Gapensi Kepri: Akibat Merosotnya Ekonomi, Banyak Perusahaan Kontruksi Bangkrut

Tanjungpinang
Gubernur Nurdin saat berdialog dengan barisan FKMPK
Gubernur Nurdin saat berdialog dengan barisan FKMPK

Tanjungpinang – Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Provinsi Kepri juga merasakan dampak keterpurukan perekonomian khususnya di Provinsi Kepri.

Itu sebabnya, Badan Pimpinan Daerah Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (BPD Gapensi Kepri) turut berbicara dalam dialog antara Gubernur Nurdin Basirun dengan Forum Keprihatinan Masyarakat Peduli Kepri (FKMPK), di Aula Kantor Gubernur Kepri, Dompak Tanjungpinang, Senin (19/3).

Sekretaris Umum Badan BPD Gapensi Kepri, Roy Penangsang, mewakili Gapensi mendapat kesempatan berbicara dihadapan Gubernur Kepri.

Usai dialog, Roy Penangsang kepada Suluh Kepri menyampaikan, merosotnya ekonomi di Kepri sangat dirasakan banyak kalangan dan profesi, khususnya di organisasi pengusaha yang tergabung dalam Gapensi Kepri.

Menurutnya, penyebab utamanya adalah akibat dari kebijakan yang tidak lagi berpihak kepada masyarakat kecil. Lihat saja dari proses pelelangan, sudah menunjukkan ketidakberpihakan kepada perusahaan kecil dan menengah.

“Apalagi dengan sistim e-katalog yang tidak mencerminkan produksi anak bangsa sendiri,” katanya.

Ia mengatakan, dengan merosotnya ekonomi di Kepri, banyak perusahaan kontruksi yang gulung tikar. Setiap tahunnya terjadi penurunan keanggotaan di perusahaan jasa kontruksi.

“Beberapa penyebabnya, itu tadi karena merosotnya ekonomi dan adanya kriminalisasi terhadap pengusaha jasa kontruksi. Bahkan bisnis jasa kontruksi sudah dianggap tidak seksi lagi,” ujarnya.

Secara Nasional, ungkap Roy, ada 37.000 perusahaan kontraktor bangkrut dalam 3 tahun terakhir ini. Data itu, ia peroleh dari Badan Pengurus Pusat (BPP) Gapensi.

“Dari jumlah 80.000 perusahaan, saat ini hanya tersisa 43.000 peruhaan yang bergerak dibidang jasa kontruksi,” kata Roy.

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here