Kepemimpinan Syahrul – Rahma Fokus Bangun Kualitas SDM Warga Tanjungpinang

Tanjungpinang
Pelamtikan Syahrul - Rahma sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang
Pelantikan Syahrul – Rahma sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang,2018-2023

Tak terasa waktu berjalan, genap 1 tahun kepemimpinan Syahrul – Rahma sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, yang menjabat sejak September 2018 lalu, untuk masa jabatan 2018-2023.

Di usia 1 tahun ini tentulah masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan. Tapi setidaknya, kedua putra putri terbaik kota Tanjungpinang itu telah menunjukkan komitmen untuk sebuah perubahan Tanjungpinang.

Sebagaimana diketahui sektor pendidikan menjadi prioritas Pemerintah Kota Tanjungpinang dibawah kepemimpinan Wali Kota Syahrul dan Wakil Wali Kota Rahma. Keduanya ingin membangun kualitas warga kota Tanjungpinang yang ungggul melalui program-program unggulan di sektor pendidikan.

Perbaikan mutu pendidikan di kota Tanjungpinang memang menjadi perhatian Wali Kota Syahrul mengingat profesinya sebagai guru sebelum terjun ke dunia politik.

Data ruang kelas sekolah sd yang rusak
Data ruang kelas sekolah sd yang rusak
Walikota Syahrul

Syahrul sangat paham betul bagaimana kondisi pendidikan di daerahnya. Selain berlatar pengajar, Syahrul sebelumnya juga menjabat Wakil Wali Kota Tanjungpinang saat mendampingi Wali Kota Lis Darmansyah.

Mengusung visi: Tanjungpinang sebagai kota yang maju, berbudaya dan sejahtera dalam harmoni kebhinekaan masyarakat madani, dan misi; meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang agamis, berbudaya, berwawasan kebangsaan dan berdaya saing global, Wali Kota Syahrul – Wawako mencanangkan sejumlah program unggulan berbasis pembangunan manusia Tanjungpinang yang berkualitas dan sejahtera.

Salah satu program unggulannya yang paling populer adalah pemberia seragam sekolah gratis bagi siswa-siswi SD dan SMP di kota Tanjungpinang. Program seragam sekolah gratis ini untuk pertama kali diperkenalkan Syahrul – Rahma di kota yang juga dijuluki kota Gurindam Negeri Pantun itu. Program ini salah satu janji politiknya kepada warga di masa kampanye Pilkada Tanjungpinang 2018.

walikota syahrul bersama siswa sd dalam sebuah kegaitan

Walikota Syahrul menegaskan, program seragam sekolah gratis akan mulai direalisasikan tahun 2019 ini. “Anggarannya sudah kita masukkan di APBD 2019, dan telah disetujui DPRD yang nilainya jika tidak salah sekitar Rp 6,7 milyar,” kata Syahrul, pada September 2029 lalu.

Syahrul menegaskan program seragam sekolah gratis ini salah satu upaya mendukung program wajib belajar 9 tahun di kota Tanjungpinang. “Kita ingin memastikan anak-anak kita harus bersekolah agar menjadi generasi bangsa yang berkualitas di masa depan,” tegas Syahrul menjelaskan programnya itu.

“Lewat program seragam gratis ini sehingga tidak ada lagi alasan bagi anak-anak kita untuk tidak bersekolah”.

Ia menjelaskan melalui program ini setiap siswa-siswi baru di sekolah SD dan SMP akan mendapatkan seragam serta perlengkapan sekolah secara gratis. “Antara lain, pakaian nasional (OSIS), baju olah raga, baju pramuka, baju kurung, baju batik, tas, topi, sepatu dan kaos kaki,” sebutnya.

Skema program seragam sekolah gratis untuk siswa sd dan smp tanjungpinang
Skema program seragam sekolah gratis

Pendidikan memang salah satu program unggulan Wali Kota Syahrul – Wakil Wali Kota Rahma. Mereka ingin membangun sumber daya manusia (SDM) Kota Tanjungpinang.

Syahrul mengatakan untuk mewujudkan masyarakat bersekolah yang pertama adalah perbaikan kinerja di bidang pendidikan. Kemudian tersediannya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan layak, baik sekolah negeri dan swasta guna peningkatan kapasitas (daya tampung) siswa.

Untuk itu, kata Syahrul, tingkat pertumbuhan penduduk juga harus disejalankan dengan penambahan bangunan sekolah setidakya ruang kelas siswa. “Makanya kita juga akan bangun gedung sekolah baru serta merehabilitasi ruang kelas yang sudah rusak, ini untuk menjamin anak kita bisa bersekolah dan nyaman saat belajar di sekolah,” paparnya.

Data ruang kelas smp yang rusak

Selain itu, kualitas dan kesejahteraan para pendidik juga menjadi perhatian Syahrul dan Rahma. Syahrul mengatakan kompetensi guru sangat perlu dan harus ditingkatkan dengan mendorong para guru untuk melanjutkan program pendidikan ke jenjang lebih tinggi. “Khusus untuk guru PAUD yang tersertifikasi akan kita berikan intensifnya,” ungkapnya.

Saat ini program seragam sekolah gratis sedang dikerjakan. Untuk pengadaannya akan dilakukan melalui 2 mekanisme yaitu lewat tender dan pengadaan langsung (PL).

“Pengadaan baju sergam lewat PL akan dikerjakan UMKM yaitu penjahit lokal binaan pemerintah daerah. Ini kita lakukan sekaligus untuk pemberdayaan UMKM sehingga masyarakat mendapat manfaat ganda melalui program seragam gratis ini,” beber Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, di Kantornya, Kamis (12/9/2019).

Menurut Atmadinata pihaknya saat ini sedang menyiapkan dokumen untuk proses lelang di unita lelang pengadaan (ULP) Tanjungpinang. “Termasuk uji laboratorium untuk menentukan spek bahan pakaian yang akan digunakan nanti,” kata Atmadianta.

Data ruang kelas sekolah sd yang rusak
Data ruang kelas sekolah sd yang rusak

“Untuk tender akan dikerjakan pihak perusahaan pemenang tender, sedangkan PL akan dikerjakan para penjahit yang pelaksanaannya diserahkan langsung ke masing-masing sekolah baik SD maupun SMP,” jelas Atmadinata.

Ia mengatakan seragam sekolah gratis dari baju seragam nasional, baju pramuka, baju batik, dan baju kurung serta sepatu, tas, topi, dasa hingga kaos kaki dan buku sudah diterima siswa pada tahun 2019 ini.

Berdasarkan data yang diterima, ada sekitar 7.000 lebih siswa-siswi SD dan SMP yang akan mendapat bantuan baju seragam dan perlengkapan sekolah gratis di tahun 2019. Yaitu untuk siswa SD berjumlah 4.110 orang dan SMP berkisar 3.650 siswa/i.

Sedangkan berdasarkan data PDSPK Tahun 2016, terdapat 191 ruang kelas siswa SMP yang rusak dari 227 ruang kelas yang tersedia. Untuk ruang kelas SD, dari 554 terdapat 336 ruang kelas yang sudah rusak. (tr)

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here