Caleg Golkar “Duo AA” Serap Aspirasi Rakyat melalui Kampenye Dialogis

437
Tanjungpinang
Ansar Ahmad saat memaparkan program dihadapan warga Tanjungpinang
Ansar Ahmad saat memaparkan program dihadapan warga Tanjungpinang

Tanjungpinang – Caleg partai Golkar, Ansar Ahmad (AA) dan Ade Angga (AA), hari ini, Senin (11/2/2019) menggelar kampanye dialogis di dua tempat berbeda.

Pertama digelar di Gudang Minyak, pada pukul 15.30 Wib. Kemudian pada malamnya, dilaksankan di Teluk Kriting, mulai pukul 19.30 Wib, yang saat ini sedang berlangsung.

Ansar Ahmad adalah Caleg DPR RI dari Dapil Kepri, sedangkan Ade Angga Caleg DPRD Tanjungpinang dari Dapil Barat – Kota. Keduannya juga pimpinan partai Golkar di wilayah provinsi Kepri. Ansar adalah Ketua DPD Golkar Kepri dan Ade menjabat Ketua Golkar Tanjungpinang.

Ade Angga mengatakan lewat kampanye dialogis tersebut, ia dan Ansar ingin mengenalkan diri lebih dekat dengan rakyat atau konstituen. “Intinya yang pertama, saya dan Pak Ansar ingin bersilaturahmi dengan warga, agar kami sebagai calon legislatif dikenal lebih dekat oleh konstituen,” jelas Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang itu, Senin (11/2/2019).

Ade Angga dihadapan warga saat penyampaian program sebagai caleg DPRD Tanjungpinang
Ade Angga dihadapan warga saat penyampaian program sebagai caleg DPRD Tanjungpinang

Selain itu, lanjut Ade, kegiatan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi rakyat. Karena kampanye dialogis juga diisi dialog terbuka, dimana setiap orang diberikan hak menyampaikan ide, gagasan dan konsep.

“Termasuk ruang untuk mengkritisi yang dapat memperkaya program-program yang kami tawarkan kepada warga,” ungkapnya.

Dalam kegiatan kampanye dialogis ini, Ansar dan Ade juga ingin mengajak warga untuk ikut berpartisipasi dalam proses politik dan mengambil peran dalam pembangunan.

“Kami ingin mendorong rakyat untuk berfikir lebih kritis dan rasional terhadap program-program pembangunan yang akan dan sedang dijalankan,’ katanya.

Kampanye yang dilakukan Ansar dan Ade ini memang agak berbeda dari kebanyakan caleg yang lebih menunjukkan pengerahan massa. Menurut Ade, kampanye dalam bentuk dialogis jauh lebih efisien dan sangat mendidik masyarakat.

“Kampanye dialogis ini dapat dijadikan ajang adu program dan disaat itu pula akan lahir banyak ide dan gagasan sebagai aspirasi untuk diperjuangkan di legislatif nanti,” ujarnya.

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here