Inovasi Baru dari Bintan: Mobil Anti Galau, Ini Kegunaanya

Tanjungpinang
Bupati Bintan Apri Sujadi dan petugas Mobil Anti Galau
Bupati Bintan Apri Sujadi dan petugas Mobil Anti Galau

Bintan-Bupati Bintan Apri Sujadi tak henti-hentinya membuat terobosan baru bagi pelayanan masyarakatnya. Bupati Apri memperkenalkan inovasi barunya, yakni “Mobil Anti Galau”.

Eist.., tanya dulu Bupati-nya, apa sih kegunaanya?. Bupati Bintan Apri Sujadi menjelaskan, Mobil Anti Galau ini untuk “Konsultasi Kesejahteraan Keluarga” disebut juga Mobil LK3, yang dioperasikan oleh Dinas Sosial Bintan.

Mobil Anti Galau ini, kata Apri, juga bisa menjadi salah satu solusi bagi pelajar, misalnya sebagai ruang konsultasi terhadap permasalahan dirinya yang enggan disampaikam kepada orang tuannya.

Atau hal lainnya, konsultasi terkait kenakalan remaja yang saat ini semakin mengkhawatirkan sekali, terutama dalam penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda.

Karena, sambung Apri, mayoritas remaja enggan bercerita atau curhat tentang masalah pribadinya kepada keluarga ataupun orang tuannya.

Mereka justru lebih memilih membuka diri kepada teman sebayanya yang mungkin bisa menjerumuskan dirinya ke dalam kondisi yang lebih buruk lagi.

“Nah, disinilah peran penting untuk membantu mereka melalui konsultasi. Mobil Anti Galau akan memberikan pelayanan konsultasi yang langsung ditangani ahli psikolog. Sehingga mereka dapat bimbingan dan motivasi ke arah yang positif,” ujar Apri, Kamis (14/12) sore, di desa Berakit, Bintan.

Ia dan istri menyampaikan apresiasi kepada petugas Mobil Anti Galau, yang telah menjalankan tugas dan fungsi dalam pendampingan/psikososial kepada warga yang membutuhkan, khususnya di desa Berakit.

Bupati Bintan Apri Sujadi dan ketua PKK Bintan, Ibu Hj Deby Apri Sujadi bersama Mobil Anti Galau
Bupati Bintan Apri Sujadi dan ketua PKK Bintan, Ibu Hj Deby Apri Sujadi bersama Mobil Anti Galau

Sebenarnya Mobil Anti Galau ini sudah berjalan dan telah menangani berbagai kasus yang diadukan warga. Jamil, seorang petugas pendamping psikososial Mobil Anti Galau mengatakan, dalam kurun waktu tahun 2017, setidaknya telah menangani 14 kasus sosial di Bintan.

Sehari-harinya, ia bersama tiga petugas Psikososial lainnya, yang bertugas di Mobil Anti Galau, dalam menangani berbagai masalah sosial yang disampaikan warga.

Menurutnya, peralatan yang dimiliki Mobil Anti Galau sudah mampu memberikan kontribusi saat memberikan konsultasi keluarga kepada warga di lapangan.

Mobil Anti Galau ini dikenal dengan nama Mobil LK3 (Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga), berbentuk Minibus yang dimodifikasi sedemikian rupa. Dibagian belakang telah dimodif seperti ‘rumah’ untuk ruang konsultasi.

Pada bagian dalam dan luar mobil dihiasi berbagai macam aksesoris, berupa tulisan “Restorasi Sosial” dengan warna-warni sehingga terkesan akrab bagi kaum muda.

editor: tigor
sumber: MCH Bintan

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here