Delapan Jam Terapung di Laut, Enam ABK Kapal Putra Sulung Diselamatkan Nelayan

Tanjungpinang
Kepala SAR Tanjungpinang Budi Cahyadi, saat penjemputan korban di pelabuan Kijang, Bintan
Kepala SAR Tanjungpinang Budi Cahyadi, saat penjemputan korban di pelabuan Kijang, Bintan

Tanjungpinang-Kapal motor (KM) Putra Sulung yang hilang kontak sejak Minggu (17/12), akhirnya diketahui sudah tenggelam. Namun, enam ABK kapal selamat.

Menurut Kepala SAR Tanjungpinang, Budi Cahyadi, kapal karam disekitar perairan Mapur, kabupaten Bintan, akibat dihantam ombak besar.

Kurang lebih 8 jam, para ABK kapal terombang ambing ditengah laut. Namun Akhirnya mereka ditemukan dan diselamatkan oleh nelayan disekitar perairan tersebut.

Informasi awal diterima dari kru Pos Angkatan Laut di Senggarang, Tanjungpinang. Sebuah kapal motor yang bertolak dari Tarempa (kabupaten Anambas) lost contak disekitar perairan pulau Marapas, desa Mapur.

Kemudian Tim Basarnas diterjunkan ke TKP untuk melakukan penjemputan. Keenam awak kapal lalu dievakuasi melalui pelabuhan kelas II Sri Bayintan Kijang, kabupaten Bintan, provinsi Kepri.

“Keenam ABK selamat dan langsung mendapatkan penanganan tim medis pelabuhan kelas II Kijang,” ujarnya, pada Senin (18/12) sore, saat penjemputan di pelabuhan Kijang.

Budi Cahyadi menjelaskan, kapal bertolak dari pulau Tarempa, kabupaten Anambas tujuan pelabuhan Kijang. Setiba di perairan Mapur, kapal bermuatan ikan itu dihajar ombak besar.

 

Tim SAR saat evakuasi korban di pelabuhan Kijang
Tim SAR saat evakuasi korban di pelabuhan Kijang

Kejadiannya pada Senin 18 Desemner 2017, sekitar pukul 02.00 Wib. Karena kuatnya ombak, yang diperkirakan 4 meter, mengakibatkan lambung sebelah kanan kapal bocor. “Akhirnya kapal pun karam,” katanya.

Namun, keenam ABK kapal berhasil menyelamatkan diri dengan terjun ke laut. Mereka menggunakan peralatan kota Fiber ikan. Kemudian ditemukan nelayan setelah 8 jam terapung di laut.

Adapun keenam ABK itu, sebut Budi, anatara lain; Antonius (63), kapten KM. Putra Sulung, warga tarempa, Anambas, Erwan (46) dan Endes (21), sebagai ABK yang kuduanya tinggal di Gg Swadaya Tanjung Unggat, kota Tanjungpinang.

Selanjutnya, Muhammad Aziz (21), warga Tarempa, Rio Astar (18), warga Tanjung Unggat, kota Tanjungpinang, dan Cely 33 th, warga Mantang, Bintan. (Rp/Tr).

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here