Pemerintah Jamin Pasokan dan Harga Barang Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

176
Tanjungpinang

Batam – Menteri Perdagangan RI, Enggartiarso Lukita menjamin pasokan barang kebutuhan pokok menjelang Natal 2108 dan Tahun Baru. Dengan ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran, maka harga barang-barang tetap stabil.

Menurut Lukita, pemenuhan pasokan dan pengendalian harga kebutuhan pokok berjalan baik sehingga harga barang relatif stabil. Naik turunnya harga terjadi karena mekanisme pasar, pada saat tertentu bisa mengalami kenaikan, namun trend kenaikan biasanya terjadi di akhir tahun.

“Sejak tahun 2016 hingga 2018, dua tahun berturut-turut kita sudah mampu mengendalikan inflasi, hanya ayam dan telur sedikit mengalami kenaikan,” ujar Menteri Lukita di Hotel Nagoya Hill, Batam, Minggu (11/11).

Hal tersebut disampaikan Menteri Lukita dihadapan para bupati dan walikota se-Indonesia saat memimpin Rapat Koordinasi Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru. Dari Kepri, hadir Gubernur Nurdin Basirun, Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma dan bupati/walikota se-Provinsi Kepri.

Menteri Lukita mengatakan stabilnya harga di pasaran karena didukung kesiapan pihak Bulog dalam pemenuhan stok barang di gudang serta pegawasan Satgas Pangan yang sudah berjalan dengan baik.

Lukita menjelaskan, saat harga naik akibat pasokan berkurang, maka Bulog akan melaksanakan operasi pasar sesuai HET (harga eceran tertinggi). Dia menyampaikan permintaan akan meningkat saat jelang Natal dan Tahun Baru nanti, namun ia berharap suplay barang tetap stabil dan jangan sampai berkurang.

Maka dari itu, Lukita meminta kepada seluruh kabupaten/kota untuk melakukan pemantauan serta menyampaikan laporan perkembangan ketersediaan dan harga-harga barang ke Dirjen, terhitung November 2018.

Ia juga menyinggung soal harga gula import di pasaran yang lebih murah dari gula produk lokal. Penyebabnya, menurut Lukita, karena mesin produksi yang dimiliki pabrik gula lokal sudah tua.

“Kita bandingkan gula import lebih murah dari gula luar negri, ini karena mesin kita sudah tua, bagaimana bisa berkompetisi dengan luar negeri yang memiliki mesin baru,” ujarnya. (tr/hms pemko tanjungpinang)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here