Reses ke BUMD, Anggota DPRD Tanjungpinang Kunjungi Sejumlah Pasar

Tanjungpinang
Reses Anggota DPRD Tanjungpinang Dapil Tanjungpinang - Kota
Reses Anggota DPRD Tanjungpinang Dapil Tanjungpinang – Kota

Tanjungpinang – Aggota DPRD Tanjungpinang dari daerah pilihan (Dapil) I Kecamatan Tanjungpinang Barat dan Kota mengunjungi para pedagang UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di sejumlah tempat.

Kehadiran para legislator pada Selasa (12/3) siang itu, untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang.

Rombongan reses dari anggota DPRD itu dipimpin oleh Ahmad Dani, yang juga menjabat Wakil Ketua II DPRD Kota Tanjungpinang. Hadir seluruh anggota DPRD dari Dapil Tanjungpinang Barat dan Kota, yang antara lain, Ade Angga, Ginta Asmara, Hendi Amerta, Simon Awantoko, Rosiani, Maiyanti, Hendry Delvi, dan Kendy Agustin.

Reses Anggota DPRD Tanjungpinang Dapil Tanjungpinang – Kota

Politisi partai Hanura itu mengatakan, reses tersebut yang pertama kali di tahun 2019. Reses ke perusahaan milik daerah itu, kata Ahmad Dani, untuk membahas beberapa rencana pembangunan dan pembenahan ditubuh BUMD.

“Yang pertama penataan di Melayu Square karena BUMD pumya usulan untuk menyeragamkan gerobak pedagang dengan ciri khas Melayu,” ujarnya.

Menurut Ahmad Dani, memang Melayu Square dibangun punya tujuan tertentu, yaitu untuk menunjukan Kota Tanjungpinang sebagai Kota Melayu.

Reses Anggota DPRD Tanjungpinang Dapil Tanjungpinang – Kota

Akan tetapi, katanya,” (identitas) yang menunjukkan Kota Melayu nyaris hilang, maka pihak BUMD mengusulkan penataan kembali dengan maksud agar terlihat ikon Melayunya,” kata Dani.

Selanjutnya, pentaan Pasar Potong Lembu. BUMD merencanakan untuk merehab total pasar tersebut, namun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Karena menggunakan uang APBN, kami hanya menyarankan agar bangunan yang baru nanti memakai konsep tradisional. Direncanakan tahun ini akan dibangun, yang diperkirakan sekitar bulan Juli mendatang,” jelas Dani.

Soal parkir, sebut Ahmad Dani, turut menjadi perhatian. Karena parkir sangat penting jika pasar tersebut sudah dibangun. Termasuk parkir di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang.

“Pihak BUMD masih mencari seperti apa solusinya,” ujarnya.

Ia mengatakan parkir adalah salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). DPRD, katanya, sangat mendukung rencana BUMD, silahkan melalukan lobi dulu.

“Karena DPRD pada intinya mendukung program BUMD sebagai ujung tombak untuk PAD Tanjungpinang,” katanya.

Di tahun anggaran 2018, sebut Ahmad Dani, BUMD telah mencetak penghasilan sekitar Rp 500 juta-an. Di tahun 2019, BUMD mentargetkan kenaikan hingga mencapai miliaran rupiah.

“Kita berharap dan mudah-mudahan target tersebut bisa tercapai,” ujarnya. (lk/tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here