Wali Kota Lis Darmansyah Ukir Tiga Prestasi di “Injury Time” Kepemimpinannya

Tanjungpinang
Penghargaaan Wilayah bebas Korupsi kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu pintu Tanjungpinang (ft: hms pemko tpi)
Penghargaaan Wilayah bebas Korupsi kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu pintu Tanjungpinang (ft: hms pemko tpi)

Tanjungpinang-Suatu penghormatan serta kabar menggembirakan bagi setiap orang, ketika menerima sebuah penghargaan atas kepemimpinannya yang berkaitan dengan kinerja, dedikasi, loyalitas, dan integritasnya.

Tentunya, semua pemimpin di negeri ini, dari pusat hingga daerah, bahkan pemimpin dibelahan dunia juga mendambakan hal sama, sebagai salah satu tolak ukur atas keberhasilannya dalam memimpin organisasi pemerintahannya, sebagaimana yang diharapkan.

Inilah yang saat ini mampir dalam kepemimpinan Lis Darmansyah sebagai Wali Kota Tanjungpinang. Di masa (injury time) kepeminpinannya, yang akan berakhir pada 16 Januari 2018, untuk periode pertamanya, Lis, sapaan akrab walikota, menorehkan prestasi dengan meraih tiga penghargaan dalam pelayanan publik.

Uniknya, ketiga penghargaan itu, diterima dalam tiga hari berturut-turut. Bayangkan saja, Lis harus estafet untuk menghadiri tiga undangan sebagai penerima penghargaan dari ketiga prestasi itu. Apa saja penghargaan itu?

Pada 10 Desember 2017, Kota Tanjungpinang diganjar sebagai “Kota Peduli HAM”. Wali Kota Lis Darmansyah harus terbang ke kota Solo, Jawa Barat, untuk menerima penghargaan kehormatan bagi kota kelahirannya itu, yang dipimpinnya selama 5 tahun terakhir ini.

Wako-menerima-penghargaan-Wilayah-Bebas-Korupsi-dari-Menpan-RB-atas-Dinas-Penanaman-Modal-dan-Pelayanan-Terpadu-satu-pintu-Tanjungpinang (ft: hms pemko tpi)
Wako-menerima-penghargaan-Wilayah-Bebas-Korupsi-dari-Menpan-RB-atas-Dinas-Penanaman-Modal-dan-Pelayanan-Terpadu-satu-pintu-Tanjungpinang (ft: hms pemko tpi)

Besoknya, 11 Desember 2017, Lis sudah harus berada di Jakarta. Lis ke Ibu Kota Negara itu, juga untuk keperluan dalam memenuhi dua undangan penghargaan.

Di Jakarta, Wali Kota Lis dianugrahi penghargaan “Entreprenuer Award” dari The Kellog Innovation Network (KIN-ASEAN Apeksi award), yang diterima pada 11 Desember 2017.

Di kota tempat Istana Presiden Jokowi itu, Lis juga menerima penghargaan “Wilayah Bebas Kroupsi” (WBK), pada 12 Desember 2017, yang diraih Dinas Penanaman Modal (PM) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)

Ketiga penghargaan itu bukanlah diraih begitu saja, namun berdasarkan penilaian yang cukup ketat yang tak terlepas dari pengaruh kepeminpinan Lis Darmansyah sebagai Wali Kota Tanjungpinang. Ada proses yang dilalui, lewat evaluasi oleh pemerintah pusat serta kalangan professional.

Penilaian dan evaluasi itu fokus pada kepemimpinan kepala daerah dalam keberhasilannya membangun daerah yang dilihat dari berbagai sektor pembangunan, yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakatnya.

Lis: Prestasi Ini Hasil Kerjasama dan Komitmen Awal untuk Lebih Baik

Penghargaaan-Wilayah-bebas-Korupsi-kepada-Dinas-Penanaman-Modal-dan-Pelayanan-Terpadu-satu-pintu-Tanjungpinang (ft: hms pemko tpi)
Penghargaaan-Wilayah-bebas-Korupsi-kepada-Dinas-Penanaman-Modal-dan-Pelayanan-Terpadu-satu-pintu-Tanjungpinang (ft: hms pemko tpi)

Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah SH, pantas berbangga hati dan layak mendapat pujian, terlepas suka tidak suka, karena ia mampu membuktikan kepiawaiannya dalam memimpin kota Tanjungpinang, dengan menyabet tiga prestasi sekaligus, meski dititik akhir masa jabatannya.

