Mewujudkan Masyarakat yang Sehat dan Berkualitas Melalui Jaminan Pendidikan dan Kesehatan

Tanjungpinang

Para orang tua siswa-siswi di Kabupaten Bintan tampak ceriah saat mendaftarkan anak-anaknya masuk ajaran baru di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Tentu saja berbeda dengan masyarakat di daerah lain, yang menunjukkan ekspresi yang kurang bersemangat. Apa sebab?Karena mereka harus merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya peralatan dan seragam sekolah anaknya.

Bayangkan saja, untuk satu siswa bisa menelan biaya hingga Rp 1,5 juta hanya untuk memenuhi kebutuhan peralatan dan seragam sekolah anaknya.

Namun bagi warga Bintan, bukan lagi menjadi persoalan kala anak-anaknya mendaftar sebagai siswa baru di sekolah SD dan SMP. Sebab, semua biaya-biaya yang menyangkut kebutuhan sekolah anaknya sudah ditanggung pemerintah daerah.

Bupati Apri saat menyerahkan seragam sekolah gratis kepada siswa-siswi di Kabupaten Bintan
Bupati Apri saat menyerahkan seragam sekolah gratis kepada siswa-siswi di Kabupaten Bintan

Kegembiraan itu memang baru dirasakan dalam 2 tahun terakhir ini, yakni sejak Apri Sujadi dan Dalmasri Syam menjabat Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bintan, yang dilantik 17 Februari 2016 lalu.

Sektor Pendidikan dan Kesehatan termasuk program unggulan Bupati Apri dan Wabub Dalmasri dalam mewujudkan impian besarnya: BINTAN GEMILANG 2025, yang juga tertuang dalam Visi – Misi Kabupaten Bintan, dalam lima tahun ini.

Salah satu inovasi program pendidikan yang paling populer adalah program: SERAGAM SEKOLAH GRATIS, dan satu-satunya pemerintahan daerah kabupaten/kota di Provinsi Kepri, yang menggulirkan program bantuan pendidikan tersebut.

Sehingga Kabupaten Bintan tercatat sebagai pelopor seragam sekolah gratis di Provinsi Kepri. Bintan juga menjadi daerah yang sukses menerapkan program seragam sekolah gratis dari 6 kabupaten/kota di Indonesia.

Program ini mulai berjalan di Tahun Ajaran Baru 2017/2018. “Di tahun pertama ini diperkirakan sekitar 6.650 siswa-siswi yang menerima peralatan dan seragam sekolah secara cuma-cuma dari pemerintah daerah,” ungkap Bupati Apri menjelaskan programnya itu, saat ditemui diruang kerjanya, di kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Kabupaten Bintan, awal November 2018..

Bupati Bintan menerima penghargaan di bidang kesehatan dari Menteri Puan Maharani di Jakarta
Bupati Bintan menerima penghargaan di bidang kesehatan dari Menteri Puan Maharani di Jakarta

Menurut Apri yang juga inisiator program seragam sekolah gratis itu, bahwa program seragam sekolah gratis pada intinya bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM warga Bintan, yang sekaligus meringankan beban masyarakat ditengah seretnya perekonimian bangsa.

Dalam program ini setiap siswa-siswi baru SD dan SMP di Bintan mendapat seragam dan peralatan sekolah secara gratis yang antara lain; 5 stel seragam sekolah dari baju kurung, baju batik, baju pramuka dan olahraga, serta peralatan sekolah seperti tas sekolah, sepatu, topi, dasi dan kaos kaki.

Selain itu, Pemkab Bintan di bawah kepemimpinan Apri – Dalmasri juga memberikan transportasi gratis bagi seluruh siswa-siswi SD dan SMP di Kabupaten Bintan.

“Jadi tidak ada alasan bagi orang tua untuk tidak menyekolahkan anak-anaknya karena pemerintah daerah sangat peduli terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Bintan, melalui inovasi-inovasi program  pendidikan” tegas Bupati Apri.

