Sejumlah Tokoh Akan Gelar Diskusi Publik, Chori: Evaluasi Kinerja Gubernur Nurdin

Tanjungpinang
Rapat koordinasi persiapan acara coffee morning dalam diskusi publik mengevaluasi kinerja Gubernur Kepri Nurdin Basirun selama 2,5 tahun ini
Rapat koordinasi persiapan acara coffee morning dalam diskusi publik mengevaluasi kinerja Gubernur Kepri Nurdin Basirun selama 2,5 tahun ini

Tanjungpinang-Kinerja Nurdin Basirun sebagai Gubernur Provinsi Kepri akhir-akhir ini menjadi perhatian sejumlah kalangan masyarakat. Selama dua setengah tahun Pemerintahan Sanur di Kepri, dinilai tidak menunjukkan kemajuan daerah.

Terhadap kondisi ini sejumlah kalangan kemudian membentuk sebuah forum masyarakat sebagai bentuk keprihatinan kepemimpinan Nurdin Basirun sebagai Gubernur Kepri.

Forum ini dikoordinir oleh Andi Chori Patahudin, yang juga sebagai inisiatornya. Andi Chori mengaku pergerakannya mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat termasuk sejumlah tokoh, politisi, akademisi dan aktivis mahasiswa.

Dari masukan yang diterima, kata Chori, banyak hal yang menjadi tolak ukur untuk menilai buruknya kinerja Pemerintahan Provinsi Kepri, sejak dinahkodai Nurdin Basirun, menggantikan Alm. Ayah Sani, mantan Gubernur Kepri, periode 2016-2021, yang wafat dalam tugas negara.

Yakni, dari sisi ekonomi, politik dan hukum. Lihat saja, katanya, selama perjalanan Pemerintahan Provinsi Kepri dibawah kepemimpinan Nurdin Basirun, ekonomi Kepri kian terpuruk dan situasi politik kurang kondusif.

Ia menilai kondisi yang memprihatinkan ini bisa terjadi disebabkan kebijakan Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang tidak berpihak kepada kepentingan daerah dan masyarakat Kepri.

“Ini sangat memprihatinkan sekali dengan buruknya kinerja pemerintahan daerah Kepri, selama dua setengah tahun ini. Kita sebagai warga Kepri tidak bisa menutup mata lagi, dan harus bergerak untuk menyuarakan kepentingan rakyat Kepri,” ujarnya, dalam rapat koordinasi, Minggu (4/4), di bilangan Jl. MT. Haryono, Km 3, Tanjungpinang.

Andi Chori mengatakan, tempat rapatnya itu sebagai rumah dalam persiapan agenda kegiatan lanjutan, yang dinamai: Posko Keprihatinan Kepemimpinan Nurdin Basirun Sebagi Gubernur Kepri. Dalam rapat itu hadir sejumlah tokoh muda dari berbagai elemen masyarakat.

“Ini bentuk keseriusan kita untuk menyuarakan kepentingan orang banyak. Rapat koordinasi ini untuk membentuk tim kerja dan membahas sejumlah agenda penting lainnya,” katanya.

Sebagai inisiator, Andi Chori mengaku sudah banyak mendengar dan menerima masukan dari berbagai tokoh masyarakat, juga pemerhati ekonomi, politik dan hukum, kalangan akademisi dan mahasiswa serta para aktivis dari berbagai LSM.

“Semuanya merasakan hal sama: ekonomi Kepri terjun payung dengan kondisi politik yang kurang kondusif,” katanya.

Namun begitu, Andi Chori tidak ingin tujuan mulia untuk membela kepentingan orang banyak justru dipolitisir sebagai kepentingan pribadi apalagi untuk membonceng kepentingan kelompok tertentu.

Maka dari itu, pergerakannya dalam rangka evaluasi kinerja Pemerintahan Provinsi Kepri, dalam 42 bulan ini, merasa perlu menggelar diskusi publik bertajuk: “Evaluasi Kinerja Nurdin Basirun sebagai Gubernur Kepri Dalam 2,5 Tahun”‘.

“Tujuan baik kita ini sepertinya ada yang menggoreng-goreng yang menyebut ada agenda terselubung. Saya tersenyum saja mendengarnya. Nanti, dalam diskusi publik akan dibedah bersama seperti apa sebenarnya kondisi pembangunan Kepri salam 2,5 tahun terakhir ini,” paparnya.

Dalam diskusi publik nanti, ungkap Andi Chori, paniti kerja yang sudah dibentuk akan melibatkan sejumlah tokoh masyarakat, politisi, OKP, Ormas, LSM, akademisi, organisasi mahasiswa dan para aktivis yang ada disejumlah daearah diwilayah Provinsi Kepri.

“Ini pokok bahasan kita hari ini. Karena banyak masukan agar digelar diskusi publik sebagai barometer evaluasi. Kita sudah sepakati itu. Diskusi publik akan digelar dalam waktu dekat ini. Tanggalnya, 11 Maret 2018 ini, tempatnya belum kita tentukan,” ujarnya.

Dalam diskusi publik tersebut, kata Chori, pihaknya akan mengundang sejumlah tokoh masyarakat, politisi dan akademisi serta tokoh muda dari berbagai elemen masyarakat untuk memberikan masukan-masukan bagi pembangunan Provinsi Kepri kedepan, yang nanti akan disampaikan secara terbuka kepada Gubernur Kepri.

“Saat ini saja sudah banyak para tokoh masyarakat dan sejumlah elemen yang menyatakan untuk bersedia hadir. Kami perkirakan pesertannya bisa mencapai lebih dari seratus orang,” ujarnya. (tr).

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here