Ini Alasan FKMPK Menggelar Evaluasi Kinerja 2,5 Tahun Gubernur Kepri

Tanjungpinang
Andi Chori (kanan) dan Chaidar Rahmat
Andi Chori (kanan) dan Chaidar Rahmat

Tanjungpinang-Forum Keprihatinan Masyarakat Peduli Kepri (FKMPK) merilis butir-butir keprihatinan masyarakat Kepri dalam 2,5 tahun jalannya Pemerintahan Gubernur Nurdin Basirun di Provinsi Kepri.

Ketua Forum Keprihatinan Masyarakat Peduli Kepri (FKMPK) Andi Chori Patahudin mengatakan, ada dua hal penting yang menjadi alasan mengapa evaluasi kinerja Gubernur Kepri perlu diselenggarakan dalam bentuk diskusi publik yang sifatnya terbuka untuk masyarakat umum.

Pertama, kata Andi Chori, agar masyarakat mengetahui sejauh mana kepemimpinan Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Pemerintah Provinsi Kepri yang dipimpinnya itu, sudah menjalankan amanah rakyat untuk kemajuan daerah dan kemakmuran rakyatnya.

Menurut Andi Chori, untuk mengukur dan meniliai pengelolaan amanah dapat diindentifikasi dari tendensi penyelewengan kewenangan (abouse of power) baik pelanggaran etik maupun norma-norma kepatutan yang semestinya.

Kemudian output dari penggunaan kewenangan tersebut yang dapat dilihat dari dampak, impact maupun benefite yang ditimbulkan ditengah masyarakat.

“Ini sebagai metode untuk mengidentifikasi dan merumuskan butir-butir keprihatinan masyarakat sebagaimana agenda utama FKMPK,” ujarnya, dalam rilisnya, yang diterima Suluh Kepri, Sabtu (9/3), di Tanjungpinang.

Yang kedua, papar Chori, pemerintahan Gubernur Nurdin Basirun di Provinsi Kepri sudah berjalan sejauh 2,5 tahun atau setengah dari periode kepeminan 5 tahunan, 2016-2021.

Ibarat kapal berlayar di lautan luas, ujar Chori, sudah “separoh waktu pelayaran” menuju pelabuhan tujuan. Nah, begitu dengan “kapal besar” bernama Provinsi Kepri, yang kini dinahkodai Nurdin Basirun, sudah sejauh mana mengemban amanah rakyat dalam masa 2,5 tahun ini.

Secara konstitusional semestinya Provinsi Kepri sudah separoh jalan menuju pulau harapan: Terwujudnya Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang Sejahtera Berakhlak Mulia, Ramah Lingkungan dan Unggul dibidang Kemaritiman, sebagaimana Visi-Misi Sanur dalam membangun Provinsi Kepri.

“Apakah dengan perjalanan 2,5 tahun ini Gubernur Nurdin Basirun selaku nahkoda “kapal besar” Provinsi Kepri ini sudah memperlihatkan kepada rakyatnya dari kapal pelayarannya lampu-lampu sebagai pelita harapan di pulau tujuan Kepri yang bersatu dan berkesinambungan?,” tanya Chori.

Seperti diketahui, Forum Keprihatinan Masyarakat Peduli Kepri, akan menggelar Coffee Morning, di Hotel Comfort, Minggu (11/3), pukul 09.00 Wib.

Kegiatan ini sebagai ajang Diskusi Publik bersama tokoh-tokoh masyarakat serta pimpinan partai politik, LSM, OKP, Ormas dan kalangan akademisi, dengan agenda: Evaluasi Kinerja 2,5 Tahun Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Chaidar Rahmat, Sekretaris Forum menambahkan, bahwa evaluasi kinerja Gubernur Kepri selama 2,5 tahun, memang perlu dibincangkan dalam sebuah diskusi publik karena menyoal pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Kepri, tanpa terkecuali.

Menurutnya, selama 2,5 Gubernur Nurdin Basirun memimpin Provinsi Kepri, hampir tidak pernah dilakukan diskusi publik terkait kinerja pemerintahannya, terkecuali formalitas pelaporan pemerintahan baik ke DPRD Kepri maupun pemerintah pusat.

“Jadi diskusi ini kita manfaatkan untuk mengukur sejauh mana pemerintahan Gubernur Nurdin Basirun sudah menjalankan visi-misi pembangunan Kepri selama 2,5 tahun terakhir ini,” ungkapnya. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here