Situasi Kian Memanas Menjelang Diskusi Publik Menyorot Kinerja Gubernur Kepri

Tanjungpinang

Tanjungpinang-Mendekati waktu penyelenggaraan Dskusi Publik dengan agenda Evaluasi 2,5 Tahun Kinerja Gubernur Kepri Nurdin Basirun, membuat situasi semakin memanas.

Pada Jumat (9/3), spanduk bertuliskan: Sekda Berpolitik, Apratur Pemprov Kepri Amburadul, Gubernur, Segera Copot Jabatan Sekda!!! mulai disebar yang dipajang dibeberapa lokasi strategis di Kota Tanjungpinang.

Dari pantauan, ada tiga titik pemasangan spanduk dengan isi yang sama. Yakni, di Jalan Sei Jang, yang ditempatkan dipersimpangan jalan, tepatnya di depan Mesjid Sei Jang. Selainnya, di depan Mesjid Raya, Kaca Puri, serta disekitar Jalan di Batu 8.

Sepertinya spanduk berjudul: Seruan Masyarakat Kepri, itu dibuat oleh Forum Keprihatinan Masyarakat Peduli Kepri (FKMPK), karena dibagian bawah spanduk tertera nama Andi Chori Patahudin dan Chaidar Rahmat, yang diketahui sebagai ketua dan sekretaris Forum.

Sebagaimana diketahui, diskusi publik ini akan digelar oleh Forum (FKMPK), pada 11 Maret 2018, di Hotel Comfort, yang menghadirkan seratus lebih peserta dari berbagai daerah di Provinsi Kepri.

Kepastian acara diskusi yang menyoroti kinerja Gubernur Nurdin itu, disampaikan oleh Andi Chori Patahudin dan Chaidar Rahmat, bertindak selaku Ketua dan Sekertaris FKMPK, dalam konfrensi pers, pada Rabu (7/3) sore, di Tanjungpinang. Spanduk tersebut turut dibentang dan memperbolehkan wartawan menjepretnya.

Pada besoknya, Kamis (8/3), sekira pukul 20.30 wib, juga digelar acara: Dialog Interaktif Refleksi 2,5 Tahun Pemerintahan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, di Gedung Daerah, rumah dinas Gubernur Kepri, Jln Hang Tua, Kota Tanjungpinang. Dialog bersama mahasiswa itu, dihadiri Gubernur Nurdin dan sejumlah Kepala OPD Kepri.

Inti pembahasannya terkait perekonomian dan masalah pendidikan di Kepri, yang terus menuai sorotan miring dari berbagai elemalen masyarakat Kepri. Namun belum diketahui pasti, apakah kegiatan ini punya kaitan langsung alias tandingan dari diskusi publik yang tengah direncanakan Forum, atau memang Dialog itu sudah terjadwal jauh sebelumnya.

Sebab dalam konfrensi pers yang digelar Forum, Andi Chori dan Chaidar Rahmat, juga menyoroti anjloknya perekonomian Kepri, dan persoalan pendidikan yang memicu sejumlah aksi mahasiswa dengan berdemonstrasi di Dinas Pendidikan dan Kantor Gubernur Kepri.

Maka, lahirnya diskusi publik sebagai bentuk kekecewaan dan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Nurdin Basirun selama 2,5 tahun menjabat Gubernur Kepri.

Kepada wartawan, Andi Chori dan Chaidar Rahmad tampak begitu tajamnya menyoroti soal buruknya hasil kerja Gubernur Kepri Nurdin Basirun, semenjak menggantikan posisi Alm. Ayah Sani, mantan Gubernur Kepri periode 2016-2021, yang wafat dalam tugas.

Kata Andi Chori, dari masukan dan data-data yang dikumpulkan Forum, banyak ketimpangan yang terjadi selama kepemimpinan Gubernur Nurdin di Kepri, yang telah menyumbang keterpurukan perekonomian, kegaduhan politik, dan gejolak sosial.

Andi Chori (kanan) dan Chaidar Rahmat
Andi Chori (kanan) dan Chaidar Rahmat

Sekda Provinsi Kepri TS Arief Fadhilla juga dianggap tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga aparatur pemerintahan Nurdin Basirun jadi amburadul.

Andi Chori bahkan menuding sang Sekda kerab berpolitik, berpoya-poya dan pamer kekayaan ditengah terpuruknya perekonomian di Kepri. Lalu, apa maksud dari isi spanduk tersebut yang kemudian ditebar dibeberapa titik?

Andi Chori menegaskan, melalui spanduk itu, Forum Keprihatinan Masyarakat Peduli Kepri ingin menyampaikan kepada masyarakat, apa yang terjadi dan dikerjakan seorang TS Arief Fadhlla selaku Sekda dan pembina ASN di Pemerintahan Provinsi Kepri.

“Kerjanya Sekda Provinsi Kepri adalah berpolitik. Apa yang kami sampaikan itu tidak mengada-ngada karena kami punya bukti-buktinya. Nanti akan diungkap dalam diskusi publik. Maka kami menyerukan agar Gubernur Nurdin segera mencopot jabatan Sekda,” ujarnya saat konfrensi pers.

Menurut Chaidar, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena dampaknya akan dirasakan langsung masyarakat. Saat ini, katanya, perkonomian Kepri sudah ambruk, pengangguran melambung karena perusahaan-perusahaan menengah dan besar sudah banyak yang gulung tikar.

Kondisi saat persiapan acara Dialog Interaktif Gubernur Kepri bersama mahasiswa di Guedung Daerah Tanjungpinang
Kondisi saat persiapan acara Dialog Interaktif Gubernur Kepri bersama mahasiswa di Guedung Daerah Tanjungpinang

“Jika terus seperti ini akan mencetak angka kemiskinan di Kepri. Kami dari Forum akan terus bergerak untuk mengingatkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun agar fokus membangun Kepri, dan meninggalkan gaya kepemimpinan yang hanya pencitraan semata,” ujarnya di tempat yang sama. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here