Sanggam Simamora: IKB hingga RBB Bukti Sejarah Peran Orang Batak di Tanah Melayu

295
Tanjungpinang

RBB akan memperingati HUT ke-12 Tahun 2019. Dari FAKTA sejarah, perhimpunan suku Batak sudah ada sejak 36 tahun silam. Simak paparan ketua RBB TANJUNGPINANG SANGGAM MARIHOT SIMAMORA.

Ketua RBB Tanjungpinang Sanggam Marihot Simamora

Keberadaan orang Batak di pulau Bintan yang menaungi dua daerah, yaitu Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, ternyata sudah cukup lama. Meski perlu penelitian khusus dari para ahli sejarah, namun awal pendirian organisasi suku Batak bisa menjadi bukti sejarah bahwa orang Batak sudah berperan besar dalam pembangunan di Tanah Melayu ini.

Berdasarkan keterangan para pelaku sejarah orang Batak, bahwa sekitar 36 tahun lalu, tokoh-tokoh orang Batak di pulau Bintan telah menggagas pendirian sebuah perhimpunan orang Batak yang bergerak dibidang sosial.

Fakta sejarah itu diungkapkan Ketua Umum Rumpun Batak Bersatu (RBB) Tanjungpinang, Sanggam Marihot Simamora. Berdasarkan penggalian data yang dihimpun pihaknya, organisasi suku Batak pertama bernama: Ikatan Keluarga Batak, disingkat IKB.

Sanggam Simamora yang juga Kepala Kantor KSOP Kelas I Dumai, Provinsi Riau itu, mengatakan selama puluhan tahun IKB menjadi wadah tunggal perhimpunan orang Batak di pulau Bintan.

Menurut Sanggam Simamora, dari keterangan para sesepuh orang Batak, IKB sudah digagas sejak tahun 1983. “Almarhum Bapak Sagala yang menjadi inisiatornya,” kata Sanggam, usai menghadiri rapat panitia pelaksana HUT RBB, di Restoran Sei Enam, Tanjungpinang, Minggu (11/8/2019)

Ketua RBB Tanjungpinang Sanggam Simamora (kiri) dan Ketua Harian RBB S. Mangunsong, saat peresmian kantor RBB

Di tahun 1985, lanjut Sanggam, tepatnya 3 Desember 1985, para tokoh-tokoh Batak di pulau Bintan, akhirnya bersepakat untuk membentuk perhimpunan IKB. “Dan, Bapak Sagala dipercaya sebagai Ketua IKB ketika itu,” ujarnya.

“Pak Sagala dikenal sebagai seorang pendidik yang terpandang. Banyak anak muridnya yang sukses bahkan menjadi pejabat tinggi di pemerintahan di wilayah Kepri,” Sanggam menambahkan.

Banyak tokoh-tokoh Batak yang jadi saksi sejarah berdirinya IKB, dan para pelaku sejarah ini ikut serta dalam kepengurusan IKB. “Salah satunya Bapak PH. Sitanggang,” sebut Sanggam.

Selanjutnya IKB berganti pimpinan,  PH. Sitanggang melanjutkan tongkat komando IKB di tahun 1993. Periode selanjutnya, IKB diketuai Almarhum Leo Siahaan, yang pernah menjabat Anggota DPRD Tanjungpinang dan DPRD Kepri “Jadi sejak didirikan, sudah 3 kali pergantian kepemimpinan IKB, dari (Alm) Pak Sagala, Pak Sitanggang, dan terakhir (Alm) Pak Leo Siahaan,” kata Sanggam.

Ir. Boorman Sirait, MM (ft.dprd-tanjungpinang.go.id)
Ir. Boorman Sirait, MM semasa hidupnya (ft.dprd-tanjungpinang.go.id)

Namun, lanjut Sanggam, seiring waktu berjalan, bersamaan peningkatan jumlah orang Batak, lahir beberapa perhimpunan baru orang Batak. Diantaranya IKTB (Ikatan Keluarga Tapanuli Bintan, yang diketuai Almarhum Badia Hutabarat. IKTB kemudian berganti nama menjadi IKTK (Ikatan Keluarga Tapanuli Kepri), yang pertama kali diketuai UB. Sinaga, dan diteruskan Almarhum Boorman Sirait.

