Paslon SABAR Akan Bangun Rumah Singgah Pasien di Batam dan Jakarta

Tanjungpinang
Paslon SABAR
Paslon SABAR

Tanjungpinang – Jika nanti terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, periode 2018-2023, pasangan calon (Paslon) Syahrul – Rahma akan membangun “Rumah Singgah Pasien” di Kota Batam dan Jakarta.

“Kita pilih tempatnya di Batam dan Jakarta karena pasien dari Tanjungpinang paling banyak dirujuk ke rumah sakit di dua daerah itu. Ini berdasarkan kajian bersama Tim Pemenangan,” kata Syahrul dalam sebuah acara kampanye di Tanjungpinang, beberapa waktu lalu.

Bahkan, menurut Syahrul, Batam dan Jakarta sudah seperti kota rujukan bagi pasien dari Tanjungpinang, karena fasilitas rumah sakitnya sudah lebih mumpuni melayani pasien.

“Jadi, yang paling strategis itu, menyiapkan rumah singgah di Kota Batam dan Jakarta,” sebut Syahrul yang memakai nama SABAR (Syahrul – Rahma Bersama Rakyat)

Tentunya, dengan memilih tempat yang lebih layak, dan lokasinya juga harus dekat dengan rumah sakit yang sering dijadikan rujukan.

Menurut Ketua Tim Pemenangan SABAR, Ade Angga, rumah singgah memang sudah menjadi kebutuhan yang mendesak bagi warga khususnya pasien yang dirujuk berobat ke Batam dan Jakarta.

Ketua Tim Pemenangan SABAR Ade Angga
Ketua Tim Pemenangan SABAR Ade Angga (jaket kuning)

Bahkan Ade Angga yang juga Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang itu, sudah pernah mendengar secara langsung keluhan itu, ketika melakukan kunjungan kerja ke RS Embung Fatimah dan RSOB di Batam, beberapa waktu lalu.

“Kami sebelumnya mengantre dulu, karena ruangan rumah sakit penuh. Selama menunggu terpaksa menginap di hotel beberapa hari, dengan tarif Rp 200 ribu per hari, belum biaya makan dan transportasi bolak-balik hotel ke RS,” kata Ade Angga, Minggu (25/3), menirukan keluhan para pasien saat itu.

Ia memperkirakan dalam waktu antre saja, pasien bisa mengeluarkan biaya pribadi dari kisaran Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta rupiah.

Maka, jika masyarakat memberikan kesempatan bagi duet Syahrul – Rahma untuk memimpin Tanjungpinang, lima tahun ke depan, bisa dibayangkan seberapa banyak orang terbantu saat berobat ke Batam dan Jakarta, melalui program rumah singgah.

“Karena dalam rumah singgah itu, juga akan disiapkan makanan ringan, seperti roti, mie instan, teh dan kopi, yang nanti menempatkan beberapa penjaga yang khusus melayani pasien yang transit sementara di rumah singgah,” kata Ade. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here