Nurdin Pertegas Pulau Penyengat Sebagai Peradaban Islam dan Budaya Melayu

877
Tanjungpinang
Gubernur Nurdin saat safari subuh di Pulau Penyengat
Gubernur Nurdin saat safari subuh di Pulau Penyengat

Kepri – Gubernur Nurdin Basirun menegaskan Pulau Penyengat salah satu tempat yang paling tepat dalam mempertegas peradaban Islam dan budaya Melayu di Provinsi Kepri.

“Peradaban Islam dan budaya Melayu harus kuat dan terus kita kembangkan agar Kepri punya ciri khas yang melekat di bidang keagamaan,” ujar Nurdin saat meninjau Pulau Penyengat usai safari subuh di Masjid Sultan Pulau Penyengat, Jumat (30/3).

Untuk itu, kata Nurdin, kebersihan baik di darat terutama disekitar laut perlu dijaga untuk melestarikan kegemilangan Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata tersebut.

“Penyengat harus terus kita jaga kebersihan lautnya, kebudayaanya serta tempat-tempat bersejarahnya,” ujarnya.

Kata Nurdin, promosi daerah harus terus digalakkan guna menarik minat para wisatawan datang ke Pulau Penyengat, baik dari dalam maupun luar negeri.

Nurdin sempat berkeliling melihat lokasi yang rencananya akan dibangun pondok tahfiz qur’an, yang diajak salah satu tokoh pemuda setempat.

Ia pun menyambut baik lokasi yang dulunya merupakan bekas kompleks perumahan kerajaan itu dijadikan pondok tahfiz. Hal ini sebagai upaya menjadikan Penyengat sebagai Pulau Penghafal Al-Qur’an.

Menurut Nurdin, tepi lautnya juga diperbaharui agar tampak cantik. Dan, itu telah direncanakan untuk membangun jalan lingkar yang mengelilingi Pulau Penyengat.

“Kita pakai tiang pancang saja dan tak perlu ditimbun,” tegas Nurdin.

Hal itu untuk menjaga agar tidak merusak lingkungan sekitar. Dan, pembangunan jalan lingkar nanti, tanpa menghilangkan jejak asli di lokasi tersebut.

Adi seorang tokoh pemuda Penyengat mengaku telah mengetahui rencana pembangunan jalan lingkar. Menurutnya, panjang jalan kurang lebih tiga kilometer dan
lebarnya di proyeksikan dapat memuat 3 becak.

“Targetnys ingin menjadikan Kepri maju seperti Bali,” kata Adi.

Nurdin juga menyinggahi tempat yang akan dibangun mini museum dan rumah singgah. Ia setuju karna lokasinya cukup strategis dalam menambah daya tarik wisata setempat.

“Gapura pintu masuk Pulau Penyengat juga harus diperbarui,” ujarnya di pelabuhan Perikanan sebelum bertolak ke Tanjungpinang.

Saat peninjauan, hadir Sekretaris Daerah TS. Arif Fadillah, Penjabat Walikota Tanjungpinang Raja Ariza, Kadis Kelautan Eddy Sofyan, Kadis Perdagangan Burhanuddin dan Karo Humprohub Nilwan. (tr/humprov kepri)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here