Bupati Apri Wujudkan Impian Anak-anak di Tambelan Nyaman Belajar

332
Tanjungpinang
Ruang kelas permanen setelah direnovasi
Ruang kelas permanen setelah direnovasi

Bintan – Anak-anak mereka tetap bersemangat belajar walau kondisi sekolahnya sangat memprihatikan. Berdinding kayu yang lapuk dimakan rayap, atap ruang kelas yang bocor dan nyaris ambruk, meja dan kursi yang reyot dan papan tulis dari bahan karton.

Di saat matahari mulai meninggi, panas terik akan memanggang, dan pakaian sekolahnya akan basah ketika hujan turun. Konsentrasi belajar terganggu sudah menjadi pemandangan biasa, apalagi disaat angin kencang, karena takut atap sekolahnya benar-benar roboh.

Itulah sepenggal kisah anak-anak bangsa di Kecamatan Tambelaan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, dalam meraih pendidikan, yang dialami selama 14 tahun ini.

Sekolah yang sudah direnovasi
Sekolah yang sudah direnovasi

Kisah ini diceritakan warga Pulau Pengikik dan Pulau Pejantan ketika Bupati Bintan Apri Sujadi melakukan kunjungan kerja ke Tambelan, beberapa waktu lalu.

“Kami minta perhatian Pak Bupati, 14 tahun kami menunggu pembangunan di desa kami, sekolah-sekolah di sini hampir ambruk. Kami minta untuk di perbaiki, agar anak-anak kami bisa bersekolah, berpendidikan tinggi dan punya masa depan,” ungkap Bupati Apri Sujadi menceritakan keluh kesah warga, saat berbincang dengan suluhkepri.com, di kediamannya, Senin (26/11).

Mendengar itu, Apri mengaku tak kuasa menahan air mata. “Saya sampai meneteskan air mata. Hati saya sangat terenyuh mendengarkan keluh kesah mereka,” sambung Apri.

Bupati Apri saat berkunjung ke Tambelan
Bupati Apri saat berkunjung ke Tambelan

“Saya berkeliling kampung, melihat langsung kehidupan mereka, kondisi sekolah anak-anaknya benar-benar membutuhkan sentuhan dari pemerintah daerah. Coba bayangkan selama 14 tahun ini tidak ada perhatian di kampung mereka. Cukup memprihatinkan.”

Sepulang dari Tambelan, Apri pun langsung mengumpulkan jajarannya, para kepala OPD Kabupaten Bintan. Rapat digelar khusus membahas pembangunan di wilayah Tambelan.

Alhasil, Pemerintah Kabupaten Bintan mengalokasikan anggaran Rp 53,6 miliar di APBD 2017, untuk pembangunan desa-desa di daerahnya. Tambelan mendapat porsi besar yaitu Rp 10 M lebih yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).

Dana ini untuk pengembangan 7 desa di Tambelan, termasuk di pulau Pengikik dan Pejantan. Kemudian di tahun 2018, Bintan menaikkan anggaran menjadi Rp 18,4 milyar dari anggaran ADD dan DD.

Gedung sekolah setelah renovasi
Gedung sekolah setelah renovasi

Dalam 2 tahun kepemimpinan Apri Sujadi di Kabupaten Bintan bersama Wakil Bupati Dalmasri, telah mampu mengubah wajah lesu Tambelan menjadi ceriah.

“Kita bangun infrastruktur di sana, semua sekolah-sekolah (SD & SMP) direnovasi, dari sebelumnya berdinding papan lapuk menjadi gedung beton dengan ruang kelas permanen yang telah dilengkapi meubeleur sekolah,” Apri menjelaskan.

Dengan ronavasi sekolah-sekolah, kini anak-anak bangsa di Tambelan termasuk di Pengikik dan Pejantan sudah bisa bersekolah dengan ruang kelas yang nyaman. Kepemimpinan Apri telah mewujudkan impian mereka setelah penantian selama 14 tahun.

Kondisi sekolah sebelum renovasi
Kondisi sekolah sebelum renovaai

Tak hanya membenahi sekolah, Apri yang dikenal gencar berinovasi di bidang pendidikan juga meluncurkan program seragam sekolah gratis bagi seluruh siswa/i baru SD dan SMP. Program ini ditujukan untuk membantu meringankan beban orang tua murid khususnya untuk keperluan pakaian dan perlengkapan anak-anak sekolah.

“Saya ikut senang, sekarang anak-anak kita bisa belajar di ruang kelas yang nyaman. Mereka bisa konsentrasi belajar karena atap sekolahnya tak bocor lagi,” ucap Apri.

Ia mengaku kondisi geografis Kabupaten Bintan yang memiliki pulau-pulau kecil dengan laut luas memang menyumbang persoalan baru khususnya dalam pemerataan pembangunan yang berkeadilan.

Ruang belajar sebelum renovasi
Ruang belajar sebelum renovasi

Seperti pulau Pejantan yang sampai saat ini masih sulit diakses dengan segala keterbatasan, dari komunikasi hingga transportasi. Pulau terpencil ini berada di Desa Mentebung, Kecamatan Tambelan yang merupakan gugus pulau terluar di kabupaten Bintan.

“Ke Pejantan dari Tambelan hanya melalui kapal laut rakyat dengan jarak tempuh 8 jam perjalanan,’ ujarnya.

Namun kondisi ini tidak menjadi penghalang bagi Apri Sujadi untuk membangun Bintan hingga daerah-daerah terisolir. Ia punya tekad yang kuat untuk memupus kesenjangan dan status terisolir di wilayah kekuasaannya itu.

Sebelum renovasi: Karton menjadi pengganti papan tulis
Sebelum renovasi: Karton menjadi pengganti papan tulis

Di Tambelan juga telah ditempatkan petugas BP3TI dari Dinas Kominfo, sebagai akses penghubung ke pusat pemerintahan daerah Bintan. “Tambelan selama ini seperti terlupakan. Tambelan sangat-sanngat butuh perhatian dan sentuhan dari pemerintah daerah. Banyak lagi yang harus dibenahi di sana,” ujarnya. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here