Rapor Merah Pemerintahan Nurdin di Kepri: Ekonomi Sekarat, Aparaturnya Amburadul

Tanjungpinang
Andi Chori (kanan) dan Chaidar Rahmat
Andi Chori (kanan) dan Chaidar Rahmat

Tanjungpinang-Gubernur Kepri Nurdin Basirun tengah disorot rakyatnya sendiri. Mantan Bupati Karimun itu dinilai berkinerja jeblok selama dua tahun memimpin Provinsi Kepri. Pemerintahan Provinsi Kepri selama kepemimpinannya, juga amburadul.

“Kita semua merasakan bahwa ekonomi Kepri saat ini merosot, situasi politik tidak kondusif, masyarakat hidup susah dan menjerit, aparatur bekerja amburadul. Ini bukti Kepri tengah krisis,” tegas Andi Chori Patahudin dalam ketetangan pers, Rabu (7/3), di Tanjungpinang.

Andi Chori yang didampingi Chaidar Rahmat sekaligus untuk menyampaikan secara resmi pelaksanaan acara Coffe Morning sebagai ajang diskusi publik terkait “Evaluasi Kinerja Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Pemerintahan Provinsi Kepri Selama Dua Tahun” di Hotel Comfort, pada Minggu (11/3).

Kegiatan itu sebagai bentuk keprihatinan sejumlah pihak terhadap kondisi yang dialami daerahnya selama Nurdin Basirun menjadi Gubernur Provinsi Kepri.

Sejumlah tokoh bersatu dalam sebuah wadah yang dinamai: Forum Keprihatinan Masyarakat Peduli Kepri. Andi Chori dan Chaidar Rahmat dipercaya selaku Ketua dan Sekretaris Forum.

Chori mengatakan, diskusi publik ini untuk mengungkap fakta-fakta atas bobroknya kinerja Nurdin Basirun sebagai Gubernur Kepri, dalam dua tahun terakhir ini

Diskusi publik akan dihadiri lebih dari seratus orang yang pesertanya terdiri dari tokoh masyarakat, politisi, OKP, LSM, Ormas serta kalangan politisi, akademisi dan mahasiswa, yang datang dari 7 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Kepri.

Ia menegaskan, situasi ekonomi yang morat-marit saat ini sekaligus menunjukkan bagaimana kualitas seorang Nurdin Basirun dalam memimpin Provinsi Kepri, selama dua tahun terakhir ini.

“Indikatornya cukup banyak, tidak hanya soal perekonomian saja, tapi nantilah kita beberkan dalam diskusi publik bersama tokoh-tokoh masyarakat, OKP, LSM, Ormas yang melibatkan politisi, akademisi dan mahasiswa,” ujarnya.

Seruan Copot Sekdaprov Kepri TS Arief Fadhillah

Menurut Chaidar Rahmat, ditengah buruknya kinerja Nurdin Basirun selaku Gubernur Kepri, kehadiran TS Arief Fadhillah Sekdaprov Kepri, dan M Hasbi Asisten III Pemprov Kepri, turut menyumbang keterpurukan yang dialami Provinsi Kepri, saat ini.

Seruan keprihatinan terkait kondisi Provinsi Kepri dalam dua tahun terakhir ini
Seruan keprihatinan terkait kondisi Provinsi Kepri dalam dua tahun terakhir ini

Ia menuding kedua pejabat yang merupakan kepercayaan Gubernur Kepri tersebut, telah mengobrak-abrik sistim Pemerintah Provinsi Kepri, yang telah tertata baik, mulai dari kepemimpinan Ismeth-Sani yang kemudian dilanjutkan Sani-Soeryo, selaku Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri periode sebelumnya.

Sebab, kata Chaidar, semua tau dan sudah menjadi rahasia umum bahwa TS Arief Fadilla Arief selama menjabat Sekda Kepri selalu ikut berpolitik. Sehingga Aparatur Pemprov Kepri menjadi amburadul.

“Maka kami juga menyerukan: Guberbur Kepri harus mencopot jabatan TS Arief sebagai Sekdapro Kepri,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Chaidar, DPRD Kepri sudah berkali-kali mengeluarkan warning kepada Pemprov Kepri. “Seingat saya DPRD Kepri sudah dua kali mengingatkan dengan memanggil Gubernur Nurdin Basirun termasuk Sekda TS Arief Fadhillah, agar tidak terlalu mencampuri politik, namun fokus mengurusi Pemerintah Provinsi Kepri dan pembangunan daerah Kepri,” katanya. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here