Relawan SABAR Suarakan Ke-Bhinneka Tunggal Ika-an, Ade: Masyarakat Sudah Cerdas

Tanjungpinang
Dari kiri: Ade Angga bersama Paslon Syahrul-Rahma saat deklarasi Paslon, beberapa waktu lalu
Dari kiri: Ade Angga bersama Paslon Syahrul-Rahma saat deklarasi Paslon, beberapa waktu lalu

Tanjungpinang-Barisan relawan Syahrul-Rahma menyuarakan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dalam memenangkan Pilkada Tanjungpinang.

Mereka tak ingin dipecah-belah apalagi diadu domba oleh politik SARA yang hanya memetik untung sesaat bagi sekelompok orang tertentu, namun berdampak luas ditengah masyarakat.

Ketua Tim Pemenangan Syahrul-Rahma, Ade Angga merasakan suasana kebersamaan dan persaudaran yang kuat ditubuh relawan Syahrul-Raham yang tergabung dalam ‘Relawan SABAR’.

Ia melihat saat ini masyarakat sudah sangat cerdas dalam berpolitik karena banyak belajar dari pengalaman perhelatan pesta demokrasi sebelumnya.

Ketua Golkar Tanjungpinang ini bercermin dari Relawan SABAR yang bisa bersatu dari perbedaan yang ada, untuk memenangkan Syahrul-Rahma menjadi pemimpin di daerahnya, Kota Tanjungpinang.

Sebab, kata Ade, Relawan SABAR datang dari berbagai kalangan atau kelompok sosial, bahkan dari beragam suku dan agama yang tidak lagi memandang perbedaan dalam suatu perjuangan.

Ade Angga dan pengurus Golkar Tanjungpinang saat menyerukan penolakan politik SARA, politik uang dan politik curang di Pilkada Tanjungpinang
Ade Angga dan pengurus Golkar Tanjungpinang saat menyerukan penolakan politik SARA, politik uang dan politik curang di Pilkada Tanjungpinang

“Relawan SABAR benar-benar mencerminkan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an,” ungkapnya, Senin (12/2), di Tanjungpinang.

Tentunya, keterbukaan dalam relawan SABAR merupakan cermin kepribadiaan Syahrul-Rahma yang mendapat dukungan masyarakat karena keduannya dinilai sebagai sosok pemimpin perubahan bagi Kota Tanjungpinang.

Terbukti, ujar Ade, jaringan relawan SABAR terus mengakar yang saat ini telah tersebar diseluruh tingkat kecamatan/kelurahan diwilayah Kota Tanjungpinang, bahkan kelompok kecil ditengah warga.

“Saya merasa kagum hingga sulit menjelaskan bagaimana perbedaan itu bisa menyatu dan merapatkan barisan untuk memenangkan Sayahrul-Rahma di Pilkada Tanjungpinang,” ujarnya.

Selepas Penetapan Paslon peserta Pilkada Tanjungpinang 2018, Ade Angga bersama jajaran pengurus Golkar Tanjungpinang, juga membuat pernyataan yang menolak politik SARA dan politik curang serta mengharamkan money politik di Pilkada Tanjungpinang 2018.

“Kami dari pengurus Golkar Tanjungpinang sebagai bagian dari Tim Pemenangan Syahrul-Rahma menolak politik SARA dan politik curang serta mengharamkan money pooitik di Pilkada Tanjungpinang,” seru Ade bersama jajarannya pengurusnya. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here