3 Bulan Masuk Siswa Baru, Apa Kabar Seragam Sekolah Gratis?

Tanjungpinang
Pelamtikan Syahrul - Rahma sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang
Pelantikan Syahrul – Rahma sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang

Tanjungpinang – Pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP menjadi program unggulan Syahul – Rahma, Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpianang itu. Pertama kali diperkenalkan di Pilwako Tanjungpinang 2018.

Syahrul – Rahma ketika itu menyadari bahwa manusia adalah aset bangsa yang paling bernilai tinggi, dan harus menjadi pemeran utama dalam pembangunan, bukan alat pembangunan.

Maka, lewat program-program unggulannya seperti pemberian seragam sekolah gratis dapat mewujudkan harapan masyarakat untuk menjadi manusia yang berkualitas, sehat dan sejahtera.

Program pada sektor pendidikan ini memang cukup ngetop dan mampu menyedot perhatian publik. Sebab program ini ditujukan untuk membangun manusia Tanjungpinang yang berkualitas.

Tak heran, saat program ini dikenalkan ke publik Tanjungpinang, elektabilitas Syahrul – Rahma langsung melaju kencang bak roket, saat itu. Fakta membuktikan, keduanya menang di Pilwako 2018, dan kini menjabat Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, 2018-2023.

Program seragam sekolah gratis
Program seragam sekolah gratis

Namun tak disangka dan tak diduga pula, hingga sekarang, dimana siswa baru sudah 3 bulan masuk sekolah, baju sekolah, sepatu sekolah, tas sekolah, topi sekolah dan kaos kaki, yang dijanjikan gratis dan akan dibagikan diawal masuk ajaran baru, tak kunjung penampakan.

Alih-alih mendapat baju sekolah gratis, para orang tua murid sudah terlanjur membeli baju seragam sekolah anaknya. Rupanya baju seragam gratis ini sudah jadi bahan rumpian warga Tanjungpinang, khususnya emak-emak.

“Hari gini, nggak mungkin tidak beli pakaian sekolah anak, sepatu dan tasnya, hanya karena nungguin sesuatu janji yang tidak pasti. Ini saja hampir 3 bulan masuk sekolah, mana seragam gratis yang dijanjikan itu,” kesal seorang ibu rumah tangga yang tidak bersedia namanya disebutkan, Selasa (20/8/2019) malam, saat suluhkepri.com menyambangi tempat mereka ngumpul.

“Mana Pak Walikota, Bu Wakil Walikota, baju seragam anak kami, katanya gratis, mana? Jangan bohongi rakyat, karena setahu kami telah dianggarkan. Apa kami dari emak-emak harus turun ramai-ramai menagihnya ke rumah Pak Walikota, Bu Wakil Walikota,” ibu yang lain meimpali.

Keluhan serupa ternyata sampai juga ke telinga Ade Angga, Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang itu. Ade pun dibuat gerah, bukan saja karena sebagai anggota DPRD, tapi posisi Ade yang menjadi Ketua Pemenangan duet Syahrul – Rahma di Pilwako 2018.

Ketua Tim Pemenangan SABAR Ade Angga (berjaket kuning) bersama anggota tim, dalam pawai Pilkada Damai
Ade Angga (berjaket kuning) saat Pilwako Tanjungpinang 2019, sebagai Ketua Tim Pemenangan SABAR

Mendengar itu, Ade lalu mengecek kebenaran kabar yang diterima. Ternyata benar, baju seragam gratis yang telah dianggarkan di APBD 2019 itu, belum juga dibagikan kepada siswa baru.

“Saya minta Pemko Tanjungpinang segera merealisasikan seragam sekolah gratis kepada siswa baru, karena sudah ada anggarannya,” kata Ade saat dihubungi suluhkepri.com, Selasa (20/8/2019).

Yang membuat Ade kesal, rupanya dari penulusurannya ke dinas terkait, baju seragam gratis belum bisa dipastikan kapan akan dibagikan ke tangan siswa baru. “Cukup prihatin, kegiatan proses belajar siswa baru sudah berjalan hampir 3 bulan, tapi baju yang dijanjikan belum juga dibagikan. Ini aneh kan, karena anggaran sudah tersedia, sekitar 6, 7 M,” ujarnya.

suluhkepri.com mencoba mencari tau, apa yang menyebabkan seragam sekolah gratis tak kunjung direaliaasikan,
yang sebelumnya didegung-dengungkan saat kampanye itu,

Sangat nengejutkan saat sumber suluhkepri.com mengungkap kenapa seragam sekolah grtais ini lambat dibagikan meski duit rakyat miliaran rupiah yang bersumber dari APBD Tanjungpinang, telah disiapan untuk pembiayaan program tersebut.

walikota syahrul bersama siswa sd

Sumber menyebut seragam sekolah gratis tidak akan mungkin dapat dibagikan ke siswa dalam waktu dekat ini. Alasannya, karena sejauh ini pakaian sekolah yang dijanjikan belum juga dibuat. Kabar yang beredar ada kepentingan lain dibalik layar yang belum terselesaikan.

“Coba tanya-tanya panitia lelang sudah ada belum, PPTK, PPK, sudah ada SK-nya belum. Tanya Kerangka Acuan Kerja, sudah ada belum,” ujar sumber.

Sementara dari Info terakhir, bahwa pejabat di ULP menjadi pejabat pengadaan baju seragam gratis di sekolah-sekolah. Suluhkepri.com belum dapat menghubungi pihak-pihak terkait, khususnya Kepala Dinas Pendikan Kota Tanjungpinang, terkait permasalahan baju seragam sekolah gratis. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here