, Tri Haryanto menjelaskan, bahwa pihak Dirjen berencana melakukan refitalisasi bantuan Keramba Jala Apung (KJA), agar bantuan terdata, sehingga akan diketahui mana bantuan yang berasal dari Dirjen KKP.

Selanjutnya di-redata ulang guna mengetahui bantuan dari pihak lainnya selain Dirjen KKP, karena banyak KJA yang justru tidak difungsikan semestinya.

Dengan refitalisasi, maka KJA-KJA yang tidak berfungsi namun masih layak digunakan akan difungsikan kembali dengan disertai pemberian bibit ikan.

Sebab, lanjut Haryanto, sesuai instruksi Presiden RI, bahwa laut merupakan masa depan bangsa, maka Kementrian Kelautan Perikanan (KKP) akan terus konses terhadap daerah-daerah pesisir yang memiliki potensi suguhan budidaya laut, seperti Bintan dan daerah lainnya.

“Kita akan terus mendorong kegiatan yang sifatnya memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Sekda Bintan Adi Prihantara, Pemkab Bintan pada prinsipnya sangat mendukung kegiatan budidaya ikan dari Kementrian KKP tersebut. Program ini cukup mendukung dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Seperti halnya dalam pemberian bantuan sarana budidaya laut dan bibit ikan. Dua program ini telah berjalan sejak lama, dan dampaknya sangat membantu para pelaku budidaya ikan di Bintan.

Sebab, selain bantuan alat dan bibit ikan, KKP melalui balai perikanan budidaya laut Batam juga memberikan pendampingan kepada para pelaku budidaya perikanan.

“Saya yakin berapapun target yang ingin dicapai KKP di tahun 2017, akan tercapai. Untuk target 24,4 juta ton pada tahun 2017, akan dicapai dengan sangat mudah,” kata Adi Prihantara.  editir Tigor

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here