Gembong Narkoba Ini Tawarkan Suap Rp 8 Milyar, Buwas Maunya 4 Triliun

Tanjungpinang
Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas)
Kepala BNN Komjen Budi Waseso (ft.jp)

Jakarta-Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Jendral (Dirjen) Bea dan Cukai menggelar operasi gabungan selama sepuluh hari di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Dari operasi itu, seperti dilansir JawaPos.com, petugas gabungan berhasil mengungkap aksi tiga penyelundupan narkoba, dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 110,8 kilogram dan sekitar 28.300 pil ekstasi.

Ternyata salah satu tersangka berinisial Toge, seorang tahanan yang sudah 2 kali divonis hukuman mati. Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) merasa heran Toge masih bebas menyetir peredaran narkoba secara superior.

Toge bersama 11 rekannya diciduk terkait penyelundupan narkotika di Aceh dan Sumatera Utara. Operasi ini dilaukan tim gabungan dari BNN dan Bea dan Cukai selama sepuluh hari, sejak 20 Januari 2018 lalu.

Pengungkapan kasus ini punya imbas positif yang diperkirakan telah menyelamatkan 60 ribu manusia dari bahaya narkoba.

Kata Buwas, hampir 50 persen penjualan narkoba dikendalikan dari balik lapas. Faktanya seperti Toge yang tak kunjung dieksekusi meski sudah 2 kali divonis mati majelis hakim.

Menurutnya, kondisi itu menyulitkan petugas untuk memutus rantai peredaran narkoba di Indonesia. Karena para gembong yang tak kunjung dieksekusi akan terus beroperasi dari balik jeruji.

Nah, rupannya Buwas punya cerita menarik saat pertama kali menangkap Toge. Gembong narkoba itu pernah berupaya menyuap Buwas sebesar Rp 8 milyar.

Toge, kata Buwas, memberi tawaran Rp 4 milyar dibayar cash, sisanya dicicil dari hasil penjualan narkotika.

“Jadi dulu dia berusaha nyuap saya, dulu penawarannya Rp 8 miliar dikasih cashnya Rp 4 miliar,” ungkap Buwas di Aula Mezanin Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakata Pusat, Rabu (7/2) lalu.

Namun Buwas menolak mentah-mentah tawaran suap itu, karena menganggap nilainya terlalu kecil. Kalau penawaran suapnya mencapai 4 triliun, ujar Buwas, bisa jadi bahan pertimbangan untuk berubah pikiran.

“Nyuap saya dengan Rp 4 miliar saya gak mau, kalau Rp 4 triliun ya mikir-mikir juga lah,” ujar Buwas sambil tertawa.

“Salahnya gak dikasih langsung ke kepala BNN jadi ketahuan, coba kalau langsung sama saya, aman,” imbuhnya dengan gelak tawa kembali.

Sebenarnya, ucapan Buwas ini sebagai bentuk sindiran kepada Toge, yang sudah dua kali menerima vonis hukuman mati namun masih bebas mengatur peredaran narkoba. Yang sekaligus menjadi keprihatinan Buwas. (tr/jp)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here