Intervensi Wagub Kepri dan Ucapan “Cuci Pring” Jadi Blunder Gubernur Nurdin

Tanjungpinang
Gubernur Kepri Nurdin Basirun (ft.edisidumai)
Gubernur Kepri Nurdin Basirun (ft.edisidumai)

Tanjungpinang-Diam-diam ternyata Gubernur Kepri Nurdin Basirun menunjukkan sikap kontra terhadap proses politik di DPRD Provinsi Kepri, terkait penetapan Wagub Kepri, sisa masa jabatan 2016-2021.

Buktinya, Gubernur Nurdin ikut mengintervensi hasil paripurna DPRD Kepri, pada 7 Desember 2017 lalu, yang menetapkan Isdianto, mantan pejabat di pemerintahanya, sebagai Wakil Gubernur Kepri. Intervensi itu dengan pengajuan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Batam, melalui kuasa hukumnya.

Disatu sisi, Gubernur Nurdin Basirun selalu bersemangat menyampaikan di depan rakyatnya, bahwa dirinya sangat butuh dan ingin cepat-cepat punya pendamping untuk membantu beban tugasnya dalam mengemban amanah rakyat untuk percepatan pembangunan Provinsi Kepri.

Intervensi itu baru terkuak ke publik setelah ramai diberitakan media. PTUN Batam mengandaskan keinginan sang Gubernur Kepri, untuk membatalkan hasil paripurna DPRD, terkait penetapan Isdianto sebagai Wagub Kepri.

Sikap penolakan Gubernur terhadap penetapan Wagub Kepri, tentu saja mengejutkan masyarakat Kepri. “Ada apa ya dengan Pak Nurdin Basirun, Gubernur Kepri, pemimpin rakyat Provinsi Kepri itu,” begitu publik bertanya-bertanya dengan menaruh curiga.

Seperti reaksi tidak simpatik yang ditunjukkan Datok Mustafa Abas, tokoh masyarakat Kepri itu, terhadap langkah intervensi dari Gubernur Nurdin Basirun.

“Itulah benang merahnya selama ini. Saya yakin dan percaya Pak Nurdin Basirun sebagai Gubernur Kepri, tidak ingin ada Wakil Gubernur Kepri hingga habis masa periode jabatannya (tahun 2021),” ungkap Datok Abas meluapkan kekesalannya, saat ditemui Suluh Kepri, Minggu (4/4) usai rapat koordinasi persiapan acara Coffee Morning.

Acara itu akan dijadikan ajang diskusi bersama untuk mengevaluasi kepemimpinan Nurdin Basirun selama menjabat Gubernur Kepri, mengggantikan posisi Alm. Ayah Sani, mantan Gubernur Kepri 2016-2021.

Kata Datok Abas, kalau Gubernur Nurdin menginginkan seorang Wakil Gubernur Kepri, cukup duduk cantik dan manis, siapa pun yang menjadi Wakil Gubernur Kepri, untuk mendampinginnya hingga masa jabatan berakhir. Sehingga Gubernur Nurdin tidak perlu melalukan intervensi.

“Hari ini siapa pun yang menjadi wakilnya, (malaikat) sendiripun yang turun ke bumi ini menjadi wakilnya, Pak Gubernur Nurdin Basirun, tidak akan mau,” tegasnya.

Bahkan, kata Datok Abas,” Sudah menjadi prinsip Gubernur Nurdin Basirun dalam memimpin Provinsi Kepri, bahwa enak sendiri, bertahta di hati dan bersultan di jantung”.

Pernyataan Gubernur Nurdin Basirun kepada media, yang menyebut dirinya hanya “cuci piring” selama dua tahun memimpin Provinsi Kepri, juga menjadi blunder.

“Berkat evaluasi dan kerja keras kepala organisasi perangkat daerah saya, banyak proyek sudah selesai lelang. Selama dua tahun terakhir, saya hanya ‘mencuci piring‘. Nah, sekarang saatnya saya jalankan program saya,” ucap Gubernur Kepri yang menggantikan mendiang HM Sani ini, yang dikutip dari tribunbatam.id, Selasa (20/2/2018) lalu.

Terkait itu, Andy Chory Patahudin sangat menyayangkan ucapan itu justru keluar dari seorang Nurdin Basirun selaku Gubernur Provinsi Kepri, pemimpin masyarakat Kepri.

Chori menilai Gubernur Nurdin justru membuat keresahan ditengah masyarakatnya, karena ucapannya itu mengandung pemikiran negatif bagi pendahulunya atau kepemimpinan Provinsi Kepri pada periode sebelumnya, yang bisa dikonotasikan meninggalkan banyak permasalahan di Pemerintah Provinsi Kepri.

“Ucapan Pak Gubernur Nurdin ini membuat blunder yang dapat memicu kemarahan banyak pihak,” ujarnya.

Andi Chori pun meminta agar Gubernur Nurdin Basirun dapat menjelaskan apa maksud dan tujuan yang sebenarnya soal ucapan yang menyebut dirinya hanya: cuci piring selama dua tahun terakhir memimpin Kepri. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here