Kisruh PPDB Online, DPRD Kepri Panggil Dinas Pendidikan

Tanjungpinang

Tanjungpinnag – DPRD Provinsi Kepulauan Riau menggelar rapat kerja dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dan Kepala Sekolah seluruh Kepri, Senin (16/7). Rapat yang digelar di ruang rapat utama DPRD itu, khusus membahas carut marut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2018/2019.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak kembali menegaskan agar tidak ada satu orang pun siswa yang tidak sekolah. “Amanat UUD jelas agar pemerintah menjamin terselenggaranya sistem pendidikan yang baik. Jangan sampai satu orangpun yang tidak sekolah,” kata Jumaga dalam rilis Humas DPRD Kepri yang diterima suluhkepri.com

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Dali mengatakan pihaknya telah memetakan masalah PPDB ini secara rinci. Di Kepri, katanya, hanya empat dari tujuh kabupaten/kota yang menerapkan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru tahun 2018.

Dari empat kabupaten/kota tersebut, Dali mengakui PPDB di kota Batam dan Tanjungpinang mengalami kekisruhan. “Penyebab utamanya adalah tingginya minat orangtua siswa untuk menyekolahkan anaknya pada sekolah-sekolah favorit. Disatu sisi, sekolah itu memiliki keterbatasan daya tampung,” kata Dali berdalih.

Adapun sekolah favorit yang kerap jadi bidikan siawa adalah SMU 1, SMU 3 SMU 5 dan SMK 1 untuk kota Batam. Sedangkan di Tanjungpinang, SMU 1, SMU 2 dan SMK 1 jadi incaran siswa baru.

Untuk daya tampung, SMU 1 Tanjungpinang misalnya, hanya mampu menampung 324 siswa. Padahal yang mendaftar mencapai 663 siswa. Demikian juga SMU 2 Tanjungpinang, peminatnya mencapai 629 siswa dengan daya tampung hanya 444 bangku. Untuk SMU 1 Batam hanya memiliki daya tampung 252 siswa, namun yang mendaftar mencapai 330 siswa.

Dalam mengatasi ini, pihak Diknas akan menambah ruang kelas baru. Tak hanya menambah ruang kelas, jumlah siswa per-kelasnya juga ditambah. “Misalnya yang hanya 36 siswa, semua kita genapkan menjadi 40 siswa per kelasnya. Memang tidak ideal, tapi mau bagaimana lagi,” kata Dali.

Sedangkan, untuk ruang kelas tambahan, akan menggunakan laboratorium-laboratorium yang ada. Untuk itu, Ia meminta kepada DPRD untuk menyegerakan penambahan ruang kelas baru. “Untuk menampung siswa tambahan ini, terpaksa menggunakan ruang laboratorium. Kondisi ini memang tidak ideal,” tambah Dali lagi.

Lebih lanjut, Dali mengatakan bahwa secara umum daya tampung siswa di Tanjungpinang masih memadai. Untuk Tanjungpinang, daya tampung siswa seluruhnya mencapai 2000 siswa. Sedangkan jumlah pendaftar hanya 1763 siswa. “Masih ada kurang 237 siswa. Bahkan ada SMU yang kekurangan siswa sampai 120 orang,” kata Dali.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi IV DPRD, Teddy Jun Askara  berjanji untuk memperjuangkan penambahan ruang kelas baru. Tak hanya ruang kelas, penambahan guru dan fasilitas belajar juga jadi perhatian dari DPRD. “Untuk penambahan ruang kelas, memang jadi perhatian untuk tahun 2019 nanti,” kata Teddy.

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here