Tumbuhkan Kecintaan Budaya, STAI Natuna Gelar Pagelaran Seni Tingkat Pelajar

663
Tanjungpinang
Salah satu penampilan dari sanggar seni
Salah satu penampilan dari sanggar seni

Natuna-Dalam rangka menumbuhkan rasa kecintaan pemuda sebagai generasi bangsa, terhadap budaya dan sekaligus menggali potensi bidang seni, Dewan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna menyelenggarakan “Pagelaran Seni Tingkat Pelajar SMP/SMA Natuna”

Pagelaran Seni ini mungusung tema “Unjuk Kreatifitas Pemuda dengan Mengembangkan Budaya Melayu” yang dilaksanakan pada Sabtu (06/01) pukul 19.30, di gedung Sri Srindit Batu Hitam, Natuna.

Acara ini dihadiri Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, yang datang bersama rombongan pejabat Pemkab Natuna. Ngesti disambut sebuah Tari Kolosal dari pelajar SMP 1 Bunguran Timur, yang dibawakan 20 orang penari.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memicu generasi yang peduli terhadap budaya dan tradisi daerahnya sendiri, khususnya budaya Melayu,” ungkap Ngesti dalam sambutannya, Sabtu (6/1).

Ia mengingatkan agar generasi tetap diawasi dan diarahkan seiring perkembangan teknologi canggih saat ini.

Menurutnya, budaya barat semakin gampang masuk ke Indonesia melalui informasi internet, dan sangat kuat mempengaruhi bahkan bisa menyingkirkan budaya dan tradisi yang sudah diwariskan secara turun temurun.

Untuk itu, kata Ngesti, masyarakat khususnya pelajar sebagai generasi bangsa agar tidak malu-malu untuk memperkenalkan budaya daerahnya sendiri sebagai aset bangsa yang sangat berharga.

Para penari yang berasal dari kalangan pelajar
Para penari yang berasal dari kalangan pelajar

“Kita harus berlomba-lomba memperkenalkan budaya kita kepada orang lain bahkan bangsa lain sebagai bentuk kecintaan kita pada budaya sendiri,” Ngesti menghimbau.

Ketua panitia Pagelaran Seni Bujang Harun menyampaikan, Pagelaran Seni ini untuk melestarikan sekaligus menumbuhkan kecintaan para pelajar kepada budaya daerahnya sendiri yakni budaya Melayu sebagai budaya bangsa.

Dengan demikian, sambungnya, pelajar sebagai generasi harapan bangsa dapat mengenal dekat seperti apa tradisi maupun budaya daerahnya sendiri. Ini mampu membentengi pengaruh budaya barat yang saat ini gampang masuk ke daerah Natuna.

“Kita harus mencintai budaya Melayu agar Melayu tidak hilang ditelan bumi. Memang untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap tradisi itu pekerjaan yang sulit di zaman teknologi internet. Tapi kita harus tetap berupaya untuk mengenalkan budaya Melayu kepada generasi,” katanya.

Pagelaran seni ini diikuti sejumlah peserta yang berasal dari berbagai Sanggar Seni, yakni Sanggar Tapak Melayu, Dinamahkota, Sanggar Langkadura, Sanggar Tiara Mayang, Pelajar SMP & SMA sederajat dan Sanggar Sri Maha Dewi.

Yusmirawati mengaku senang dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurut penari dari Sanggar Dinamahkota ini, ia dan teman-temannya semakin mengenal dekat budaya Melayu.

Kegiatan seperti ini sangat baik dan bermanfaat bagi pelajar. Sebab di zaman sekarang banyak pemuda yang tidak peduli terhadap budaya sendiri. Bahkan untuk melihat acara budaya seperti ini mereka bermalas-malasan.

“Tapi kalau menonton pagelaran “band rock n roll” langsung hadir seraya tak ingin ketinggalan,” kata Yusmirawati prihatin. (Vivi).

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here