Pencarian Penumpang Lion Air Dilanjutkan, 4 Jenazah Sudah Teridentifikasi

Tanjungpinang
Tim gabungan pencarian penumpang pesawat Lion Air (ft:la)
Tim gabungan pencarian penumpang pesawat Lion Air (ft:la)

JAKARTA – Tim gabungan kembali melanjutkan pencarian dan evakuasi penumpang, kru dan pesawat Lion Air JT-610. Hari ini, Sabtu (3/11), memasuki hari keenam.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro menyebutkan pencarian hari ini akan ditingkatkan dengan penambahan jumlah personil dari sebelumnya berjumlah 858 bertambah menjadi 869 personil.

“Penambahan 11 personil berasal dari Indonesia Diver sebanyak 5 orang, dan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Semarang berjumlah 6 orang,” ujarnya, Sabtu (3/11).

Armada laut juga ditambah, dari sebelumnya 45 kapal menjadi 56 unit kapal. Luas area pencarian bawah air 270 NM2, antara lain daerah prioritas 1A bawah air dengan kapal Baruna Jaya serta daerah prioritas 1B dengan kapal Dunamos. Di Daerah prioritas 2 yaitu pencarian permukaan air seluas 360 NM2 yang mengerahkan 40 kapal dari BASARNAS, Kementerian Perhubungan, Polair, KPLP, Bea Cukai dan Pertamina.

Untuk daerah prioritas penyelaman seluas 36 NM2 yang melibatkan 127 tim penyelam gabungan, anatara lain 17 orang dari Basarnas Special Group (BSG), 38 orang dari penyelam Komando Pasukan Katak (Kopaska), 28 orang Detasemen Jalamangkara (Denjaka), 17 penyelam Taifib atau Batalyon Intai Amfibi Korps Marinir.

Kemudian 5 penyelam dari Kantor Sar Semarang, 7 orang Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Indonesia (KPLP), 4 penyelam Korps Brigade Mobil (Brimob), 6 orang POSSI Semarang dan 5 dari Indonesia Diver.

Instalasi kedokteran forensik RS Polri (ft: la)
Instalasi kedokteran forensik RS Polri (ft: la)

Sementara operasi pencarian udara tetap menggunakan lima helikopter dengan luas area 190 NM2. Sedangkan penanganan di darat ditambah 6 unit ambulance yang sebelumnya berjumlah 24 unit.

Sebelumnya Lion Air juga telah menerima konfirmasi dari Tim Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia (DVI Polri), pada Jumat (2/11) malam. Tiga jenazah penumpang JT-610 telah berhasil diindentifikasi, yaitu atas nama Chandra Kirana (laki-laki) Hizkia Jorry Saroinsong (laki-laki), dan Monni (wanita)

“Dengan hasil ini total 4 jenazah sudah teridentifikasi, karena sebelumnya satu jenazah sudah diidentifikasi yaitu Jannatun Shintya Dewi, seorang wanita,” demikian keterangan pers Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Jumat (2/11) malam.

Konfirmasi diumumkan pukul 19.05 WIB, setelah adanya kecocokan hasil tes forensik dan ante-mortem dengan data DNA yang sebelumnya sudah diberikan pihak keluarga kepada tim DVI POLRI. Jenazah akan diserahkan kepada keluarga oleh Director of Corporate Safety Lion Air Group, Capt. Eduard Kallisto MP dan Director of Airport Service Lion Air Group, Capt. Wisnu Wijayanto di RS Polri.

Ketiga jenazah akan diberangkatkan ke kampung halamannya, pada Sabtu (03/ 11) sekitar pukul 06.30. Jenazah almarhum Chandra Kirana akan diberangkatkan ke Palembang, almarhumah Monni ke Sawah Besar, Jakarta Pusat dan almarhum Hizkia Jorry Saroinsong ke Kramat Jati, Jakarta Timur.

Lion Air juga menerima informasi terbaru dari Basarnas pada Jumat (2/11) pukul 21.45 WIB, yang berhasil membawa 8 kantong jenazah. “Sehingga jumlahnya menjadi 73 kantong jenazah,” kata Danang. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here