2 Bulan Kasus Bobby Jayanto Masih Berproses di Polisi

910
Tanjungpinang
bobby jayanto

Tanjungpinang – Bobby Jayanto telah memenuhi panggilan polisi. Caleg terpilih DPRD Provinsi Kepri itu, diperiksa terkait laporan kasus rasis. Namun 2 bulan sejak dilapor belum juga ada tersangkanya.

Bobby Jayanto dilaporkan ke polisi oleh 5 organisasi masyarakat (ormas) di Tanjungpinang, pada Selasa (11/6/2019) lalu. Laporan terhadap politisi Nasdem itu terkait ucapannya yang diduga rasis.

Karena menyangkut pidana sebagaimana diamanatkann UU 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis (Rasis), penyidik Polres Tanjungpinang langsung merespon cepat.

Para saksi pelapor termasuk Bobby sebagai terlapor telah dimintai keterangan untuk menelisik bukti-bukti tuduhan. Alat bukti lainnya berupa video berisi pidato Bobby yang diduga rasis juga sudah diamankan. Bahkan polisi disebutkan telah meminta keterangan saksi ahli.

Publik Kepri, khususnya warga Tanjungpinang, awalnya yakin proses hukum kasus rasis yang sempat menyita perhatian orang ramai itu, berjalan cepat. Namun 2 bulan berproses, kasus Bobby Jayanto belum diputuskan untuk ditingkatkan ke penyidikan, atau sebaliknya, kasusnya dihentikan karena tak kuat bukti.

Ditanya kecukupan bukti dari hasil pemeriksaan, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie tak menjelaskan secara rinci, apakah bukti-bukti kasus Bobby sudah memenuhi unsur untuk dinaikkan statusnya.

Efrendri hanya menyebut bahwa kasus dugaan tindakan diskriminasi ras dan etnis (rasis) yang dilaporkan beberapa ormas terhadap Bobby Jayanto masih berproses.

“Masih beproses,” jawab Efendri lewat pesan WA, Jumat (9/8/2019) malam, ditanya terkait kasus Bobby Jayanto.

Seperti diketahui, dugaan ujaran rasis diketahui publik dari sebuah video yang diunggah di akun Facebook: Jaka Anggara, yang direspon warganet dan sempat viral. Bobby dalam video tersebut tengah berpidato dalam bahasa Tionghoa, pada acara Sembahyang Keselamatan Laut di Pelantar 2 Tanjungpinang, Sabtu (8/6/2019).

Namun isi pidatonya, ada ucapan Bobby yang menyebut kulit hitam dihadapan warga Tionghoa, yang identik berkulit putih itu. Ucapan tersebut lalu mengundang reaksi dari warga hingga beberapa ormas melaporkan Bobby ke polisi.

Akan tetapi karena ucapan Bobby dalam bahasa Tionghoa, penyidik belum bisa memutuskan karena masih menunggu keterangan para ahli, seperti ahli bahasa dan ahli pidana.

Sementara dari pemeriksaan awal, ucapan Bobby diduga telah melabrak pasal 4 jo pasal 16 ayat (1) ke-2, Undang-Undang no 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here