Soal Dana Publikasi di Disdik Lingga, Parlin: Kita Akan Lapor ke Kejati Kepri

Tanjungpinang
Parlyn Simanungkalit
Parlyn Simanungkalit

Tanjungpinang – Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (LSM Forkorindo) akan membawa persoalan dana publikasi di Dinas Pendidikan (Disdik) Lingga ke ranah hukum.

Ketua DPD LSM Forkorindo Provinsi Kepri Parlin Simanungkalit menduga ada permainan dalam penggunaan anggaran publikasi tersebut.

“Kita sedang siapkan berkas laporannya untuk kita kirimkan ke Kejati Kepri,” kata Parlin, Kamis (19/4), di Tanjungpinang.

Parlin mencurigai dana publikasi tersebut hanya dijadikan modus untuk menggerogoti uang negara dalam APBD Kabupaten Lingga. Indikasi tersebut terlihat dari penganggaran setiap tahunnya dalam kurung waktu 4 tahun.

Anehnya banyak media yang tidak tau dengan anggaran itu, dan hanya segelintir media yang diajak bekerjasama. Padahal anggarannya cukup besar Rp 570 juta tiap tahunnya.

“Tapi hanya beberapa media saja yang dilibatkan untuk kerjasama, nilainya pun hanya berkisar Rp 25 juta per media pertahunnya. Kalau 10 media baru Rp 250 juta, lantas sisa Rp 320 juta selama 4 tahun dikemanakan,” ia curiga.

Atas kecurigaan itulah yang mendorong lembaga Forkorindo untuk segera melaporkan permasalahan ini ke aparat penegak hukum.

Dengan laporannya nanti, Parlin berharap duit rakyat bernilai jumbo yang dikelola Disdik Lingga untuk kepentingan publikasi dapat dipertanggungjawabkan oleh para pejabat PPTK.

“Sehingga nanti penggunaan anggarannya terang benderang. Siapa dan ke mana saja duit sebanyak itu digunakan,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Sekretaris Bappelibang Lingga Said Ibrahim mengakui anggaran publikasi di Disdik Lingga sebesar Rp 570 juta per tahunnya, dan sudah berjalan sekitar 4 tahun ini.

Ia mengatakan, dengan anggaran sebesar itu, pihak Disdik hanya melakukan kerjasama untuk 8 media online saja. Namun dia tidak bisa memastikan apakah nilai kerjasamanya Rp 25 juta per media pertahun

“Tapi kita nggak tahu, apa benar Rp 25 juta ini diterima setiap media atau tidak,” katanya, Senin, (09/04/2018), yang dikutip dari Sijori Kepri. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here