Caleg Milineal Ini Ingin Perjuangkan Kesehatan dan Pendidikan di Tanjungpinang

Tanjungpinang
M. Apryandy
M. Apryandy

Tanjungpinang – Apryandy adalah calon legislatif (caleg) DPRD Tanjungpinang di Pemilu 2019. Ia akan bertarung di Dapil 2 Tanjungpinang Timur, dari partai Gerindra dengan nomor urut 2.

Andy, panggilan karibnya, salah satu caleg milineal yang ingin berkarya membangun kota kelahirannya, Kota Tanjungpinang, lewat panggung politik. Tepat di H-pencobloan, usia Andy yang lahir pada 17 April 1987, genap 32 tahun.

Anak sulung Walikota Tanjungpinang Syahrul itu, adalah lulusan Sarjana Ilmu Pemerintahan. Ia ikut nyaleg bukan untuk mengejar popularitas apalagi sekadar mencari sensasi. LantasĀ apa yang mendasari terjun ke panggung politik di usia muda?

Andy mengaku terjun ke panggung politik dan nyaleg di Pemilu 2019, karena ingin berbuat lebih banyak kepada khalayak ramai. Saat ini, katanya, masih banyak persoalan masyarakat yang butuh perhatian.

Apryandy saat silaturahmi dan sosialisasi bersama kaum emak-emak
Apryandy saat silaturahmi dan sosialisasi bersama kaum emak-emak

Jika nanti terpilih menjadi anggota DPRD Tanjungpinang, ia ingin memperjuangkan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat terutama anak-anak Tanjungpinang, agar tumbuh sehat dan cerdas.

Itu sebabnya, disetiap silaturahmi dan sosialisasi dengan warga, Andy gencar mengkampanyekan begitu pentingnya kesehatan dan pendidikan dalam pembangunan manusia yang sehat dan berkualitas.

“Kesehatan dan pendidikan itu sangat penting dan harus menjadi prioritas, karena ini untuk anak-anak kita agar tumbuh sehat dan menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas di masa depan,” ucap Andy saat berbincang dengan suluhkepri.com, Rabu (3/4/2019) di Tanjungpinang.

Di bidang kesehatan, Andy mengaku masih butuh perhatian karena alokasi anggarannya masih kecil dibanding pendidikan. Dia ingin anggaran kesehatan harus seimbang dengan pendidikan.

Menurutnya, percuma anggaran pendidikan besar jika anggaran kesehatan kecil. “Bagaimana mungkin anak-anak kita bisa berprestasi di sekolah, jika mereka tidak tumbuh sehat,” ujarnya.

Untuk itu, Andy berharap agar alokasi anggaran kesehatan diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan gizi pada anak-anak terutama di masa emas, yaitu sejak lahir hingga berusia 5 tahun, bahkan sejak dalam kandungan.

Apryandy saat silaturahmi dan sosialisasi bersama kaum emak-emak
Apryandy saat silaturahmi dan sosialisasi bersama kaum emak-emak

Karena menurutnya pemenuhan gizi salah satu faktor yang berpengaruh bagi perilaku bahkan kecerdasan anak-anak. “Pemberian gizi yang cukup sangat penting, dari sejak lahir, bahkan sejak dalam kandungan. Ini ,agar anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas dan berkualitas” ujarnya.

Sementara di bidang pendidikan, menurut Andy, anggarannya sudah lumayan besar, hanya saja penggunaannya harus tepat sasaran. Ia melihat anggaran pendidikan yang selama ini jor-joran belum menyentuh tujuan yang diharapakan, yaitu adanya jaminan bagi anak-anak bangsa untuk bersekolah secara gratis.

“Anggaran pendidikan sangat tinggi, tapi masih banyak anak-anak kita tidak bersekolah karena kondisi ekonomi keluarga, sehingga anaknya terpaksa tidak bersekolah karena tidak punya biaya untuk beli seragam sekolah dan perlengkapan lainnya. Inisangat memprihatinkan, sekali” ucapnya.

Andy pun mengapresiasi Pemerintahan Kota Tanjungpinang dibawah kepemimpinan Walikota Syahrul dan Wakil Walikota Rahma yang menggratiskan biaya-biaya tersebut, yang mulai berjalan di tahun anggaran 2019 ini.

“Ini luar biasa dan patut kita apresiasi, karena di tahun ajaran baru nanti (2019/2020), Pemerintah Kota Tanjungpinang telah menganggarkan untuk bantuan seragam sekolah gratis bagi anak-anak kita, yang menjadi siswa baru SD dan SMP. Dari baju seragam, sepatu, tas sekolah, kaos kaki, topi hingga dasi diberikan secara gratis,” ungkapnya.

Ke depan, Andy berharap ada bantuan untuk pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMA dan perguruan tinggi.

“Anak merupakan investasi sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Maka harus ada jamaninan kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak kita, agar menjadi generasi yang sehat dan cerdas di masa depan,” kata Andy. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here