Pilkada Tanjungpinang 2018 Harus Menjadi “Role Model” Bagi Daerah Lain

Tanjungpinang
Pery Rehendra Sucipta
Pery Rehendra Sucipta

Dosen yang juga Peneliti Laboratorium Hukum UMRAH Pery Rehendra Sucipta mengatakan, pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tanjungpinang 2018, harus dilaksanakan secara demokrastis dengan berbasis pada Demokrasi Pancasila.

Untuk itu, Pery berharap agar para calon kepala daerah serta partai politik pendukungnya dapat mewujudkan pesta demokrasi daerah Tanjungpinang yang mencerminkan Demokrasi Pancasila, yaitu demokrasi yang dijiwai nilai ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab, nilai persatuan dan keadilan.

“Pilkada Tanjungpinang 2018 harus mampu menjadi cermin dan role model (panutan) bagi Pilkada daerah lain,” kata Pery kepada Suluhkepri.com, Senin (19/2), di Tanjungpinang.

Menurutnya, pelanggaran-pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada juga harus bisa diminimalisir secara bersama-sama, karena tanggung jawab Pilkada tidak sepenuhnya dipundak penyelenggara Pilkada.

“Namun begitu, KPUD juga harus bersikap netral selaku penyelenggara dan Panwaslu bisa melaksanakan tugasnya sebagai wasit yang tegas,” ujarnya.

Seperti diketahui, KPUD Tanjungpinang telah menetapkan dua pasangan calon peserta Pilkada Tanjungpinang 2018, yakni Syahrul-Rahma nomor urut 1 dan Lis-Maya nomor urut 2.

Sesuai jadwal KPUD, masa kampanye dilaksanakan dari tanggal 15 Februari hingga 23 Juni 2018. Sedangkan pemungutan suara akan diselenggarakan pada 27 Juni 2018.

Pasangan calon yang dinyatakan menang, akan menjabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, periode 2018-2023.(tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here