Namun Lis tidak jumawa, ia justru menunjukkan sikap biasa dengan kesederhanaannya. Karena ia menganggap apapun prestasi yang dicapai adalah berkat kerja keras semua unsur, baik ASN Pemerintah Kota Tanjungpinang terutama dukungan masyarakat Tanjungpinang.

“Semua prestasi yang diterima Kota Tanjungpinang, termasuk tiga prestasi yang baru saya terima di Solo dan Jakarta, adalah berkat kerjasama yang baik dari semua pihak, tidak hanya ASN dilingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinangyang, namun juga atas dukungan semua lapisan masyarakat Tanjungpinang,” ungkap Wali Kota Lis Darmansyah, usai menerima penghargaan di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

“Karena apapun program yang kita buat tanpa dukungan masyarakat tidak akan berjalan dengan baik sesuai harapan kita bersama,” Lis menambahkan. Untuk itu, prestasi yang diraih tersebut janganlah dipresentasikan berlebihan, apalagi menganggap sudah lebih baik dengan prestasi itu.

Akan tetapi, harus menjadi motivisai untuk membangun komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik lagi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

Oleh karenanya, lanjut Lis, pelayanan publik harus menjadi prioritas, yang transparan serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), dalam mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat Kota Tanjungpinang. “Maka prestasi ini harus menjadi tolak ukur bagi diri kita, sudah sejauh mana pelayanan kita kepada masyarakat. Sehingga presatasi yang kita miliki tidak berbanding terbalik dengan hasil kerja dilapangan” kata Wali Kota Lis mengingatkan jajarannya.

Terkait penghargaan Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Wali Kota Lis kembali mengingatkan, bahwa ganjaran WBK bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang, yang dalam hal ini diraih Dinas Penanaman Modal dan PTSP kota Tanjungpinang, jangan dijadikan sesuatu yang “Wah” apalagi mengklaim diri sudah lebih baik.

Jadi, jangan beranggapan yang terbalik, namun penghargaan ini merupakan “Setting” awal bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk menjadi lebih baik lagi. Targetnya, semua unit kerja harus
menjadi wilayah bebas korupsi.

“Ingat! Ada tiga hal pokok untuk mencapai predikat WBK, yakni peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik,” Wali Kota Lis menegaskan.

Ia juga berharap agar prestasi ini menjadi motivasi khusunya dalam pelayanan perizinan yang mengedepankan transparasi kepada masyarakat. “Dalam setiap pengurusan perizinan, harus dijelaskan prosesnya, sistimnya, hingga batas waktu penerbitan izinnya, sehingga semua unit PTSP menjadi satu kesatuan dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Predikat WBK Dinilai Tiga Institusi

Wako menerima penghargaan Wilayah Bebas Korupsi dari Menpan RB atas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu pintu Tanjungpinang (ft: hms pemko tpi)
Wako menerima penghargaan Wilayah Bebas Korupsi dari Menpan RB atas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu pintu Tanjungpinang (ft: hms pemko tpi)

Prestasi yang patut diacungkan jempol, dari 59 Kabupaten/Kota se-Indonesia sebagai “Role Model” Penyelenggaraan
Pelayanan Publik, Pemerintah Kota Tanjungpinang tercatat sebagai salah satu penerima penghargaan dengan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Untuk meraih WBK, Pemerintah Kota Tanjungpinang, dalam hal ini unit kerja Dinas Penanaman Modal (PM) dan
Pelayanan Satu Pintu (PTSP),
telah melalui proses seleksi yang panjang dengan evaluasi yang cukup ketat.

Wali Kota Lis Darmansyah menjelaskan, penilaian dan evaluasi terhadap daerah penerima WBK dilakukan oleh 3 (tiga) institusi, yaitu Kemenpan RB, Ombudsman, dan KPK. Yang akhirnya memberikan nilai Terbaik kepada unit kerja Dinas Penanaman Modal (PM) dan Pelayanan Satu Pintu (PTSP), sebagai Pelayanan
Publik Wilayah Bebas Korupsi (WBK)..

“Penilaiannya dari ketiga institusi tersebut, yang telah menilai apa yang kita peroleh disemua sektor. Namun begitu, penilaian WBK tidak terhenti di PTSP saja, tapi harus berjalan disemua wilayah pelayanan publik, agar kedepan mampu menjadi “zona Integritas” menuju WBK,” ujar Wali Kota “Entreprenuer” versi KIN ASEAN ini.

eitor: Tigor
sumber: Humas Pemko Tpi

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here