Kerab Menelan Korban, Pemkab Bintan Buat “Zona Berenang” di Pantai Trikora

Tanjungpinang
Bupati Bintan Apri Sujadi (kiri)
Bupati Bintan Apri Sujadi (kiri)

Bintan-Kawasan pantai Trikora di kabupaten Bintan, menjadi salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi warga sekitar, bahkan masyarakat dari kota Tanjungpinang dan Batam.

Pantainya yang luas dan berpasir putih dengan panorama indah menjadi daya tarik untuk membuat orang ingin datang untuk berenang. Kawasan pantai Trikora memang cocok untuk wisata keluarga.

Namun akhir-akhir ini banyak peristiwa hingga menelan korban jiwa, yang diduga tenggelam terseret ombak dan arus laut. Biasanya terjadi pada perubahan cuaca, pada akhir tahun.

Karena air lautnya yang bening, orang yang berenang bisa terlalu asyik hingga berenang jauh ke tengah. Tanpa disadari ombak datang yang disertai arus kuat, yang menyeret tubuhnya. Seketika menjerit minta tolong lalu menghilang. Sebagian dari mereka ada yang bisa diselamatkan, namun sebagian lagi ditemukan sudah meninggal dunia.

Kondisi ini turut menjadi perhatian Pemkab Bintan. Rencananya akan membuat zona aman berenang atau garis pembatas untuk berenang bagi pengunjung yang berwisata disepanjang kawasan pantai Trikora.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zaiman Prawira, langkah awal akan membahasnya dengan beberapa dinas dan instansi terkait, yang juga melibatkan para pengelola wisata di kawasan pantai Trikora.

“Jadi, kita bahas dulu dengan dinas dan instansi terkait, setelah disepakati baru direalisasikan pemasangan garis pembatas aman berenang,” papar Luki, Selasa (9/1).

Setelah terealisasi, maka pengunjung hanya dibenarkan berenang diwilayah garis pembatas aman tersebut. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Sebab, katanya, Pemkab Bintan selalu berkoordinasi dengan Polres Bintan, Tagana Bintan, Tim SAR dan Anggota Pramuka untuk antisipasi, seperti pendirian Pos Pengamanan disekitar pantai.

Salah satu panorama pantai Trikora, kabupaten Bintan
Salah satu panorama pantai Trikora, kabupaten Bintan

“Kita sudah berupaya maksimal untuk antisipasi, namun kejadian yang tidak diinginkan tetap saja terjadi,” ujarnya.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengapresiasi atas kerjasama pihak-pihak terkait, yang selama ini berperan dalam penanganan pengamanan kawasan pantai Trikora.

Ia menilai, bahwa aparat Polres Bintan, Tagana Bintan, Tim SAR dan Anggota Pramuka serta pihak terkait lainnya, sudah bekerja keras untuk pengamanan wisatawan khususnya di akhir tahun.

“Kita sudah koordinasikan sebelumnya, dan mengigatkan para pengunjung agar berhati-hati saat berenang terutama dalam perubahan cuaca di akhir tahun. Namun kita sangat menyesalkan, kejadian sama tetap terjadi,” kata Apri.

Terkait pembuatan garis aman berenang, Apri menginstruksikan agar BPBD Bintan, Dinas Perhubungan Bintan, Dinas Perikanan dan Kelautan Bintan, Dinas Pariwisata Bintan dan instansi lainnya dapat segera berkoordinasi.

Ia meminta agar para pengelola di kawasan pantai Trikora turut dilibatkan dalam pertemuan rencana pemasangan garis pembatas berenang.

” Dengan harapan tahun 2018 ini bisa merealisasikan pemasangan garis pembatas aman berenang bagi wisatawan di pantai Trikora,” ujar Apri. (TR/MCB)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here