Cegah Teroris dan Hoax, Dalmasri: Tamu Wajib Lapor dan Selektif Informasi

Tanjungpinang

Bintan – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Bintan Dalmasri Syam menghimbau seluruh Ketua RT dan RW untuk mengingatkan warganya agar melaporkan tamu atau pendatang baru di lingkungannya. Yang mencurigakan segera laporkan ke aparat terkait.

“Kita harus waspadai sedini mungkin, mengingat aksi terorisme dan radikalisme yang telah terjadi belakangan ini,” katanya saat Safari Ramadhan 1439 H di Mesjid Nurul Huda, Km.20 Kijang, Kec Bintan Timur, Rabu (23/5) malam.

“Maka, RT dan RW harus saling koordinasi dan melaporkan warga baru dilingkungannya apalagi yang mencurigakan,” ujarnya.

Dalmasri ingin semua lapisan masyarakat berperan aktif dalam keamanan lingkungan agar Kabupaten Bintan selalu dalam kondisi yang kondusif.

Terkhusus kepada para ulama dan tokoh agama setempat, dia meminta agar tetap selalu kompak, ini sebagai upaya mencegah dan mempersempit ruang gerak orang-orang tertentu yang ingin memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Harus diantisipasi dan jangan diremehkan, maka kita harus tingkatkan koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat dan para tokoh agama,” katanya.

Seperti diketahui, aksi teror terjadi secara beruntun di Surabaya. Pada Minggu (13/5), tiga gereja menjadi sasaran aksi bom bunuh diri disaat umat kristiani melaksanakan ibadah. Polisi merilis 18 korban akibat serangan tersebut.

Esoknya, Senin (14/5) sekitar pukul 09.00 Wib, aksi sama kembali terjadi di Mapolres Surabaya, 4 polisi dan 6 warga terluka. Di Pekanbaru, Iptu Auzar meninggal dunia atas serangan terduga teroris di Mapolda Riau, Rabu (16/5).

Rentetan aksi teror tersebut membuat kita harus lebih waspada dengan meningkatkan keamanan di lingkungan masing-masing. Setiap tamu atau pendatang baru wajib dilaporkan setidaknya kepada RT dan RW setempat.

Dalam kesempatan itu, Dalmasri juga mengingatkan agar masyarakat Kabupaten Bintan selektif terhadap informasi di media sosial. Harus tertib dan santun berbahasa serta menghindari konten-konten negatif.

“Masyarakat harus selektif terhadap berita yang dikonsumsi di media sosial. Sedapat mungkin hindari konten-konten negatif apalagi memposting hal-hal berbau SARA,” tutupnya. (tr/mcb)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here