Peduli Kesehatan, Bupati dan Ketua TP PKK Bintan Terima Lencana Manggala Karya Kencana

Tanjungpinang

Bintan – Program Pemerintah Kabupaten Bintan dibidang kesehatan telah mengantarkan Bupati Bintan Apri Sujadi untuk meraih penghargaan bergengsi dari BKKBN, yaitu: Lencana Manggala Karya Kencana Tahun 2018.

Penghargaan yang diperoleh adalah penghargaan individu yang diberikan berdasarkan prestasi dibidang kesehatan. Bupati Apri menempati rangking ke 7 untuk kategori bupati/walikota se-Indonesia.

Yang menjadi dasar penilaian BKKBN adalah program inovasi dibidang kesehatan yang digulirkan Apri Sujadi sejak menjabat Bupati Bintan, 2 tahun lalu. Seperti diketahui, hanya kurun waktu 1 tahun, pemerintahan Apri Sujadi di daerah destinasi wisata manca negara itu, telah membentuk 11 Kampung KB untuk tingkat kabupaten dan kecamatan.

Kemudian sukses menjalankan program kesehatan gratis bagi masyarakat, menerapkan pelayanan KB gratis, konsultasi keluarga gratis dan membangun Balai Penyuluh KB. Untuk layanan berobat gratis, warga cukup membawa e-KTP. Setidaknya tercatat 51.264 warga yang telah merasakan manfaatnya selama tahun 2017. Program tersebut dinilai sukses membantu masyarakat.

Lencana Manggala Karya Kencana disematkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani kepada Bupati Apri saat puncak Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) XXV tahun 2018 di Kediaman Gubernur Sulawesi Utara, Kota Manado, Jum’at (6/7) malam.

“Bidang kesehatan memang menjadi prioritas kita. Dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat diharapkan hal ini mampu mengurangi beban kehidupan sehari-hari,” ucap Bupati Apri Sujadi.

Di tempat dan acara yang sama, Puan Maharani juga menyerahkan penghargaan sama kepada Ketua TP PKK Bintan Deby Apri. Istri Bupati Bintan itu dinilai ikut serta mensukseskan program kesehatan masyarakat yaitu melalui Program Pemeriksaan IVA dan Kanker Payudara Gratis bagi kaum wanita.

Gagasan Deby tersebut sangat membantu dalam mengurangi penyebaran kanker serviks dan kanker payudara bagi kaum wanita khususnya ibu-ibu di kabupaten Bintan. Deby mendapatkan ranking ke 7 se Indonesia dari seluruh TP PKK kabupaten/kota/provinsi di Indonesia. BKKBN lalu mengganjar penghargaan Manggala Karya Kencana kepada
Deby.

Menurut data Dinas Kesehatan Bintan, melalui Program Pemeriksaan IVA dan Kanker Payudara Gratis, setidaknya telah menscrening lebih dari 1.989 pasien wanita selama tahun 2017. Hasilnya terdeteksi 9 orang pasien lesi prakanker serviks dan 1 orang diantaranya positif menderita kanker serviks.

Deby saat ditemui menuturkan bahwa gagasan ide program itu merupakan suatu perwujudan bagi kaum wanita khususnya ibu-ibu di Bintan, terbebas dari penyakit kanker serviks dan kanker payudara.

“Kanker serviks dan kanker payudara saat ini masih menjadi penyakit nomor satu bagi kaum wanita. Maka kita ingin memproteksi, memastikan dan memberikan rasa aman bagi kaum perempuan terbebas dari kedua penyakit berbahaya itu,” ujarnya.

Kanker serviks sering muncul pada leher rahim wanita, dan menjadi pembunuh nomor satu bagi kaum perempuan. Di Indonesia, setiap tahunnya tercatat sekitar 15.000 kasus kanker serviks. Kementerian Kesehatan memperkirakan 9 juta orang telah meninggal di seluruh dunia akibat kanker serviks. Kasusnya akan terus meningkat bila tidak ada pencegahan dini.

Tingginya kasus kanker serviks di Indonesia juga membuat WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia. Kanker payudara menempati posisi kedua. Selama tahun 2014, penderita kanker payudara mencapai 5.207 kasus (dikutip dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2008). (tr/mcb)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here