Diintai Satu Bulan, Dua Kurir Narkoba Langsung “Hap” Lalu Ditangkap

Tanjungpinang
kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro (tengah), saat konfrensi pers
kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro (tengah), saat konfrensi pers.

Tanjungpinang-Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga, begitu dengan dua kurir narkoba yang diamankan jajaran Satnarkoba Polres Tanjungpinang, pada Senin (27/11) lalu, di Tanjungpinang.

Berbagai cara dilakukan untuk mengelabui petugas dalam memuluskan kegiatan haramnya itu, namun tanpa disadari, aksi mereka sudah diintai polisi.

Setelah diintai satu bulan, akhirnya jejak kedua pemasok narkoba ini, bernisial AN (24) dan HA (31) terungkap, “hap” lalu ditangkap polisi. “Para pelaku ini sudah diintai sekitar satu satu bulan ini,” kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, saat konfrensi pers, Rabu (29/11), di Mapolres Tanjungpinang, dikutip dari sidaknews.

Kapolres menjelaskan, selain meringkus tersangka, polisi juga mengamankan narkoba seberat 5,58 Kg, serta ribuan butir pil ekstasi (ineks), turut disita tiga buah ponsel milik tersangka dan satu kapal Boat bermesin 40 PK. “Keduanya (AN dan AH) sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Ardyanto.

Menurut Kasat Narkoba M.Djaiz, kedua tersangka setelah tes urine, positif mengandung zat ampetamin. “Ya, dari hasil tes urine, keduanya positif,” Kasat Narkoba M Djaiz menambahkan, yang saat itu mendampingi Kapolres Ardyanto.

Atas perbuatan tersangka, kata Ardyanto, kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 jo pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 1999 tentang Narkotika. “Ancaman hukuman maksimal 5 tahun dan maksimal seumur hidup,” sebutnya.

Kapolres menjelaskan, pengungkapan bermula dari informasi masyarakat, ada kapal boat kecil sejenis kapal pompong (pancung) yang akan membawa narkoba dari perairan Berakit, kabupaten Bintan ke perairan Tanjungpinang.

Polisi dari jajaran Satresnarkoba lalu membentuk Tim untuk mendalami informasi. Tim yang dipimpin Waka Polres Tanjungpinang Kompol Andy Rahmansyah dibantu Kasat Narkoba, AKP M Djaiz, dibagi dua yakni Tim Darat dan Tim Laut.

Dua kurir yang diamankan polisi (pakai sebo)
Dua kurir yang diamankan polisi (pakai sebo)

Setelah pengintaian dalam satu bulan, akhirnya pada Senin (27/11), sekitar pukul 00.30 Wib, kapal pompong yang dicurigai melintas di perairan Tanjungpinang, tepatnya di depan Pelantar Sulawesi. “Ciri-cirinya persis dengan kapal pompong yang kita curigai,” kata Ardyanto.

Tim laut dengan memakai boat langsung mengempet dan menghentikan kapal tersebut. Ada dua orang dalam boat, yakni AN dan HA, yang telah ditetapkan tersangka. “Petugas pun menggeladah kapal dan ditemukan dua buah tas yang diduga berisi narkoba. Saat ditanya, keduanya mengakui isi tas berisi narkoba,” ujarnya.

Untuk pemeriksaan lanjut, polisi menggerek kapal ke dermaga Pelantar I. Tiba di darat, petugas membuka isi tas, yang disaksikan AN dan HA. Isinnya diduga narkoba jenis sabu dan ineks yang dibungkus rapi dalam kotak kemasan Teh China bermerek Guanyinwang dan aluminum foil.

“Dari dua buah tas yang diamankan, tas warna merah berisi empat bungkus diduga sabu, dan warna oranye berisi dua bungkus diduga ineks,” ungkap Ardiyanto.

Setelah ditimbang di Pegadaian, jelas Kapolres, barang bukti diduga sabu seberat 5,58 Kg, dan 874 butir diduga pil ineks warna pink dengan logo B 891 warna oranye dan 100 butir warna abu-abu. Yang jumlahnya sekitat 1800 butir.

Dari pengakuan tersangka, barang haram tersebut berasal dari Malaysia. Yang semula direncanakan akan dimasukkan melalui pelabuhan Berakit, namun karena alasan situasi kurang kondusif, lalu dialihkan ke pelabuhan Tanjungpinang.

“Dari alur peredaran kasus narkoba ini, kota Tanjungpinang hanya lah sebagai daerah transit saja,” kata Ardyanto.

“Sekali lagi, Tanjungpinang bukan tempat asal narkoba tersebut, apalagi sebagai tempat produksinya. Tanjungpinang hanya dijadikan lokasi transit saja,” tegas Kapolres Ardyanto dalam menepis kabar bahwa narkoba berasal dan diproduksi dibTanjungpinang, sebagaimana berita di sejumlah media massa.
Editor Tigor

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here