Pemko dan Pertamina Sepakat Tambah Stok 13.440 Tabung LPG, Riono: Enggak Perlu Khawatir

352
Tanjungpinang

Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang dan PT. Pertamina menggelar pertemuan di Ruang Rapat Bappelitbang Kota Tanjungpinang, Rabu (23/5), yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Riono dan Branch Manager Marketing Kepri, Oos Kosasih.

Rapat ini khusus membahas ketersediaan gas LPG untuk Kota Tanjungpinang yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Jadi tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan gas LPG.

Menurut Riono kebutuhan LPG selama ramadhan akan meningkat hingga cuti bersama ASN selama 9 hari, terhitung tanggal 11 – 20 Mei. Kondisi ini dikwatirkan bisa saja menyebabkan kelangkaan gas LPG 3 kg.

Namun kekhawatiran Sekda Riono sudah diantisipasi oleh pihak Pertamina. Oos Kosasih secara tegas menjamin stok LPG aman selama bulan Ramadhan hingga cuti lebaran nanti.

Sebab, Pertamina akan merealisasikan permintaan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk penambahan kuota LPG di wilayahnya, meski tidak sepenuhnya.

“Saya berharap persediaan stok gas LPG cukup dan aman untuk Kota Tanjungpinang. Bila perlu ditambah kuotanya 10% untuk mengantisipasi kelangkaan,” permintaan Riono kepada Kosasih, saat rapat.

Oos menjelaskan kuota tahun 2018 Kota Tanjungpinang sebesar 6.081 matrik ton. Namun Pertamina akan melakukan penambahan sebesar 8% selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Sehinggga kuota LPG untuk Tanjungpinang bertambah sekitar 13.440 tabung.

“Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi permintaan pasar,” Oos memberi jaminan.

Dengan tambahan kuota tersebut, Riono berharap tidak terjadi kelangkaan gas LPG baik 3, 5 kg, 5,5 kg maupun 12 kg. Apalagi Pertamina telah menjamin stok gas LPG aman hinggap masa libur tanggal 11-20 Juni nanti.

“Jadi masyarakat Tanjungpinang tidak perlu kwatir akan terjadi kelangkaan karena stok aman,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Riono juga meminta Pertamina turut memantau para agen agar tidak terjadi penimbunan. “Saya minta jangan ada pihak yang melakukan penimbunan karena akan dipantau satgas pangan yang diketuai Kapolres Tanjungpinang,” ujarnya.

Untuk mengatasi penimbunan, menurut Oos pihak Pertamina akan melakukan pemantauan di agen-agen, dan selanjutnya para agen melakukan pemantauan disetiap pangkalan. (tr/humpro tpi)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here