Bupati Apri menerima penghargaan Ki Hajar Dewantara di Jakarta
Bupati Apri menerima penghargaan Ki Hajar Dewantara di Jakarta

Ada juga program 15 menit mengaji atau membaca doa sebelum proses belajar mengajar dimulai di sekolah. Program ini diluncurkan akhir Februari 2018. Menurut Bupati Apri, program ini bertujuan untuk pembinaan mental siswa-siswi di sekolah SD/MI dan SMP/MTs yang ada di Kabupaten Bintan.

Kata Apri, pendidikan agama sangat penting di sekolah-sekolah. Program 15 menit mengaji di sekolah merupakan pengamalan nilai-nilai Pancasila bagi peserta didik yang menjadi pedoman untuk tetap menjaga norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jadi program 15 menit mengaji di sekolah dapat menjadi pedoman bagi anak didik kita dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat,” ujarnya.

Tak luput, kesejahteraan guru turut menjadi perhatian dengan menaikkan alokasi anggaran untuk insentif guru di sekolah PAUD, SD/MI dan tingkat SMP, termasuk tenaga adminitrasi sekolah. Program lainnya peningkatan kualitas pendidikan karakter anak usia dini (PAUD).

Bupati Apri saat kunjungan kerja di Kabupaten Bintan
Bupati Apri saat kunjungan kerja di Kabupaten Bintan

Untuk menjamin kenyamanan proses belajar mengajar di sekolah, Apri – Dalmasri juga telah membangun 8 unit ruang kelas baru dan 4 unit perpustakaan serta merehabilitasi 99 unit ruang kelas selama kepemimpinannya, yang baru berjalan 3 tahun.

Seperti halnya di dunia pendidikan, Bupati Apri dan Wabup Dalmasri juga berkomitmen dalam bidang kesehatan sebagaimana janjinya kepada masyarakat di masa berkampanye.

Kedua pemimpin Kabupaten Bintan itu sangat menyadari bahwa sektor kesehatan tidak bisa dipisahkan dari sektor pendidikan jika ingin membangunan kualitas manusia di daerahnya.

Selain membenahi sentra-sentra pelayanan kesehatan masyarakat termasuk RSUD Bintan, Apri-Dalmasri terus melakukan inovasi-inovasi di sektor kesehatan dalam memberikan jaminan kesehatan yang prima kepada seluruh warga Bintan, tanpa terkeculi. Salah satunya, melalui program BEROBAT GRATIS dengan KTP BINTAN. Program ini disambut riang oleh warga khususnya mereka yang tinggal di daerah pesisir.

Sebab program berobat gratis dengan hanya bermodal KTP telah memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat Bintan untuk mendapat pelayanan kesehatan secara gratis. Bupati Apri bahkan telah menginstruksikan seluruh Puskesmas dan RSUD Bintan, untuk melayani pasien melalui program ini.

Antusias masyarakat ternyata cukup tinggi sejak peluncuran program ini, terbukti dari tingginnya kunjungan pasien yang berobat lewat jalur KTP di Puskesmas dan RSUD Bintan.

Wagub Bintan Dalmasri Syam (tengah) didampingi Sekda Bintan Adi Prihantara (kanan) saat memimpin rapat kerja
Wagub Bintan Dalmasri Syam (tengah) didampingi Sekda Bintan Adi Prihantara (kanan) saat memimpin rapat kerja

Dinas Kesehatan Bintan mencatat sepanjang tahun 2017, RSUD melayani 51.264 pasien yang berobat menggunakan fasilitas berobat gratis dengan identitas KTP. Ada yang langsung berobat ke RS dan sebagian dari rujukan Puskesmas.

Sebelum peluncuran program ini, menurut Bupati Apri,” RSUD Bintan biasanya hanya melayani 200 s/d 300 pasien/bulan,  sekarang bisa mencapai 1.000-2.000 lebih pasien/bulannya.”

