Ternyata Duet Syahrul-Rahma Sudah Kantongi Restu Prabowo Subianto

Tanjungpinang
Salinan SK DPP Gerindra tentang persetujuan pasangan Syahrul-Rahma sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tanjujgpinang di Pilkada Tanjungpinang 2018
Salinan SK DPP Gerindra tentang persetujuan pasangan Syahrul-Rahma sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjujgpinang di Pilkada Tanjungpinang 2018

Kabar mengejutkan, diam-diam Rahma yang juga anggota DPRD Tanjungpinang dari Fraksi PDIP itu, ternyata sudah bermanuver dengan cara menyeberang ke kubu Syahrul hanya untuk mengincar kursi Wakil Wali Kota Tanjungpinang pada Pilkada 2018 ini.

Kabar Rahma “loncat pagar” dari partai yang telah membesarkannya di panggung politik itu, diketahui setelah beredarnya salinan surat keputusan (SK) DPP Gerindra tentang persetujuan duet Syahrul-Rahma sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang pada Pilkada Tanjungpinang 2018. Suluh Kepri juga mendapat salinan SK itu.

Dalam SK itu, ketua umum partai Gerindra Prabowo Subianto secara resmi telah merestui pasangan Syahrul dan Rahma maju di Pilwako Tanjungpinang 2018.

Persetujuan duet Syahrul-Rahma sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang dituangkan dalam SK DPP Gerindra bernomor: 12-543/8.I-KWK/DPD-Gerindra/2017.

SK itu ditandatangani diatas materai 6.000 oleh Prabowo Subianto selaku ketua dewan pembina/ketua umum Gerindra dan Ahmad Muzani sebagai Sekjen Gerindra, tertanggal 27 Desember 2017.

Bahkan informasi dari lingkaran tim suksesnya, Syahrul-Rahma akan menggelar deklarasi pasangan calon, pada 5 Januari 2018.

Namun belum diketahui, selain Gerindra, partai apa saja yang akan mengusung pasangan Syahtul-Rahma di Pilwako Tanjungpinang. Sebab, Gerindra hanya memiliki 3 kursi di DPRD Tanjungpinang dan sangat membutuhkan dukungan partai lain untuk memenuhi syarat minimal dukungan untuk mendaftar di KPUD.

Sementara sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari partai lain termasuk partai politik dalam koalisi Anak Pinang dan Setara, seperti Golkar, Demokrat, PPP, PKPI dan PKS, untuk mendukung pasangan Syahrul-Rahma.

Namun Kabar yang mencuat dengan masuknya nama Rahma sebagai pendamping Syahrul justru pemicu ketegangan bahkan perpecahan dalam koalisi Anak Pinang.

Partai Demokrat salah satunya yang sudah menyatakan untuk menarik diri dari koalisi jumbo “Anak Pinang” dengan 11 kursi di DPRD Tanjungpinang. Demokrat (3 kursi) akan mengalihkan dukungan ke pasangan Lis-Maya, yang merupakan rival tangguh Syahrul-Rahma di Pilwako nanti. (TR)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here