Kabupaten Bintan, dari Wisata Hingga Aneka Durian Unggulan

Tanjungpinang
Bupati Bintan meninjau lahan varietas Durian Canne asal Thailand di Desa Toapaya Utara, Kec Toapaya, Bintan.
Bupati Bintan meninjau lahan varietas Durian Canne asal Thailand di Desa Toapaya Utara, Kec Toapaya, Bintan.k

Bintan-Kabupaten Bintan merupakan daerah dengan potensi alam yang luar biasa. Kabupaten yang bertetangga dekat dengan Kota Tanjungpinang itu, memilik panorama alam yang sangat indah.

Daerah yang kini dinahkodai Apri Sujadi, Bupati Bintan itu menjadi salah satu objek wisata termasyhur di jagat raya Indonesia bahkan dunia, yang sering dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Kawasan wisata Lagoi sebagai ikon objek wisata di Kabupaten Bintan, yang saat ini bersaing ketat dengan kawasan wisata Pulau Dewata, Bali.

Sebagi daerah pesisir pantai, Bintan juga dikenal sebagai penghasil aneka jenis ikan laut, bahkan penduduknya secara turun menurun hingga saat ini masih melaut sebagai nelayan tradisional.

Selain itu, Bintan yang dulunya kabupaten induk bernama Kepri sebelum lahirnya Provinsi Kepri, juga menyimpan beragam produk pertanian, yang salah satunya buah Durian.

Para penikmat buah durian dari wilayah Kepri bahkan wisatawan luar negeri, sudah lama dimanjakan dengan nikmat dan lezatnya rasa buah Durian asli Bintan, dengan aneka jenis Durian unggulan yang tak kalah dengan Durian di daerah lain dan luar negeri.

Tak heran, saat musim buah Durian banyak yang datang bersama keluarga ke Bintan, hanya untuk merasakan lezatnya Durian khas Bintan, dengan ragam varietas Durian.

Untuk mempertahankan dan menambah cita rasanya, para petani dalam Kelompok Tani Sari Makmur di Desa Toapaya Utara, Kec Toapaya akan membudidayakan aneka varietas Durian unggulan.

Di lahan seluas 3 hektar, Kelompok Tani akan menanam sedikitnya 1.000 lebih bibit Durian. Selain itu, juga menanami bibit bermacam buah-buahan seperti jambu, rambutan, kelengkeng, mangga dan tanaman hias.

“Petani dalam Kelompok Tani Sari Makmur akan menanami lebih dari 1.000 jenis bibit Durian, baik Durian asli Bintan maupun bibit import,” ungkap Camat Toapaya Riang Anggraini, Kamis (18/1), di Toapaya, Bintan.

Ia berharap budidaya beragam jenis varietas Durian unggulan ini bisa menjadi ikon bagi Kabupaten Bintan. “Kita bangga dan sangat mendukung kegiatan Kelompok Tani disini, yang melakukan pembibitan aneka Durian unggulan,” ujarnya.

Saat ini, katanya, varietas Durian import yang sudah dikembangkan di Desa Toapaya Utara, adalah Durian Canne yang berasal dari Thailand. Durianya berbentuk kerucut, tajam dan tersusun agak rapat, dengan tekstur kulit kuning kecokelatan.

Sedangkan kulit buahnya tipis, antara 3-5 mm, namun daging buahnya cukup tebal, berlemak, dan berwarna kuning. Ukuran buahnya besar, dengan berat rata-rata 2-4 kg per buah. “Jenis Durian ini masa produktifnya cepat, sekitar 5 tahun sudah berbuah,” katanya menjelaskan.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengakui bahwa Kecamatan Toapaya merupakan kecamatan unggulan untuk pengembangan agrowisata, termasuk pengembangan varietas Durian yang menjadi ciri khas tersendiri.

“Citarasa Durian Kabupaten Bintan sudah dikenal diberbagai daerah. Para petani harus mempertahankan varietasnya sehingga rasanya tetap enak dengan rasa khas daerah Bintan,” kata Apri saat meninjau lahan pembibitan varietas Durian di Lome Km 42, Desa Toapaya Utara, Kec Toapaya, Bintan, Kamis (18/1) sore. (TR/MCB).

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here