Kepala Bidang Yankes pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, dr. Royhan menjelaskan, ada 15 Puskesmas di 10 kecamatan di wilayah Kabupaten Bintan, yang siap melayani pasien berobat gratis dengan KTP. Dua Puskesmas di Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur tercata paling banyak menerima pasien yang mencapai 9.507 jiwa. Selainnya rata-rata berjumlah 2.932 pasien. Seperti di 3 Puskesmas yang berada di Desa Berakit, Sri Bintan dan Teluk Sebong.

Total angka pasien berobat di 2017,  ungkap dr. Royhan, mencapai 186.354 orang. Dengan rincian, program Berobat Gratis (KTP) 51.264 orang, Kartu BPJS 111.294 orang,, dan jalur Umum sekitar 23.796 pasien. “Persentasenya, sekitar 59,7 %, untuk peserta BPJS, 27,5 % yang menggunakan KTP dan 12,8 % yang berobat lewat jalur umum,” ujarnya.

Program berobat gratis lewat jalur KTP memang memberikan kemudahan dan sangat membantu warga terutama golongan kurang mampu. Sepanjang mengantongi KTP Bintan, ujar Bupati Apri, jangan pikirkan biaya apapun untuk berobat, silahkan kunjungi Puskesmas maupun RUSD akan dilayani dengan baik tanpa pungutan biaya sepersepun.

Kisah keluarga Yamin-warga Kampung Bangun Rejo, Km.18, Kecamatan Bintan Timur, Kijang, Kabupaten Bintan itu, menjadi bukti bahwa program berobat gratis dengan KTP benar-benar bermanfaat. David Alfian, anak Yamin yang masih berusia 5 bulan itu, pernah menderita Hipotermia di bulan Februari 2018 lalu.

Supinah dan Bayinya, David di RSUD Bintan
Supinah dan Bayinya, David di RSUD Bintan

Khawatir terjadi apa-apa terhadap anaknya, keluarga kurang mampu ini nekat memboyong anaknya ke RSUD Bintan di Kijang, meski menyadari tidak punya biaya untuk itu. Semula ia pun tidak tau soal program berobat gratis dengan KTP,  dan juga bukan peserta BPJS Kesehatan.

Namun tiba di RS, anak Yamin langsung ditangani oleh dr. Benny dengan baik, dan hanya diminta menunukkan KTP Bintan. “Saya langsung mengucapkan syukur ketika dokter menyatakan semua perobatan anak saya sudah ditanggung pemerintah daerah,” ucap Yamin bersama istrinya Supinah, kala itu.

Kesehatan kaum Lansia (lanjut usia) turut menjadi perhatian pemerintahan Apri dan Dalmasri. Keduanya ingin kesehatan dan kualitas hidup Lansia diperhatikan lewat Komisi Daerah (Komda) Lansia dan Posbindu Mobile.

Bupati Bintan bersama kaum lanjut usia
Bupati Bintan bersama kaum lanjut usia

Inovasi-inovasi di sektor Pendidikan dan Kesehatan yang diluncurkan pemerintahan Apri – Dalmasri di Kabupaten Bintan, telah mengantarkan Bupati Bintan Apri Sujadi untuk meraih berbagai penghargaan darj pemerintah pusat.

Untuk sektor Pendidikan, misalnya, Bupati Apri menerima penghargaan Ki Hajar Award 2018, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kemudian keberhasikan di bidang Kesehatan, Bupati Apri dianugerahi penghargaan: Lencana Manggala Karya Kencana Tahun 2018.

Penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani ini, karena Bupati Apri dinilai sukses menjalankan program kesehatan gratis, pelayanan KB gratis, dan konsultasi keluarga gratis serta  membangun Balai Penyuluh KB.

Bupati Apri menegaskan sektor Pendidikan dan Kesehatan merupakan program prioritas Pemerintah Kabupaten Bintan dalam upaya membangun kualitas SDM masyarakat Bintan. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here