Ternyata Polisi juga Peduli Lingkungan Bersih dan Sehat

233
Tanjungpinang

Tanjungpinang – Kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang menggelar edukasi peduli lingkungan bersih dan sehat dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2019, pada Kamis (21/02/2019).

Kapolres AKBP Ucok Lasdin Silalahi bahkan ikut nimbrung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), di Jl. Ganet, Kota Tanjungpinang. Dia datang selepas acara pembukaan.

Kapolres Ucok Lasdin bersama rombongan meninjau lokasi pembuangan sampah tersebut. Ia didampingi Waka Polres Tanjungpinang Kompol Sujoko, yang juga dihadiri Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Indra Jaya, Kepala UPTD Satria dan Kabit Sarana Prasarana Ani yang mewakili Kepala Dinas Perkim Kota Tanjungpinang.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Bhayangkari dan personil Polres Tanjungpinang, juga Tagana, Saka Bhayangkara serta siswa/siswi SMP 16 Hang Tuah.

Ucok juga menyempatkan diri melihat langsung proses pengolahan sampah menjadi gas metan yang dapat menghasilkan bahan bakar bensin dan solar itu.

Di kesempatan itu, Kapolres Ucok berharap agar ke depan ini semua pihak baik jajaran Polres Tanjungpinang, Pemko Tanjungpinang beserta seluruh element masyarakat dapat bahu membahu untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan.

Kegiatan yang dimaksud bisa melalui gotong royong yang dilaksanakan setiap minggunya. Menurutnya dengan rutin bergotong royong akan membuat kota Gurindam lebih baik yang sekaligus untuk mempertahankan piala Adipura.

“Piala Adipura harus dipertahankan, karena prestasi ini dapat diraih berkat kerja sama seluruh warga kota Tanjungpinang,” ucapnya.

Hari Peduli Sampah Nasional 2019 mengambil tema: “Kelola Sampah Untuk Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai Bersama Wujudkan Pemilu 2019 Yang Aman, Damai dan Sejuk Tanpa Hoax”.

Di saat apel pembukaan, Kapolres Ucok Lasdin dalam sambutannya juga menyampaikan dukungan Polres Tanjungpinang dalam menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Kota Tanjungpinang.

Menurutnya ada banyak cara dalam upaya menanggulangi sampah, misalnya, dengan merapikan dan membersihkan saluran air serta parit-parit dari sumbatan sampah. Kemudian gerakan kesadaran membuang sampah pada tempatnya.

“(Ini) agar peristiwa banjir di Kota Tanjungpinang bisa ditiadakan, seperti kita lihat kejadian di Kota Tanjungpinang yang memakan korban 2 orang yaitu di Jl. Kuantan dan (Simpamg Jl. Anggrek Merah) Km.5 bawah,” kata Ucok mengingatkan dua peristiwa terkait banjir yang menelan korban jiwa.

“Selain peran Pemerintah, kita sebagai masyarakat harus turut serta dalam menanggulangi sampah di Kota Tanjungpinang karena bisa menghasilkan nilai tambah dari segi ekonomi,” ia menambahkan.

Sementara itu, Kepala UPTD Satria menjelaskan tentang manfaat dari pengelolaan sampah bagi kehidupan. Pihak UPTD, kata Satria, telah memanfaatkan limbah sampah di TPA, salah satunya untuk pembuatan pupuk.

Sampah juga diolah menjadi gas metan yang berfungsi menjadi bensin dan solar sehingga bisa menjadi nilai ekonomis dalam kehidupan. “Menset dari kita adalah kumpul pilah (sampah) baru digunakan,” ujarnya.

Menurutnya jumlah sampah yang masuk ke TPA Ganet mencapai 85 ton perharinya. UPT juga mempersilahkan para pemulung di TPA yang berjumlah 20 orang itu, untuk mencari apa saja yang masih ada nilai jual. Pemulung diberi waktu selama 15 menit sebelum sampah dibakar. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here