Munculnya paguyuban-paguyuban yang menamakan suku Batak, memang yang sebenarnya bukanlah sebuah tandingan, namun pada hakekatnya untuk lebih meningkatkan kontribusi orang Batak dalam pembangunan di pulau Bintan.

Menurut Sanggam, disatu sisi berjalan baik karena semua bertujuan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan, dan tidak ada larangan dari aturan yang berlaku. Akan tetapi, pada sisi lainnya, bisa saja orang lain melihat dari sisi negatifnya, yang seoalah-olah warga Batak tidak kompak dan saling cari panggung sendiri.

Kesan negatif yang muncul memang sulit terhindarkan. Maka, pada tahun 2006, para tokoh Batak bersama tokoh muda Batak mencoba mencari jalan keluarnya. “Akhirnya disepakatilah sebuah organisasi baru bernama Rumpun Batak Bersatu (RBB), dan Almarhum Pak Boorman Sirait dipilih menjadi Ketua RBB Tanjungpinang yang pertama,” papar Sanggam.

Boorman Sirait, yang pernah menjabat Anggota DPRD Tanjungpinang selama dua periode itu, dipercaya memimpin RBB selama 2 periode. Yaitu, periode pertama tahun 2006-2011, dan periode kedua tahun 2011-2016.

rapat persiapan panitia peringatan HUT RBB ke-12, di Tanjungpinang

Tongkat kepemimpinan RBB kemudian beralih ke tangan Sanggam Marihot Simamora, dengan periode 2016-2021. Dikepemimpinan Sanggam Simamora, tetap memegang teguh amanah para sesepuh dan para tokoh Batak yang menjadi saksi sejarah, untuk mempersatukan orang Batak dalam satu wadah Rumpun Batak Bersatu (RBB) Tanjungpinang.

Sejak dilantik menjadi Ketua RBB Tanjungpinang, pada tahun 2017, Sanggam Simamora mampu mempersatukan 5 puak Batak dalam Wadah RBB. Kelima puak Batak tersebut, adala puak Toba, Puak Angkola Mandailing, puak Karo, puak Simalungun, dan Puak Pakpak.

“Itu amanah sesepuh dan para tokoh Batak, yang ingin orang Batak dari 5 puak Batak tetap kompak dan bersatu dalam sebuah wadah RBB,” katanya.

Saat ini, RBB terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan di Kota Tanjungpinang. RBB selalu tampil dengan beragam suku lainnnya, dalam berbagai kegiatan budaya yang dilaksanakan pemerintah setempat. “Kita ingin hidup rukun ditengah keberagaman suku, budaya, agama dan adat istiadat,” katanya.

“Kita harus berpegang pada kebhinnekaan bangsa Indonesia ‘Biar berbeda tetap satu jua’. Kunci utamanya, ya, menjalin komunikasi yang baik dengan sesama warga, meski berbeda suku, budaya, adat istiadat bahkan agama sekalipun. Karena kita semua satu dalam bingkai NKRI,” tuturnya.

Leo Siahaan semasa hidupnya (Foto: Hms DPRD TPI)
Leo Siahaan semasa hidupnya (Foto: Hms DPRD TPI)

Di tahun 2019, RBB akan memperingati hari jadinya yang ke-12. Sanggam menegaskan, peringatan HUT RBB Tanjungpinang ke-12 ini, akan dilaksanakan pada 19 Oktober 2019, bertempat di Gedung PSMTI, Rawasari, Tanjungpinang.

Diperingatan HUT RBB Tahun 2019 ini, sambung Sanggam, RBB akan menggelar berbagai kegiatan sosial seperti pengobatan gratis dan donor darah. Selain itu, juga akan menggelar hiburan di malam puncak peringatan, dengan mengundang artis top batak: Trio Alxis dan pelawak Mery Sinaga.

Sanggam menegaskan diperingatan HUT RBB ke-12 ini, RBB akan memaparkan fakta-fakta sejarah awal terbentuknya perhimpunan suku Batak, dari IKB hingga RBB, yang saat ini legalitasnya sudah terdaftar secara resmi di Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Sekretariat RBB beralamat di Jl. Kijang Lama, Batu 6, Ruko No. 7, Kelurahan Melayu Kota, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Posisi kantor ini sekitar 50 meter dari ex pabrik meubel SCM. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here