Soal Pidato Bobby yang Diduga Rasis, Ini Pendapat Ahli Hukum

1527
Tanjungpinang
Pery Rehendra Sucipta
Pery Rehendra Sucipta

Tanjungpinang – Bobby Jayanto dilaporkan ke polisi oleh sejumlah organisasi masyarakat di Tanjungpinang, Selasa (11/6/2019). Pelaporan terhadap politisi Nasdem itu terkait ucapannya saat berpidato di hadapan warga Tionghoa pada sebuah acara di Tanjungpinang.

Bobby diduga melanggar UU 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis karena dalam pidatonya yang diucapkan dalam bahasa China menyebut: kulit hitam. Bagaimana menurut ahli hukum melihat kasus ini.

Pakar Hukum Pery Rehendra Sucipta kepada suluhkepri.com, memberikan pendapat hukum terkait permasalahan tersebut. Sebagai negara hukum, Pery menghormati proses penegakan hukum yg sedang berjalan di kepolisan. Namun ia berpesan agar semua pihak tetap mengedepankan prinsip praduga tak bersalah.

“Kita hormati proses penegakan hukum yang sedang berjalan, kerena negara ini negara hukum. Tapi kedepankan prinsip praduga tak bersalah,” kata Dosen Prodi Ilmu Hukum Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), yang dihubungi suluhkepri, Kamis (13/6/2019).

Dalam penegakan hukum kasus ujaran rasis, menurut Pery, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan dan didalami oleh aparat penegak hukum. Pertama, sebutnya, apakah ada latar belakang keluarnya statemen tersebut dari yg bersangkutan. Artinya penyidik harus menelusuri apa yang sebenarnya melatarbelakangi seseorang mengucapakan hal tersebut.

Yang kedua, dalam penerapan UU terkait Diskriminasi Ras dan Etnis, penegak hukum dapat menjadikan “Rabat Plan of Action” yang menjadi pedoman di kantor HAM PBB, sebagai indikator dalam menentukan konteks diskriminasi rasial dan etnis, penyebaran dan hasutan sebagai pelanggaran yang dapat dihukum atau tidaknya sesorang atas ucapannya yang diduga rasis.

Akan tetapi Pery sangat menyayangkan hal itu terjadi. Apalagi diucapkan oleh seorang Bobby Jayanto yang merupakan tokoh masyarakat dan juga terpilih sebagai anggota DPRD Kepri di Pemilu 2019, berdasarkan hasil rekapitulasi perhitungan suara di KPU.

bobby jayanto

“Sebenarnya hal yg seperti ini tidak perlu terjadi, saya pikir di tempat dan waktu yang berbeda pun kita masih sering mendengar prilaku tokoh atau pejabat publik yang belum menginternalisasi nilai-nilai Pancasila secara utuh,” ungkapnya.

Dia berharap kasus yang menimpa Bobby Jayanto dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak. “Kasus ini setidaknya menjadi pelajaran bagi yang lain, bagi kita semua, agar untuk tidak menafikan kalau kita ini hidup di negara yang masyarakatnya bhineka, namun tetap tunggal ika (unity in diversity),” ujarnya.

“Jadi, tidak perlu lagi ada pengkotak-kotakan ditengah masyarakat kita, dan para pemimpin, terlebih wakil rakyat harusnya menjadi tauladan bagi masyarakatnya,” pesan Pery.

Seperti diketahui, dugaan ujaran rasis dalam pidato Bobby Jayanto diketahui publik dari sebuah video yang diunggah di akun Facebook: Jaka Anggara, yang direspon warganet hingga menjadi viral.

Bobby dalam video tersebut tengah berpidato dalam bahasa china di hadapan warga Tionghoa, pada acara Sembahyang Keselamatan Laut di Pelantar 2 Tanjungpinang, Sabtu (8/6/2019). Bobby diberi kehormatan karena merupakan tokoh masyarakat Tionghoa.

Dalam terjemahan ke bahasa Indonesia yang dilansir sejumlah media, Bobby dalam pidatonya, awalnya berbicara terkait kegiatan tersebut yang menurutnya patut didukung karena acara sembahyang dalam rangka memperingati ulang tahun Dewa.

Kemudian Bobby mengungkapkan rasa kekecewaanya saat mendengar kegiatan Dragon Boat absen tahun ini. Dia menyebut lomba dayung perahu itu merupakan budaya yang harus dilestarikan. Dia lalu bercerita masa kecilnya yang selalu berenang di laut sekitar Pelantar 2, dan melihat antuasias masyarakat yang datang dengan sampan kecil untuk menyaksikan lomba perahu tersebut.

“Tapi tidak apa apa, tahun depan (perlombaan dragon boat) harus di selenggarakan,” kata Bobby dalam pidatonya.

Selanjutnya, politisi Nasdem itu mulai menyinggung keterpilihannya sebagai anggota DPRD Kepri di Pileg 2019. Bobby yang juga Ketua Nasdem Tanjungpinang itu juga bangga karena 2 caleg partainnya dari etnis Tionghoa dapat lolos ke DPRD Tanjungpinang.

Dia pun meminta kedua wakil rakyat terpilih tersebut untuk memperjuangkan penyelenggaraan perlombaan Dragon Boat di tahun depan.

Ujaran yang diduga berbau rasis ketika Bobby menyampaikan keuntungan bila memilih sesama etnis. “Berkat kepercayaan yang diberikan termasuk saya juga terpilih di DPRD provinsi. keuntungan Kita memilih sesama etnis bisa bekerja untuk kita sebaliknya kalau milih org KULIT HITAM tidak mungkin mereka mau bantu kita etnis tionghua. Jangan demi 200 atau 300 ribu kita pilih mereka,” ungkapnya.

Nah, ucapan inilah yang kemudian direspon banyak pihak karena dinilai mengandung tindakan diskriminasi ras dan etnis atau rasis. Sejumlah ormas lalu melaporkan Bobby Jayanto ke Polres Tanjungpinang.

Pada Selasa (12/6/2019), empat ormas, Zuriat Kerabat Kerajaan Riau Lingga, Cindai dan Gagak Hitam Tanjungpinang dan Bintan, yang diwakili tokoh masyarakat Tanjungpinang RME Mansyur Razak yang juga mantan anggota DPRD Tanjungpinang, membuat laporan polisi nomor : STTLP/82/VI/2019/Kepri/SPKT-RES TPI.

Kapolres Tanjungpinang, melalui Kasat Reskrim AKP Efrendri Ali membenarkan pelaporan terhadap Bobby Jayanto oleh sejumlah ormas. Polisi, kata Efendri, akan membentuk tim penyidik untuk memdalami dugaan perbuatan rasis tersebut.

Karena diucapkan dalam bahasa China, polisi akan meminta ahli bahasa untuk menerjemahkan seluruh isi pidato Bobby ke bahasa Indonesia, untuk mengetahui apakah isi pidatonya mengandung tindakan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana diamantkann UU 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. (tr)

1 KOMENTAR

  1. Alloh maha besar, maha mengetahui hanya kepadamu aku serahkan Ya Alloh tunjukkan kebenaran ini, kalau benar dia, tingkatkanlah derajatnya, tetapi kalau dia mengingkari kebenaran dan dia bersalah dan kata2nya menyakitkan kami yang dihina maka aku hanya berharap kepadaMu Ya Alloh yg maha kuasa dan maha mengetahui, karena hukuman dariMu Ya Alloh Maha Dasyat dibandingkan dengan hukuman dunia Alloh huakbar3

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here