Ini Catatan Datuk Huzrin Hood Soal Perekonomian Kepri

Tanjungpinang
Datok H. Huzrin Hood
Datok H. Huzrin Hood

Tanjungpinang-Datuk H. Huzrin Hood adalah Tokoh Sentral Perjuangan Provinsi Kepri, yang turut hadir dan menjadi narasumber diskusi publik yang digelar Forum Keprihatinan Masyarakat Peduli Kepri (FKMPK), di Hotel Comforta, Tanjungpinang, Minggu (11/3).

Bagi Mantan Bupati Kabupaten Kepri (kini Kabupaten Bintan) diskusi publik dengan agenda: Evaluasi 2,5 Tahun Kinerja Gubernur Kepri Nurdin Basirun, sangat berkesan, karena mengingatkan kembali memorinya pada sebuah peristiwa penting di masa silam.

Menurutya, Hotel Comforta sebagai tempat berlangsugnya acara diskusi publik merupakan tempat yang bersejarah di masa lampau ketika hotel itu bernama: Royal Hotel.

Tak heran, Datuk Huzrin Hood, memberikan catatan tersendiri atas penyelenggaraan diskusi publik tersebut. Catatan itu, ia sampaikan melalui aplikasi pesan wa di salah satu grup wa. DaIam evaluasi itu, ia lebih menyoroti masalah perekonomian.

“Hari ini (Minggu 11 Maret 2018), beberapa tokoh Kepri termasuk Pak Daeng Rusnadi (mantan Bupati Natuna) saya sendiri (DATUK Huzrin Hood) berkumpul bersama dengan tokoh pemuda di Kepri, mengevaluasi pemerintahan Gubernur Nurdin Basirun di tempat yang bersejarah.Tempat itu Royal Hotel,” katanya seraya mengingatkan akan sebuah sejarah di Kepri

Datuk Huzrin Hood mengatakan, bukan tanpa alasan Andi Cori dan Chaidar Rahmat (Ketua dan Sekretaris FMKPK) memilih tempat itu. Sebab di sanalah bermula sejarah itu, dalam memperjuangkan Kepri menjadi sebuah provinsi.

Dengan kondisi ekonomi dunia yang mulai menurun bahkan diprediksi krisis, maka Kepri harus pandai-pandai meniti buih karena dekat dengan Singapura sebagai pusat gerbang perekonomian Asia.

Tahun depan atau tahun ini, kata Datuk, Indonesia diminta waspada dengan krisis ekonomi dunia sepertinya lebih parah dari krisis 2008. Tukaran ringgit pun sudah menembus Rp 3.500 yg biase Rp 3.200.

Ia menjelaskan, ekonomi Kepri yang dekat dengan Singapura mungkin lebih terasa dampaknya dengan kebijakan Trump yg protectif di sektor baja, besi dan lain sebagainya.

Bahkan, pemain senior pasar keuangan International Warren Buffet dan pendiri microsoft Bill Gate memprediksi sebagai krisis dunia gelombang 2018.

Jika Gubernur Kepri tak serious mengantisipasi, bisa saja sekarang, ekonomi Kepri 2017 cuma tumbuh 2 persen, namun nanti akan terjun bebas lagi, dan bahkan bukan tak mungkin defisit.

Ia mengingatkan proyek infrastruktur yang dimunculkan di media massa, akan dapat direalisasikan untuk menolong rakyat Kepri, janganlah hanya memberikan harapan palsu akan kebangkitan proyek infrastruktur yang dapat menaikkan pendapatan rakyat.

Di Jogja, sebut Datuk, Harian Bernas yang terbit lebih dari 50 tahun sudah tutup versi cetaknya. Revolusi industri 4.0 sudah dirasakan mereka yang tak mampu menyesuaikan.

Datuk berharap agar Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyadari hal tersebut sebagai perubahan zaman. Apalagi di tahun politik yang tak habis dari tahun 2018, 2019 hingga 2020, dan kembali lagi memilih Gubernur Kepri, yang akan membuat tata kelola kehidupan sosial di Kepri dan Indonesia akan semakin terasa panas.

“Selamat berakhir pekan, semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan taufik, kesehatan kepada kita semua. Aamiin,” mengakhiri catatanya. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here