Bakal Calon Kepala Daerah Ini Bentang Baliho: “Saya Perempuan Anti Korupsi”

994
Tanjungpinang

 

Inilah baliho Rahma: "Saya Perempuan Anti Korupsi" yang dibentang di Pamedan
Inilah baliho Rahma: “Saya Perempuan Anti Korupsi” yang dibentang di Pamedan

Tanjungpinang-Sebuah baliho yang terpangpang lantang di Bundaran Pamedan, Kota Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepri itu, mampu mencuri perhatian para pengendara yang sedang berhenti menunggu lampu lalulintas.

Tampak gambar seorang perempuan berwajah mungil, yang menyampaikan sebuah pesan yang cukup menantang. “Saya Perempuan Anti Korupsi” demikian ungkapannya pada Baliho berukuran besar itu. Siapa sebenarnya sosok perempuan ini?

Namanya adalah Rahma, yang dikenal sebagai Anggota DPRD Tanjungpinang, periode 2014-2019. Dia politisi perempuan berpenampilan cukup sederhana, tapi energik dan gagah berani bersuara lantang melawan tindakan yang tidak berpihak kepada masyarakat.

Apalagi terhadap perbuatan korupsi, dia disebut paling berani bersikap keras dan tak pernah gentar walau harus menerima segala konsekuensi. Begitu sejumlah politisi dan konstituenya mengenal Rahma.

Sosok perempuan sederhana ini kini dikenal sebagai salah satu bakal calon dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tanjungpinang 2018, yang menjadi pendamping Syahrul. Pada Pilwako tahun ini, Syahrul dan Rahma, telah mendaftar ke KPUD Tanjungpinang, sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, periode 2018-2023.

Baliho Rahma (sudut kanan warna kuning) di Bundaran Pamedan, Tanjungpinang
Baliho Rahma (sudut kanan warna kuning) di Bundaran Pamedan, Tanjungpinang

Lalu, apa pesan yang ingin disampaikan Rahma kepada masyarakat Tanjungpinang, hingga memajang sebuah baliho jumbo yang memuat foto dirinya dengan sebuah pesan tak biasa dan sangat menantang: “Saya Perempuan Anti Korupsi”

Rahma mengatakan dirinya bukanlah bermaksud sesumbar membuat baliho itu, tapi ingin berpesan sekaligus mengajak masyarakat Tanjungpinang agar berani melawan korupsi dengan perbuatan kejujuaran, yang harus dimulai dari diri sendiri dan dari dalam keluarga sendiri.

“Mengedepankan kejujuran harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dan itu merupakan langkah awal melawan korupsi,’ tegas Rahma, Jumat (2/2), ditanya soal seruan “Saya Perempuan Anti Korupsi” dalam balihonya.

Melawan korupsi rupanya sudah terpatri dalam hidup Rahma, dan ia teguh memegang komitmen itu ketika masuk ke panggung politik, yang sekaligus membuat kinclong karir politiknya. Pada Pemilu 2014 lalu, ia tercatat sebagai peraih suara terbanyak di legislatif Tanjungpinang.

Rahma bersama perempuan Indonesia dalam sebuah acara kampanye anti korupsi
Rahma bersama perempuan Indonesia dalam sebuah acara kampanye anti korupsi

Memang benar, baliho Rahma: Saya Perempuan Anti Korupsi, bukanlah sebuah pencitraan. Rahma ternyata sebagai salah satu perempuan Indonesia yang bergabung dalam gerakan “Saya Perempuan Anti Korupsi” disingkat SPAK.

Gerakan SPAK adalah binaan dari lembaga antirasuah di negeri ini, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang dibentuk beberapa tahun lalu. SPKA merupakan relawan KPK yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, untuk mengkampanyekan anti korupsi di republik yang kini masih marak korupsi itu.

Bahkan, Basaria Panjaitan, salah seorang pimpinan KPK dari kaum perempuan mendorong para Relawan SPAK untuk berjuang menduduki jabatan-jabatan strategis di negeri ini, baik eksekutif dan legislatif.

Menurut Rahma, melawan korupsi tidak ada kata menunggu nanti, besok atau lusa. “Tapi dari sekarang harus berani mengikrarkan diri untuk anti korupsi, agar kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara lebih baik lagi,” ungkapnya.

Kata Rahma, alangkah indahnya sebuah kehidupan yang mendapat berkah berlimpah dari Allah SWT, karena sebuah pilihan hidup di jalan yang lurus dan benar.

Rahma dalam sebuah kampanye anti korupsi di Makasar
Rahma dalam sebuah kampanye anti korupsi di Makasar

Sosok perempuan ini memang jauh dari hingar bingar panggung pencitraan, meski banyak catatan yang digoreskan dalam membantu warga selama berkarya di legislatif Tanjungpinang.

Namun kaca mata publik tidak pernah bohong, buktinya nama Rahma akhirnya diterima sebagai pendamping Syahrul di Pilkada Tanjungpinang, yang mendapat sokongan dari para tokoh masyarakat, untuk menjadi pemimpin Kota Tanjungpinang, 5 tahun kedepan.

Syahru-Rahma kini resmi berpasangan di Pilwako Tanjungpinang, dan telah mendaftar di KPUD Tanjungpinang, untuk mendapatkan penetapan sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang di Pilkada 2018.

Perjalanan Rahma menuju panggung Pilkada sangat fenomenal, yang sekaligus menjadi pusat perhatian masyarakat Tanjungpinang, sebagai sosok perempuanĀ  yang gagah berani. Karena langkah politiknya maju menjadi wakil Syahrul, terbilang berani untuk seorang perempuan.

Mendampingi Syahrul, berarti Rahma harus mundur dari DPRD Tanjungpinang, dan lebih dari itu, ia berani menjadi rival dari calon yang diusung PDIP, partainya sendiri sebelum Rahma bergabung ke partai Golkar. (TR)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here