Wujudkan Kepri Poros Maritim, Nurdin Minta Rini Modernisasi Pelabuhan

Tanjungpinang

Batam – Gubernur Nurdin Basirun terus berlari membenahi infrastruktur di wilayah Provinsi Kepri. Ke Jakarta, mantan Bupati Karimun itu, menyambangi kantor-kantor kementerian dan lembaga.

Kepada para menteri dan pimpinan lembaga, Nurdin mempromosikan potensi Kepri, yang menjadi peluang investasi diberbagai sektor terutama di bidang kemaritiman karena memiliki laut luas dan diposisi strategis yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

Sejak resmi memimpin Provinsi Kepri, dua tahun silam, Nurdin mulai memetik buah kerja kerasnya bersama jajarannya di Pemerintah Provinsi Kepri.

Satu diantaranya sukses mengegolkan kawasan ekonomi khusus (KEK) di beberapa daerah kabupaten. Seperti kawasan KEK di Tanjung Sauh, Galang Batang, dan Pulau Asam. Namun semua itu butuh pembenahan infrastruktur agar memiliki daya saing dan bermanfaat sesuai harapan.

Bertemu dengan Menteri BUMN Rini Soemarno di Ruang VIP Bandara Hang Nadim, Batam, pada Rabu (11/4), Nurdin meminta kementerian-nya untuk segera memodernisasikan Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Sauh dan Batu Ampar di Batam.

“Dua kawasan pelabuhan ini mendukung poros maritim yang dicanangkan Presiden Jokowi. Modernisasi dan pengembangan pelabuhan agar kapal-kapal besar bisa berlabuh,” Nurdin memaparkan.

Kunjungan Menteri Rini ke Batam bersama Menteri PAN-RB Asman Abnur, Jaksa Agung RI HM Prasetyo. Dalam pertemuan itu, hadir juga Wali Kota Muhammad Rudi, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo dan Kajati Kepri Asri Agung Putra.

Nurdin juga meminta perhatian Rini untuk perluasan pelabuhan bongkar muat di Tanjungbalai Karimun karena sudah over kapasitas yang membuat proses bongkar muat kapal mengantre terlalu lama. Hal serupa juga dialami pelabuhan Sri Bintan Pura.

Dengan modernisasi pelabuhan, jelas Nurdin kepada Rini, proses bongkar muat barang akan semakin lancar dan cepat. Dweling time yang singkat itu, tentunya menjadi daya tarik investasi dan semakin menggairahkan perekonomian.

“Itu menunjukkan kita siap menjadi poros maritim dunia,” kata Nurdin.

Menteri Rini merespon baik keinginan Nurdin dalam memacu pembangunan kamaritiman di Kepri, khususnya pembenahan pelabuhan. “Bu Menteri bilang, dalam empat bulan ke depan akan ada perubahan,” kata Nurdin menyampaikan respon Rini.

Rini juga mengajak agar stakeholder terkait menjalin kerjasama yang baik, mulai Pemko Batam, BP Batam, Pelindo dan Angkasa Pura. Ini untuk penyelarasan pembangunan.

Asman Abnur mengatakan pembangunan untuk masyarakat pasti didukung penuh. “Pembangunan di Batam sudah baik, siapapun pemimpinnya tinggalkan jejak pembangunan yang signifikan agar dapat terus berjalan,” kata Asman.

Tinjau Mal Pelayanan Publik

Asman, Rini, dan HM Prasetyo menyempatkan diri meninjau Mal Pelayanan Publik (MPP), di Gedung Sumatera Promotion Center. Mereka langsung menuju konter-konter layanan information center, dimulai dari pintu masuk.

“Ramah ya petugasnya. Banyakin senyum ya,” pesan Rini saat menyapa para petugas.

Rini juga berbincng dengan petugas konter. Seperti pada petugas Bank BRI, Rini menanyakan transaksi online, perizinan sistim online dan hasil dari pelaksanaan MPP bagi investor. Menurut petugas, investor yang diproses adalah yang menyertakan dokumen perusahaannya.

Asman Abnur menyebutkan, diantara daerah yang dijadikan model MPP, perkembangan yang paling pesat dilakukan oleh Batam, setelah itu DKI Jakarta, Surabaya dan Bali. “Bukan karena saya dari Batam, tapi karena keseriusab Pemko Batam yang didukung Gubernur dan BP Batam,” katanya.

Menurutnya, saat ini ada 19 kota yang antri untuk melaksanakan MPP. Melalui program ini, Presiden Jokowi ingin meningkatkan pelayanan publik di Indonesia yang saat ini masih berada diperingkat ke-70.

Sedang HM.Prasetyo menilai MPP sebagai terobosan pemerintah untuk meningkatkan kualitas  pelayanan pada masyarakat dan investor sekaligus semakin meringankan beban tugas tiap instansi terkait. (tr/humpro kepri)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here