Lis vs Syahrul: Peran Dua Srikandi Tentukan Kemenangan

Tanjungpinang
Lis Darmansyah dan Syahrul

Tanjungpinang-Dua putra terbaik Tanjungpinang, Lis Darmansyah dan Syahrul dipastikan akan maju di Pilkada Tanjungpinang 2018. Keduanya sama-sama pemangku tahta kekuasaan di kota Gurindam itu.

Lis, sapaan akrabnya, adalah Wali Kota Tanjungpinang dan Syahrul sebagai Wakil Wali Kota Tanjungpinang, dengan masa jabatan 2013-2018, yang berakhir pada 16 Januari 2018.

Keduanya merupakan pemenang Pilkada Tanjungpinang 2012, dengan mengalahkan 3 rivalnya. Dengan kemenangan itu, Lis-Syarul telah menorehkan sejarah baru sebagai pemimpin di Tanjungpinang, melanjutkan pendahulunya, Suryatati A. Manan.

Suryatati yang dikenal sebagai “Perempuan Energik” dan kaya pantun itu, awet dan sukses berkuasa selama dua periode atau 10 tahun, sejak Tanjungpinang menjadi kota otonom.

Akan tetapi, ia gagal mewujudkan harapan putri kandungnya, Maya Suryanti untuk melanjutkan kepemimpinannya. Maya yang berpasangan dengan Tengku Dahlan, harus mengakui keunggulan pasangan Lis-Syahrul di Pilwako Tanjungpinang 2012.

Lima tahun tak terasa waktu berjalan, kepemimpinan Lis-Syahrul tinggal 12 hari lagi, dan akan menghadapi periode lima tahun berikutnya melalui Pilkada Tanjungpinang, yang juga disebut Pilwako atau pesta demokrasi daerah.

Lis dan Syahrul menjadi perhatian publik karena keduannya telah menyatakan maju ke panggung Pilwako Tanjungpinang. Hanya saja situasinya sudah berbeda. Lis-Syahrul yang dulunya duet kini “duel” umtuk merebut “Istana Senggarang” kota Tanjungpinang.

Lis disokong PDIP, partai yang membesarkan Sekretaris PDIP Kepri itu di pentas politik. Sedangkan Syahrul diusung Gerindra, yang kini dipercaya menjabat ketua Gerindra Kepri.

Lis Darmansyah dan Maya Suryanti
Lis Darmansyah dan Maya Suryanti

Inilah dinamika demokrasi dan konsekuensi dalam arena politik: Semua tergantung kepentingan sehingga kawan bisa jadi lawan, begitu sebaliknya.

Lis dan Syahrul tinggal selangkah lagi untuk mencatatkan namanya masing-masing sebagai kontestan Pilkada Tanjungpinang 2018. Jika tidak ada aral, mereka bersama pendampingnya akan mendaftar di KPUD Tanjungpinang, pada 8 Januari 2018.

Sejauh ini dengan sisa waktu 4 hari lagi, hanya Lis dan Syahrul yang dipastikan maju ke Pilwako Tanjungpinang. Adapun calon lain, seperti Ing Iskandarsyah dari PKS, masih dalam proses pembentukan poros baru, itupun jika memungkin lagi.

Unik dan bakal seru, itulah yang terlihat dalam pertarungan kursi nomor satu di Pilwako Tanjungpinang. Dua pasangan tangguh di Pilkada periide lalu, memilih bertarung untuk mengamankan tahta kekuasaan di kota Tanjungpinang.

Panggung perebutan kursi nomor satu Tanjungpinang itu, diprediksi cukup ketat. Lis dan Syahrul punya basis massa yang berbeda, dengan kekuatan yang sama-sama mumpuni.

Posisi pendamping mereka juga turut menjadi fokus perhatian. Sebab, Lis dan Syahrul, juga sama-sama didampingi perempuan tangguh, yakni Maya Suryanti yang mendampingi Lis Darmansyah dan Rahma sebagai pasangan Syahrul.

Dua srikandi ini bahkan disebut menjadi penentu kemenangan dalam pertarungan Pilkada Tanjungpinang 2018. Maya adalah mantan kontestan Pilkada Tanjungpinang 2012, yang meraih suara terbanyak kedua setelah pasangan Lis-Syahrul.

Syahrul dan Rahma
Syahrul dan Rahma

Dibelakang layar panggung, masih ada kekuatan perempuan energik yang bisa mendulang suara bagi pasangan Lis-Maya, yaitu Suryatati A. Manan yang tak lain, ibu kandung Maya Suryanti.

Suryatati adalah mantan Wali Kota Tanjungpinang, yang memiliki barisan pendukung yang kuat, khususnya dikalangan perempuan. Pergerakan Suryatati diyakini akan mendongkrak suara bagi kemenangan Lis-Maya.

Kekuatan yang dimiliki Lis-Maya belakangan menjadi koreksi sekaligus cermin bagi Syahrul dan tim pendukungnya. Kubu Syahrul bahkan rela putar haluan hingga 360 derajat, hanya untuk menyisiatasi keunggulan rivalnya itu.

Syahrul yang sebelumnya digadang akan didampingi dua kandidat kuat, yakni Ade Angga dan Iskandarsyah, terpaksa putar kemudi dengan memunculkan sosok perempuan, yakni Rahma, yang dicomot dari kader PDIP Tanjungpinang.

Meski masih menjabat anggota DPRD Tanjungpinang dari F-PDIP, dan dengan segala konsekuensi, Rahma rela mengorbankan karir politiknya di partai PDIP, hanya untuk didapuk sebagai wakil Syahrul.

Strategi kubu Syahrul ini terbilang jitu, karena mampu menyakinkan seorang Rahma hingga “lompat pagar” hanya untuk menjadi pendampingnya di Pilkada Tanjungpinang 2018.

Tentu dengan harapan, kehadiran Rahma mampu membongkar basis PDIP, sekaligus memecah konsentrasi pemilih perempuan, atau setidaknya menarik barisan konstituen Rahma di Pimilu 2014, yang saat itu meraih suara terbanyak di legislatif Tanjungpinang.

Lalu, siapa yang menjadi pemenang, jika Pilkada Tanjungpinang 2018, “Head To Head” antara Lis-Maya versus Syahrul-Rahma? Nanti akan terjawab pada hari pemugutan suara (pencoblosan), siapa yang menjadi pilihan masyarakat, itulah yang layak memimpin kota Tanjungpinang lima tahun kedepan. (Tigor R)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here