Kerjasama Empat Pemerintahan untuk Empat Kekuatan Ekonomi

107
Tanjungpinang

Batam – Plt.Gubernur Kepri, H.Isdianto berharap pertemuan teknis empat pemerintahan dalam bentuk Kelompok Kerja/Jawatan Kuasa Kerja Sosial – Ekonomi Malaysia – Indonesia bisa makin mengerucut menjadi kesepakatan nyata untuk menghasilkan empat kekuataan ekonomi, kekuatan pertahanan dan kekuatan sosial budaya.

Harapan itu disampaikan Isdianto dalam sambutannya yang dibacakan Asisten 2 Ekonomi Pembangunan Setda Pemprov Kepri, H. Syamsul Bahrum dalam acara Pertemuan Tim Teknis dan Persidangan ke-18, Tingkat Kepulauan Riau/Riau-Peringkat Negeri Johor/Malaka Tahun 2019, Senin (2/9) di Hotel Ibis, Batam.

Isdianto menyebutkan, hubungan suatu bangsa hanya dibagi dua, yakni persaingan atau kerjasama.

Dan Indonesia dengan Malaysia memilih bekerjasama, mulai dari bidang Ekonomi, perdagangan, pertahanan,  sosial dan budaya. Kekuatan ini akan menjadi kekuatan baru di dunia.

“Pada hari ini bertemu empat pemerintahan, yakni Provinsi Kepri, Provinsi Riau, Johor, dan Malaka.

pertemuan ini untuk membangun kerjasama antar keempat pemerintahan untum menjadi empat kekuatan ekonomi yang berbasis di dua negara, Indonesia & Malaysia. Kerjasama Pertahanan/kemanan, Enonomi/perdagangan,  dan sosial budaya.  Kami berharap  dengan kerjasama ini kedua negara bisa bahu-membahu dalam memajukan bidang-bidang yang menjadi sasaran utama,” ujar Isdianto.

Isdianto melanjutkan bahwa suatu bangsa tanpa perbatasan adalah bukan suatu bangsa. Maka itu, bagi Privinsi Kepri, membangun Pos perbatasan dengan Malaysia menjadi hal utama. Dan pembangunan Pos perbatasan yang sama diharapkan menjadi prioritas juga bagi Malaysia sehingga semakin memudahkan dalam membangun kekuatan pertahanan/keamanan, ekonomi/perdagangan dan sosial budaya.

Ketua Kelompok Kerja Sosekda Malindo Provinsi Kepri, H. Naharuddin mengungkapkan, dalam 18 kali pertemuan yang  telah dilaksanakan, sudah banyak dibicarakan dan disepakti beberapa hal, baik di bidang perbatasan pertahanan keamanan, ekonomi perdagangan dan sosial budaya. Demikian juga dalam bidang keselamatan dan pengurusan sempadan/perbatasan.  Berharap bersama-sama bisa menjalankan program kerja yang telah disepakati bersama dengan semangat kebersamaan sehingga pertemuan ke-18 ini semakin menghasilkan kerja nyata dan bermanfaat bagi masing-masing daerah.

“Kami berharap pertemuan sosek Malindo ini kedepannya akan terus semakin banyak menghasilkan kerjasama di berbagai bidang, khususnya bidang sosial budaya, ekonomi perdagangan, perhubungan serta bidang keselamatan, keamanan dan pengurusan sempadan/perbatasan. Kami juga berharap pertemuan ini tidak sebatas pertemuan saja tetapi bisa direalisasikan secara nyata dan bersentuhan langsung ke masyarakat sesuai dengan tujuan kita bersama, yakni menjadikan masyarakat perbatasan sejahtera,” harap Naharuddin.

Ketua Jawatan Kuasa Kerja Sosek Malindo, Malaka, Datok Sahla Binti Shaleh mengungkapkan bahwa

hubungan Malaka – Indonesia sudah berlangsung ribuan tahun lalu. Pertemuan saat ini untuk bersilahturrahmi dan semakin memperkuat komitmen untuk bekerjasama dalam.bidang-bidang yang telah dibicarakan, yakni bidang keamanan, perbatasan, perhubungan, ekonomi/perdagangan, sempadan/perbatasan dan keselamatan kerja.

“Selain bidang soaial budaya, ekonomi perdagangan perhubungan sepadan dan keselamatan, kami berharap kerjasama ini juga  sebagai promosi produk-produk unggulan daerah masing-masing,” ujar  Sahlah.

Sahlah juga menekankan bahwa  delegasi ini menjadi penanggungjawab untuk keberlangsungan hubungan antar  negara tersebut.

Pada kesempatan itu juga hadir Ketua Kelompok Kerja Sosek Malindo Provinsi Riau M.Firdaus, Ketua Jawatan Kuasa Kerja Sosek Malindo Negeri Johor Datok H. Badrul Hisham Bin Kasim beserta delegasi sosek Malindo kedua negara. (HMS/tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here