Bupati Bintan Tinjau Pembangunan Jembatan Pengujan

Tanjungpinang
Bupati Bintan Apri Sujadi saat meninjau pembangunan jembatan Pengujan (1)
Bupati Bintan Apri Sujadi saat meninjau pembangunan jembatan Pengujan (1)

Bintan-Ruyah, 50 tahun, spontan melempar senyum ketika kabar pembangunan Jembatan Pengujan akan dilanjutkan ke Tahap II tahun 2018, mendarat ke telingannya.

Wanita Paruh Baya itu, dan warga lainnya di Dusun II Desa Pengujan, bukan main gembirannya saat kedatangan Bupati Bintan Apri Sujadi untuk bersilaturahmi sekaligus meninjau pembangunan jembatan tahap I tahun 2017 lalu.

“Kami sugah menunggu pembangunan jembatan Pengujan selama 28 tahun ini, dari tahun 1990 tak kunjung terlaksana,” ungkapnya, Rabu (17/8) disela-sela silaturahmi Bupati Bintan, di desa Pengujan.

Bupati Bintan Apri Sujadi menegaskan Pemkab Bintan dalam tahun 2018 akan menyelesaikan pembangunan Jembatan Pengujan Tahap II, dengan alokasi anggaran sekitar 8 Milyar Rupiah dari APBD Bintan 2018.

“Kita memiliki beberapa proyeksi pembangunan di tahun 2018, salah satu prioritasnya menyelesaikan pembangunan jembatan Pengujan tahap II, dengan anggaran 8 Milyar Rupiah ” ungkapnya.

Apri menjelaskan Jembatan Pengujan Tahap II merupakan salah satu prioritas pembangunan Pemkab Bintan, setelah pembangunan Tahap I selesai pada tahun anggaran 2017, senilai 6 Milyar Rupiah.

“Kita ingin meninjau pembangunan di Pengujan, salah satunya realisasi pembangunan Jembatan Pengujan Tahap I. Kami juga ingin menampung aspirasi berkaitan program-program pemerintah daerah agar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat ” ujarnya.

Bupati Bintan Apri Sujadi saat meninjau pembangunan jembatan Pengujan (2)
Bupati Bintan Apri Sujadi saat meninjau pembangunan jembatan Pengujan (2)

Sementara Kepala Dinas PUPR Bintan Junirianto menyebutkan Jembatan Pengujan merupakan salah satu proyeksi pembangunan tahun 2018 dibawah kendali Dinas yang dipimpinya itu.

Desa Pengujan berpenduduk kurang lebih 300 KK. Untuk menghubung Dusun I dengan Dusun II, di Desa Pengujan, selama ini warga hanya mengandalkan transportasi Pok Cai (rakit dari kayu beratap alumunium dengan P=18 m dan L=6 meter.

“Kami harus menunggu Pok Cai untuk menyeberang, dari urusan belanja ke pasar, sekolah dan berobat dengan Pok Cai. Alhamdulillah, bila jembatan selesai kami bisa mudah kemana-mana,” kata. Ruyah. (TR/MCB)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here