Soal Banjir di Tanjungpinang, Ini Solusi dari Paslon Syahrul-Rahma

280

Tanjungpinang, SuluhKepri.com – Tema lingkungan paling ditunggu-tunggu masyarakat Tanjungpinang dalam debat publik Pilkada Tanjungpinang 2018 di putaran kedua, yang diselenggarakan di Hotel Aston, Tanjunginang, Selasa, 15 Mei 2018, dengan tema ekonomi, pariwisata dan lingkungan.

Sebab, permasalahan banjir sudah lama menjadi keluhan masyarakat Tanjungpinag namun hingga saat ini tak kunjung mendapat solusi yang tepat dan efisien.

Saat hujan turun, jalan tergenang air yang kerab menimbulkan kemacetan karena menggangu kelancaran arus lalu lintas. Tak hanya itu, rumah-rumah warga banyak yang tergenang air.

Rupannya Paslon Syahrul-Rahma sudah mempersiapkan solusi untuk mengatasi persoalan banjir di Tanjungpinang, jika diberikan kesempatan memimpin kota Gurindam itu.

Dalam menjawab persoalan banjir, Paslon Syahrul – Rahma menawarkan solusi melalui pembuatan lubang resapan biopori di kawasan perumahan yang rawan banjir. Lubang biopori adalah sebagai resapan air.

“Kita akan mendorong masyarakat untuk bersama-sama membuat lubang biopori di rumah masing-masing terutama bagi lokasi yang sering mengalami banjir,” ucap Syahrul.

Terhadap pembangunan kawasan perumahan baru akan mewajibkan pembuatan lubang-lubang biopori. Untuk itu, perlu sebuah kebijakan yang menjadi pedoman bagi para pengembang.

“Pihak developer yang ingin membangun perumahan baru, wajib membangun biopori di daerah yang berpotensi banjir,” papar Syahrul.

Kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian khusus Paslon Syahrul – Rahma. Dalam hal ini menawarkan konsep pengelolaan sampah yang dapat memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.

Caranya dengan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dan biogas. Sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat. “Masyarakat akan dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan sampah,” kata Syahrul.

Selain itu, menurut Rahma terhadap pengolaan sampah berbahan non organik seperti plastik bisa dibuat menjadi aneka hiasan sebagai hasil kerajinan masyarakat.

“Pemerintah kemudian akan memfasilitasi pemasaran produk kerajinan dari bahan sampah tersebut, agar diterima pasar,” jelas Rahma.

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here